Hukum dan Kriminal

Dengan Tubuh Penuh Perban, Ade Armando Diperiksa Penyidik Polda Metro Jaya

Rabu, 13 April 2022 - 17:33 | 32.73k
Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando usai menjadi korban penganiayaan saat demo 11 April 2022 (foto: Dokumen/Suara.com)
Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando usai menjadi korban penganiayaan saat demo 11 April 2022 (foto: Dokumen/Suara.com)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kuasa Hukum Ade Armando, Aulia Fahmi menjelaskan bahwa kliennya sudah diperiksa oleh Polda Metro Jaya, meskipun dengan kondisi tubuh lebam dan penuh perban.

Menurut Aulaia, Ade Armando meskipun sakit tetap berjuang mencari keadilan, dia didatangi penyidik untuk dimintai keterangan. Dia menerima penyidik dalam kondisi sakit parah dan badan penuh perban. Dia berharap kondisi yang mengharukan ini segera selesai dan berhasil diusut tuntas.

Advertisement

Dia menambahkan, pengacara akan memberikan pendampingan hukum untuk mengawal kasus penganiayaan itu, mereka juga mengincar kelompok yang diduga Relawan Anies Baswedan yang sengaja ingin mencelakai Ade Armando.

Lebih lanjut dia menjelaskan, rencana keji relawan Anies Baswedan itu diketahui melalui Screenshot percakapan di group WhatsApp. Mereka sedang diselidiki penyidik Polda Metro Jaya dan akan dilakukan penangkapan secepatnya.

"Untuk kasus hukumnya sendiri, tadi malam ada empat orang saksi yang sudah diperiksa di Polda Metro Jaya dan kabarnya sudah ada dua pelaku yang ditangkap, empat masih dicari dengan status DPO. Sementara klien kami kemarin sudah didatangi penyidik untuk diwawancara dan dimintai keterangannya terkait insiden itu," kata Aulia di Jakarta, Rabu (13/4/2022).

Kemudian, Aulia juga menggambarkan hasil pemeriksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya kepada Ade Armando. Mereka memberikan beberapa pertanyaan untuk mendalami kasus yang sedang didalami.

"Jadi penyidik sendiri mempertanyakan sekitar fakta, mulai dari bertanya kenapa klien kami datang ke gedung MPR/DPR, lalu bagaimana peristiwa itu bisa terjadi sampai akhirnya terjadi pemukulan dan pengeroyokan itu, dan hanya seputar itu saja," lanjutnya.

Diterangkan pula, pihaknya berharap polisi bisa secepatnya menangkap empat orang yang masih berstatus DPO agar bisa menemukan motif pengeroyokan yang dilakukan mereka kepada Ade Armando. "Ya kita berharap 4 orang yang masih DPO bisa tertangkap agar bisa jadi pembelajaran bagi masyarakat bahwa demonstrasi yang murni dari rekan-rekan mahasiswa jangan dimanfaatkan didomplengi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," pungkas Aulia.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES