
TIMESINDONESIA, WONOSOBO – Wonosobo, sebuah daerah di Jawa Tengah yang terkenal dengan pesona alam Dieng, juga memiliki kekayaan kuliner yang patut dicoba. Makanan khasnya yang unik dan penuh cita rasa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung. Berikut beberapa makanan khas Wonosobo yang wajib dicicipi saat liburan.
1. Mie Ongklok, Sajian Legendaris yang Menggugah Selera
Advertisement
Mie Ongklok merupakan ikon kuliner Wonosobo yang terkenal dengan kuah kental berbahan dasar tepung kanji, ebi, dan gula jawa. Sajian ini biasanya disajikan dengan sate sapi dan tempe kemul sebagai pelengkap.
Menurut Sari, seorang pedagang Mie Ongklok di kawasan Alun-Alun Wonosobo, cita rasa khas dari mie ini terletak pada kuahnya yang unik.
"Mie Ongklok sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Yang membedakan dengan mie lain adalah kuahnya yang kental dan manis-gurih. Wisatawan dari luar kota biasanya kaget saat pertama kali mencicipi, tapi kebanyakan jadi ketagihan," ujarnya, Jumat, (28/03/25).
Ia juga menambahkan bahwa puncak kunjungan wisatawan biasanya terjadi saat akhir pekan dan musim liburan, di mana banyak pengunjung datang khusus untuk menikmati Mie Ongklok.
2. Tempe Kemul, Camilan Gurih Pendamping Teh Hangat
Tempe Kemul Khas Wonosobo lebih renyah dengan Aroma Kucai yang Menggoda. (FOTO: Dok. Ayo Dolan Wonosobo)
Selain Mie Ongklok, Tempe Kemul juga menjadi kuliner yang banyak dicari wisatawan. Camilan ini mirip dengan tempe mendoan, namun lebih renyah karena adonan tepungnya lebih tebal dan diberi tambahan daun kucai. Tempe kemul berbeda dengan mendoan. Tempe Kemul lebih renyah dan aromanya lebih harum karena pakai kucai. Masyarakat Wonosobo biasa menikmatinya dengan cabai rawit.
3. Nasi Megono, Sajian Tradisional yang Mengenyangkan
Bagi yang mencari makanan berat, Nasi Megono bisa menjadi pilihan. Hidangan ini terdiri dari nasi dengan topping cacahan nangka muda yang dibumbui kelapa parut dan rempah-rempah.
Menurut Rina, pemilik warung makan di kawasan Watumalamg, Nasi Megono sering menjadi pilihan utama untuk sarapan.
"Wisatawan biasanya mencari Nasi Megono di pagi hari. Rasanya gurih dengan sedikit pedas, apalagi kalau dimakan dengan tahu bacem atau ikan asin. Nangka yang digunakan harus dimasak lama supaya bumbunya benar-benar meresap," katanya Jumat, (28/03/25).
4. Carica, Oleh-Oleh Khas yang Segar dan Manis
Sirup Carica yang segar dan manis, bisa dengan mudah ditemui di toko oleh-oleh khas Wonosobo. (FOTO: Dok. Carica Gemilang)
Buah Carica, yang hanya tumbuh di dataran tinggi Dieng, sering diolah menjadi manisan atau sirup yang menyegarkan. Produk ini menjadi oleh-oleh favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke Wonosobo.
Buah carica berwarna kuning dengan bentuk mirip pepaya namun dengan ukuran yang lebih kecil, sehingga sebagian orang menyebut carica sebagai pepaya dieng atau pepaya gunung.
5. Purwaceng, Minuman Herbal Khas Pegunungan Dieng
Purwaceng merupakan minuman khas Dieng yang dikenal sebagai penghangat tubuh dan memiliki berbagai manfaat kesehatan. Tanaman ini biasanya diseduh dan sering dicampur dengan kopi atau susu.
Menurut Danu, seorang pemuda dan penjual Purwaceng di Dieng, minuman ini semakin populer di kalangan wisatawan karena manfaatnya yang dipercaya dapat meningkatkan stamina.
"Purwaceng dulu hanya dikenal masyarakat lokal, tapi sekarang sudah banyak wisatawan yang mencarinya. Kami biasanya menjual dalam bentuk bubuk yang bisa diseduh dengan madu agar lebih nikmat," ungkapnya Jumat, (28/03/25).
Wonosobo bukan hanya menawarkan keindahan alam yang memukau, tetapi juga kelezatan kuliner yang khas dan beragam. Dari Mie Ongklok yang legendaris hingga Purwaceng yang menyehatkan, setiap makanan memiliki keunikan tersendiri. Jika Anda berencana berlibur ke Wonosobo, pastikan untuk mencicipi kuliner khasnya agar perjalanan semakin berkesan. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Imadudin Muhammad |
Publisher | : Lucky Setyo Hendrawan |