
TIMESINDONESIA, BATU – Ada satu hal yang melegakan di tengah gegara dugaan kekerasan seksual yang menjerat JE, Founder SMA SPI Kota Batu. SMA SPI Kota Batu tahun ajaran ini tetap menerima siswa baru.
Artinya, sekolah unggulan ini tetap berjalan seperti biasa. Meski jumlah siswa yang diterima hanya separuh dari jumlah siswa yang diterima.
Advertisement
Jika tahun lalu jumlah siswa yang diterima sebanyak 90 siswa, tahun ini SMA SPI hanya menerima 40 siswa saja.
Menurut Kepala Sekolah SMA SPI Kota Batu, Risna Amalia Ulfa, jumlah siswa yang diterima ini terdiri dari 50 persen siswa laki-laki dan 50 persen perempuan.
"Tetap seluruh provinsi di Indonesia terwakili, berasal dari lima agama dan anak Yatim Piatu serta anak kurang mampu," ujarnya.
Selain dari Indonesia, peserta didik ada yang berasal dari Kamboja.
Lebih lanjut Risna menjelaskan bahwa penurunan jumlah siswa ini dikarenakan beberapa donatur menghentikan bantuannya.
Untuk bisa menjadi siswa, ke 40 peserta didik ini harus menjalani seleksi. Mereka tetap diharuskan tinggal di asrama dan mengembangkan kemampuan entrepreneurship.
Meski berada di tengah krisis pihaknya berusaha agar proses belajar mengajar SMA SPI Kota Batu tetap berjalan normal dan nyaman. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Deasy Mayasari |
Publisher | : Lucky Setyo Hendrawan |