Peristiwa Daerah

Buntut Pilkades Serentak, Ratusan Warga Demo di Kantor Kecamatan Tiris Probolinggo

Jumat, 11 Maret 2022 - 17:24 | 57.47k
Ratusan warga melurug kantor kecamatan. (FOTO: Abdul Jalil/TIMES Indonesia)
Ratusan warga melurug kantor kecamatan. (FOTO: Abdul Jalil/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Ratusan warga Desa Tegalwatu Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jatim, melakukan aksi unjuk rasa ke kantor kecamatan setempat, Jumat (11/3/2022) siang. Aksi tersebut merupakan buntut dari persoalan pilkades serentak yang dinilai penuh kejanggalan.

Ratusan warga yang didominasi oleh ibu rumah tangga itu dilakukan sekitar pukul 12.30 WIB. Usai sholat Jumat itu, warga sudah memadati halaman Kantor Kecamatan Tiris. Mereka datang dengan membawa banyak selebaran dan meminta pihak kecamatan segera menemui mereka.

Advertisement

Namun, hingga pukul 13.50 WIB, pihak kecamatan tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Hingga akhirnya, sejumlah massa memaksa masuk ke halaman kecamatan dengan menerobos pagar dan barisan pasukan huru-hara.

Ratusan masa yang ikut demonstrasi itu merupakan massa dari Cakades Lasuman yang kalah 1 suara dalam Pilkades di Desa Tegalwatu Kecamatan Tiris. Mereka menuntut agar pihak kecamatan bersedia untuk menghitung ulang perolehan surat suara hasil pilkades yang dianggap banyak penyelewengan.

"Pokoknya, kami tidak mau pergi dari kantor kecamatan sebelum tuntutan kami untuk hitung ulang surat suara dikabulkan, bahkan kalau perlu kami tidur di sini. Kami tidak minta apa-apa, kami hanya ingin keadilan dari pihak kecamatan," kata Koordinator Aksi, Abdul Wafi.

Sementara itu, Kuasa Hukum Cakades Lasuman, Deni Ilhami mengatakan, jika aksi tersebut merupakan aksi kedua. Sebelumnya aksi serupa dilakukan pada Selasa (2/3/2022) lalu. Karena memang, pada aksi pertama kedatangan warga tidak digubris dan tidak ditindaklanjuti.

"Warga pada saat demo pertama kali itu berjanji kalau akan ada demo yang lebih besar lagi jika tuntutan pertama itu tidak direspon. Ya sekarang ini warga menepati janji sampai tadi terjadi ketegangan dengan pihak aparat gara-gara tidak mau menemui massa," ungkap Deni.

Hingga berita ini ditulis, TIMES Indonesia masih belum mendapat konfirmasi dan respon dari pihak Kecamatan Tiris.

Sekadar informasi, cakades di Desa Tegalwatu, terdapat tiga calon. Hasil penghitungan surat suara di desa, cakades nomor urut 1 Lasuman mendapat 985 suara; cakades nomor urut 2 Suraji mendapat 974 suara; dan cakades nomor urut 3 Hasin mendapat 986 suara. Sementara 29 surat suara tidak sah.

Sebelumnya, warga Desa Tegalwatu Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo sempat melakukan aksi serupa pada Selasa (2/3/2022) lalu. Mereka menuntut untuk dilakukan penghitungan surat suara hasil pilkades serentak secara terbuka. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES