KLB Difteri, Semua Penduduk Pulau Gili Ketapang Imunisasi Massal

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Pemkab Probolinggo, Jatim, menetapkan Kejadian Luar Biasa atau KLB difteri di Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, kabupaten setempat.
Penetapan dilakukan setelah seorang bocah 7 tahun di pulau seluas 64 hektar tersebut, terinfeksi difteri.
Advertisement
Setelah menjalani perawatan selama 10 hari di RSUD dr. Moh Saleh, Kota Probolinggo, bocah bernama Salsabela tersebut meninggal dunia.
"Sudah ditetapkan sebagai KLB," kata Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Mujoko.
Dalam situasi KLB, Pemkab Probolinggo melakukan Imunisasi Penanggulangan Wabah (Outbreak Response Imunization/ORI) untuk populasi sebaya. Yakni usia 2-7 tahun.
ORI telah dimulai Kamis (10/3/2022) terhadap 795 populasi sebaya. Karena sambutan masyarakat antusias dan kondisi yang padat penduduk, sasaran diperluas ke seluruh populasi di pulau tersebut. Yakni 8.260 penduduk.
Mujoko mengatakan, ORI akan dilakukan antara 4 sampai 5 hari. "Masyarakat antusias," tambahnya.
Abdullah, salah satu warga, terlihat membawa putrinya, yang berumur 5 tahun mendatangi lokasi imunisasi.
"Saya juga khawatir anak saya tertular penyakit seperti ini, makanya saya ajak anak saya agar mendapatkan imunisasi ini," tandasnya
Kini Dinkes Kabupaten Probolinggo menggalakkan imunisasi secara keseluruhan di Pulau Gili Ketapang.
Karena wabah penyakit difteri ini tidak hanya menular pada anak - anak saja, namun juga bisa menyasar pada orang dewasa.
Kepala Dinkes Jatim Ina Mahanani memaparkan, dirinya bersama tenaga medis dari puskesmas Sumberasih dan Bidan Desa Gili Ketapang berupaya agar vaksin ini dapat merata secara keseluruhan di Pulau ini.
''Dengan meninggalnya Salsabela ini kami sangatlah prihatin, oleh sebab inilah kami berupaya untuk mengendalikan wabah endemik di Pulau Gili Ketapang ini, dan semoga saja kasus ini tidak ada lagi korban jiwa lainnya," terangnya.
Kini, Pulau Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo ditetapkan sebagai KLB Difteri. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Muhammad Iqbal |
Publisher | : Lucky Setyo Hendrawan |