Olahraga

Muhammad Ilham, Sang Penerobos Mimpi dari Persiba Balikpapan di PNM Liga Nusantara

Jumat, 21 Maret 2025 - 19:45 | 24.21k
Muhammad Ilham, atlet PERSIBA Balikpapan, dan sang ibu yang menjadi inspirasi pemuda Indonesia. (Foto: PNM for TI)
Muhammad Ilham, atlet PERSIBA Balikpapan, dan sang ibu yang menjadi inspirasi pemuda Indonesia. (Foto: PNM for TI)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Dalam setiap jejak langkah Muhammad Ilham di lapangan hijau, tersembunyi kisah haru dan perjuangan yang membara.

Pemain muda andalan Persiba Balikpapan ini bukan hanya mengukir prestasi sebagai peraih posisi ketiga di ajang PNM Liga Nusantara musim 2024/2025, ia juga menginspirasi jutaan pemuda Indonesia tentang arti mimpi, tekad, dan pengorbanan.

Advertisement

Ilham lahir dari keluarga prasejahtera di Sengae, Samarinda. Ibunya bernama Darmawati.

Sang ibu tercinta sehari-hari menjual kulit ketupat untuk menghidupi keluarga. Apalagi sejak ayah Ilham sakit-sakitan.

Di tengah keterbatasan ekonomi itu, harapan tentang masa depan Ilham sempat terasa kabur. Namun, semangat tak pernah padam. Meski tanpa sokongan materi, Darmawati memberi restu dan doa yang tak pernah putus untuk anak tercintanya, Ilham.

“Setiap mau berangkat main bola Ilham cuma minta uang saku. Tapi ternyata dari uang itu dia tabung untuk bayar sekolah bola. Dia nggak mau nyusahin keluarga,” kenang Darmawati dengan mata berkaca-kaca.

Ilham tumbuh sebagai pribadi mandiri. Keterbatasan tak menjadikannya lemah, justru menjadi alasan untuk lebih kuat dan disiplin.

Di saat banyak anak muda larut dalam genggaman kemudahan, Ilham memilih jalan terjal: berlatih keras, hidup hemat, dan memupuk mimpinya dalam diam. Ia tahu, jika ingin mengubah nasib, ia harus menjadi cahaya bagi keluarganya.

Keputusan bergabung bersama Persiba Balikpapan membuka babak baru dalam hidupnya. Prestasinya di Liga Nusantara bukan hanya kemenangan pribadi, tapi juga harapan yang nyata bagi keluarganya.

Kini, Ilham menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Kiriman uang dari hasil bertanding menjadi pengganti pelukan hangatnya kepada sang ibu yang belum bisa menyaksikan pertandingan secara langsung.

“Saya belum pernah lihat langsung Ilham main. Tapi setiap sebelum tanding, dia pasti telpon dan minta doa,” tutur Darmawati lirih.

“Dia pernah bilang kalau sudah sukses, mau belikan rumah. Hati saya campur aduk, bahagia dan sedih,” sambungnya.

Kisah Ilham juga tak lepas dari dukungan PNM Mekaar, program pemberdayaan perempuan prasejahtera yang telah menjadi tumpuan Darmawati dalam mengembangkan usaha kecilnya. Melalui ajang PNM Liga Nusantara, PNM turut membuka ruang bagi anak-anak nasabahnya untuk berkembang dan bersinar.

“Senang sekali, ternyata dari jualan kulit ketupat, Alhamdulillah saya bisa bantu anak saya meraih mimpinya. Ilham benar-benar mengangkat derajat keluarga kami,” ucap Darmawati penuh syukur.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menegaskan bahwa kehadiran PNM tidak hanya sekadar soal ekonomi, tapi juga menghadirkan nilai tambah untuk keluarga Indonesia.

“PNM Liga Nusantara ini bukan sekadar dukungan terhadap sepak bola tanah air, tetapi juga mendorong talenta muda dari keluarga akar rumput agar lebih profesional dan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” jelas Arief.

Kisah Muhammad Ilham adalah bukti nyata bahwa mimpi tak mengenal batas. Dengan semangat, ketekunan, dan cinta keluarga yang tulus, keterbatasan bisa diterobos.

Di balik sorak-sorai stadion, ada kisah perjuangan yang menggugah, dan Ilham adalah salah satu pahlawan dalam sunyi yang kini perlahan bersinar terang. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rifky Rezfany

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES