Peristiwa Daerah

TNI Polri Sekat Pintu Masuk Banyuwangi, Cegah Lanjutan Bentrok Perguruan Silat

Kamis, 10 Maret 2022 - 23:02 | 70.94k
Brimob, Kodim dan Lanal melakukan penjagaan di sekitar lokasi bentrok mematikan dua perguruan silat di Banyuwangi. (FOTO: Agung Sedana/TIMES Indonesia)
Brimob, Kodim dan Lanal melakukan penjagaan di sekitar lokasi bentrok mematikan dua perguruan silat di Banyuwangi. (FOTO: Agung Sedana/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Polisi melakukan penyekatan di pintu masuk Kabupaten Banyuwangi. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya lanjutan bentrok perguruan silat, yakni PSHT dan Pagar Nusa yang telah menyebabkan puluhan orang terluka dan satu korban tewas.

Fokus penyekatan di lakukan di tiga titik. Yakni di Pelabuhan untuk antisipasi rombongan pendekar dari Bali, di Wongsorejo untuk antisipasi pesilat dari Situbondo dan Bondowoso serta penyekatan di Kalibaru untuk antisipasi rombongan dari Jember.

Advertisement

Setiap pengendara yang lewat, baik mobil atau motor diperiksa satu persatu. Mereka diminta untuk menunjukan identitas diri. Jika berasal dari luar Banyuwangi, para pengendara ini dimintai keterangan soal tempat yang akan dituju.

Jika terbukti anggota perguruan silat, polisi langsung mendata indentitas mereka dan menyuruh untuk pulang. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap barang bawaan, apabila terdapati membawa senjata tajam maka akan dilakukan pengamanan.

Bentrok-Perguruan-Silat-2.jpgPenyekatan di pintu masuk Banyuwangi. Polisi memeriksa identitas pengendara guna antisipasi pendekar bala bantuan dari luar daerah. (FOTO: Agung Sedana/TIMES Indonesia)

“Penyekatan kita lakukan di beberapa titik. Antisipasi (pendekar) dari wilayah luar masuk Banyuwangi. Karena Banyuwangi dekat dengan tiga kabupaten, yakni Jember Sitbondo dan Bondowoso,” kata Wakapolresta Banyuwangi, AKBP Didik Hariyanto, Kamis (10/3/2022).

Untuk memaksimalkan penyekatan dan pengamanan di sekitar lokasi bentrok, Polresta Banyuwangi telah meminta bala bantuan dari satuan Brimob Polda Jatim. Selain itu, anggota TNI yang terdiri dari Kodim dan Lanal juga dilibatkan dalam pengamanan.

“Penyekatan saat ini sudah berjalan. Saat ini tim gabungan TNI dan Polri sudah melakukan penjagaan dan penyekatan di beberapa titik,” jelasnya.

Untuk diketahui, bentrok mematikan antara dua perguruan silat ini terjadi di Dusun Sidomukti, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi. Pada hari Kamis (10/3/2022) sekitar pukul 03.00 WIB.

Saat ini, kedua pihak perguruan silat bersepakat untuk tidak melakukan tindakan apapun. Mereka sepakat untuk menciptakan kondisi yang aman dan tidak meneruskan pertikaian. Untuk persoalan hukum, sepenuhnya diserahkan kepada pihak berwajib.

“PSHT dan Pagar Nusa menyerahkan seluruh persoalan yang ada sesuai hukum,” kata Wakapolresta Banyuwangi.

Selain penyekatan, Polresta Banyuwangi juga telah mengerahkan seluruh Polsek jajaran untuk melakukan patroli pengamanan. Di Kecamatan Bangorejo, mobil-mobil polisi nampak mondar-mandir berkeliling menyisir sejumlah jalanan yang ada. Ini dilakukan agar tidak terjadi bentrok lanjutan.

Belum diketahui secara pasti soal penyebab bentrok perguruan silat ini. Namun dari informasi yang beredar, bentrok berdarah tersebut dipicu oleh video di media sosial. Sebelumnya, ada beberapa video provokasi yang diduga menyulut emosi dari kedua belah pihak perguruan silat di Banyuwangi tersebut. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES