Preview Timnas Indonesia vs Bahrain, Garuda Berharap Ulang Momen Manis 2007

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Timnas Indonesia memiliki catatan kurang mengesankan dalam lima pertemuan terakhir melawan Bahrain, dengan hanya satu kemenangan yang terjadi hampir dua dekade lalu. Kemenangan bersejarah itu diraih pada 10 Juli 2007 saat Indonesia berlaga di Piala Asia sebagai tuan rumah.
Kala itu, tim Garuda yang diperkuat nama-nama seperti Bambang Pamungkas, Ellie Aiboy, Charis Yulianto, Firman Utina, dan Yandri Pitoy sukses menaklukkan Bahrain dengan skor 2-1 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Gol cepat dari Budi Sudarsono pada menit ke-14 sempat disamakan oleh tandukan Sayed Jalal di menit ke-27. Namun, aksi Bambang Pamungkas yang memanfaatkan bola muntah pada menit ke-64 memastikan kemenangan bagi Indonesia.
Advertisement
Sejak kemenangan itu, Indonesia tak pernah lagi menaklukkan Bahrain dalam tiga pertemuan berikutnya. Pada 6 Desember 2011, di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2014, Indonesia kalah 0-2 di kandang sendiri. Kekalahan lebih pahit terjadi pada 29 Februari 2012, ketika Indonesia dibantai 0-10 di Bahrain.
Kini, setelah 12 tahun, Indonesia kembali bertemu Bahrain dalam putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Laga pertama yang berlangsung di Stadion Nasional Bahrain pada 10 Oktober 2024 berakhir imbang 2-2, dengan beberapa keputusan wasit yang menuai kontroversi. Pertandingan kedua akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno pada Selasa, pukul 20.45 WIB, dengan kedua tim masih berpeluang lolos ke Piala Dunia 2026.
Magis GBK dan Dukungan Suporter
Sebagai stadion bersejarah, Gelora Bung Karno terbukti menjadi tempat yang sulit bagi tim tamu dalam putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dalam tiga laga kandang sebelumnya, Indonesia mencatat satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.
Kemenangan krusial diraih saat menghadapi Arab Saudi pada 19 November 2024, dengan skor 2-0. Suasana intimidatif dari puluhan ribu suporter membuat The Falcons kesulitan mengembangkan permainan, sekaligus mencatat kemenangan pertama Indonesia atas Arab Saudi dalam delapan pertemuan terakhir.
Dukungan penuh suporter juga terlihat dalam laga melawan Australia yang berakhir 2-2 pada 10 September 2024. Satu-satunya kekalahan terjadi saat Indonesia menghadapi Jepang, yang berakhir dengan skor 0-4 pada 15 September 2024.
Menjelang duel melawan Bahrain, PSSI telah mengonfirmasi bahwa tiket pertandingan telah habis terjual, dengan sekitar 60 ribu suporter siap memerahkan GBK. Atmosfer mencekam seperti saat menghadapi Arab Saudi diharapkan bisa menjadi faktor penentu kemenangan tim Garuda.
Prediksi Susunan Pemain
Indonesia kemungkinan besar tidak akan diperkuat Mees Hilgers dan Sandy Walsh yang mengalami cedera saat menghadapi Australia pada 20 Maret lalu. Sebagai gantinya, Rizki Ridho berpeluang menggantikan Hilgers dan berduet dengan Jay Idzes serta Justin Hubner di lini pertahanan.
Di bawah mistar, Maarten Paes diprediksi tetap menjadi pilihan utama pelatih Patrick Kluivert. Kevin Diks akan mengisi posisi bek sayap kanan, sementara Calvin Verdonk kemungkinan kembali ke posisi aslinya di bek sayap kiri.
Thom Haye dan Ivar Jenner diharapkan mengontrol tempo permainan dari lini tengah, sementara lini depan akan dihuni oleh Ole Romeny, Eliano Reijnders, dan Ragnar Oratmangoen yang kembali setelah menjalani hukuman akumulasi kartu.
Dengan persiapan sekitar empat hari, Kluivert kemungkinan akan mempertahankan formasi 3-4-3 yang bisa bertransformasi menjadi 5-4-1 saat bertahan, seperti yang digunakan dalam laga melawan Australia.
Prediksi Starting XI
Indonesia (3-4-3): Maarten Paes (PG); Rizki Ridho, Jay Idzes, Justin Hubner; Calvin Verdonk, Thom Haye, Ivar Jenner, Kevin Diks; Eliano Reijnders, Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen.
Pelatih: Patrick Kluivert
Bahrain (4-2-3-1): Ebrahim Lutfallah (PG); Vincent Emmanuel, Waleed Al Hayam, Hazaa Ali, Abdulla Al Khalassy; Komail Al-Aswad, Sayed Dhiya; Ali Madan, Mohamed Marhoon, Mahdi Al Humaidan; Mahdi Abduljabbar.
Dengan dukungan penuh dari suporter dan atmosfer magis GBK, Indonesia berambisi untuk memutus rekor buruk melawan Bahrain dan membuka peluang lebih besar untuk lolos ke Piala Dunia 2026. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |
Publisher | : Rizal Dani |