Peristiwa Nasional

Pakistan Berencana Bobol Bendungan Untuk Selamatkan Warga dari Banjir

Senin, 05 September 2022 - 11:43 | 19.08k
Korban banjir di Sukkur, Pakistan menerima bantuan dari pemerintah setempat. (Foto:  Fareed Khan/AP)
Korban banjir di Sukkur, Pakistan menerima bantuan dari pemerintah setempat. (Foto:  Fareed Khan/AP)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, JAKARTABanjir di Pakistan sudah menelan ribuan korban jiwa. Untuk mengatasi jatuhnya korban lebih banyak pemerintah Pakistan membobol bendungan di Danau Manchar untuk menyelamatkan warga yang terendam banjir selama beberapa bulan terakhir. 
Banjir yang melanda Pakistan ini diakibatkan oleh hujan badai yang terjadi terus menerus di beberapa wilayah. Mencairnya glacier di wilayah Pakistan bagian utara juga menyebabkan banjir semakin parah.
Banjir ini setidaknya mempengaruhi kehidupan dan penghidupan 33 juta penduduk Pakistan. Hingga kini, dilansir dari The Guardian tercatat setidaknya 1.290 nyawa melayang termasuk di dalamnya nyawa 453 anak-anak setempat.
Danau Manchar merupakan danau terbesar di negara Pakistan. Danau ini biasanya digunakan sebagai tempat penympanan cadangan air negara. Namun akhir-akhir ini debit air di danau tersebut meningkat dan hampir mencapai level merah (bahaya). Hal ini menimbulkan ancaman bagi penduduk yang tinggal di daerah provinsi Sindh bagian selatan.
Di sekitar danau tersebut tinggal sekitar 100.000 penduduk yang memiliki mata pencaharian bertani dan mencari ikan dari danau. Dan kini mereka semua harus dipindahkan demi keselamatan penduduk lain yang berada dikawasan padat penduduk. 
"Dengan membuka bendungan di danau tersebut kita telah mencoba menyelamatkan kota Sehwan. Juga megurangi ketinggian air di kota Johi dan Mehar di wilayah Kabupaten Dadu," ungkap Jam Khan Soro, menteri Irigasi Pakistan melalui Reuters. 
Namun hingga kini, keseluruhan penduduk belum menyanggupi rencana tersebut. Belum bisa dipastikan apakah mereka akan mau dengan sukarela pindah dari daerah tersebut atau tidak. 
Dalam sehari angka kematian akibat banjir di Pakistan bisa mencapai 25 korban jiwa. Beberapa ada yang meninggal karena sakit dan beberapa lainnya meninggal akibat terseret banjir. 
Setelah seminggu lalu Perdana Menteri Pakistan menyerukan permohonan bantuan global, pada Minggu kemarin (4/9/2022) bantuan dari berbagai negara di dunia mulai berdatangan. Bahkan Unicef, Qatar, dan Arab Saudi juga mengirimkan bantuan untuk penanganan banjir ini. (*)

Advertisement

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Khodijah Siti
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES