Advertisement
Ekonomi

KKP Perluas Pasar Perikanan 2026: Bidik AS, Uni Eropa, hingga Amerika Latin

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) siapkan langkah strategis perluas akses pasar perikanan 2026, mulai dari diplomasi aturan baru AS hingga tarif nol persen ke Jepang.

TIMES Indonesia,
KKP Perluas Pasar Perikanan 2026: Bidik AS, Uni Eropa, hingga Amerika Latin
Ilustrasi. Pelepasan ekspor produk perikanan. (Foto: ANTARA FOTO/Hasrul Said/nym)
A-AA+

Jakarta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen untuk terus menjaga dan memperluas akses pasar produk perikanan Indonesia di kancah internasional pada tahun 2026. Sejumlah langkah strategis disiapkan, mulai dari pendampingan teknis bagi eksportir hingga diplomasi tingkat tinggi terkait kebijakan tarif.

Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Erwin Dwiyana, menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memfasilitasi asosiasi dan eksportir dalam menghadapi regulasi ketat di Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Advertisement

“Kami mendorong pelaku usaha perikanan untuk tetap berkomitmen menjaga mutu dan keamanan produk, sekaligus mendukung keberlanjutan sumber daya dan daya saing sektor perikanan,” ujar Erwin dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Menghadapi Regulasi Ketat Uni Eropa dan Amerika Serikat

KKP tengah aktif memberikan pendampingan terkait aturan baru Uni Eropa mengenai Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) dan pernyataan pengolahan. Sementara untuk pasar AS, dukungan difokuskan pada pemenuhan syarat Certificate of Admissibility agar produk Indonesia tetap diterima di sana.

Tak hanya itu, KKP melakukan diplomasi khusus melalui pengajuan Comparability Finding (CF) untuk rajungan hasil tangkapan gillnet kepada National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Langkah ini diambil demi memastikan ekspor rajungan ke Negeri Paman Sam tetap lancar tanpa hambatan regulasi setempat.

Peluang Tarif Nol Persen dan Pasar Non-Tradisional

Salah satu kabar baik bagi pelaku usaha adalah implementasi tarif preferensi nol persen dalam kerangka Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJ-EPA) untuk produk olahan tuna dan cakalang. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku efektif setelah triwulan I-2026.

Selain pasar tradisional seperti Jepang dan AS, pemerintah gencar melirik kawasan potensial lainnya.

Advertisement

“Kami juga terus melakukan sosialisasi pemanfaatan tarif preferensi hasil perundingan Indonesia kepada pelaku usaha,” tambah Erwin.

Saat ini, perundingan penurunan tarif terus diupayakan menjangkau wilayah Amerika Utara, Asia Selatan, Timur Tengah, Eurasia, hingga Amerika Latin.

Capaian Ekspor dan Surplus Perdagangan

Berdasarkan catatan sepanjang periode Januari hingga Desember 2025, performa sektor perikanan Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif dengan total nilai ekspor mencapai 6,27 miliar dolar AS atau setara dengan Rp105,5 triliun, meningkat sebesar 5,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Amerika Serikat memperkokoh posisinya sebagai pasar utama bagi produk perikanan nasional dengan nilai kontribusi sebesar 1,99 miliar dolar AS atau sekitar Rp33,5 triliun.

Sementara itu, udang masih menjadi komoditas unggulan yang paling diminati di pasar global, dengan nilai ekspor menembus 1,87 miliar dolar AS atau setara Rp31,5 triliun, menjadikannya primadona dalam menopang neraca perdagangan subsektor perikanan Indonesia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatatkan surplus neraca perdagangan produk perikanan sepanjang 2025 sebesar 5,60 miliar dolar AS atau Rp94,2 triliun, meningkat 3,0 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Strategi tahun 2026 ini diharapkan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan tersebut di tengah tantangan ekonomi global. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia