Advertisement
Sosok

Putri Intan, Generasi Kedua yang Mengawal Transformasi Bisnis Keluarga di Era Digital

Putri Intan, generasi kedua pemimpin bisnis keluarga di Bandung, mengungkap strategi transformasi digital, rebranding, dan kepemimpinan kolaboratif untuk menjaga keberlanjutan usaha di era modern.

TIMES Indonesia,
Putri Intan, Generasi Kedua yang Mengawal Transformasi Bisnis Keluarga di Era Digital
Putri Intan. (FOTO: Putri for TIMES Indonesia)
A-AA+

Bandung Sosok perempuan muda itu tampak tenang saat membagikan kisahnya di sudut sebuah kafe di Kota Bandung, tempat yang juga menjadi saksi bisu tumbuh kembang pemikirannya. 

Putri Intan, atau yang akrab disapa Putri, merupakan representasi generasi kedua yang kini memegang kendali strategis sebagai Presiden Komisaris sekaligus Direktur di dua perusahaan berbeda. 

Advertisement

Di balik pembawaannya yang santun, tersimpan visi besar untuk melakukan transformasi pada unit usaha yang telah dirintis oleh orang tuanya agar tetap tegak berdiri di tengah gempuran kompetisi global.

Lulusan sarjana Administrasi Bisnis dari Telkom University ini menyadari betul bahwa statusnya sebagai penerus bukanlah jalan pintas yang mudah, melainkan sebuah tanggung jawab besar untuk menjaga warisan keluarga. 

Di momen tersebut kesibukannya mengelola operasional perusahaan tidak membuat perempuan yang hobi traveling ini kehilangan sentuhan personalnya dalam memimpin. 

Melalui akun Instagram pribadinya @putrintn, ia kerap membagikan sisi lain kehidupannya yang dinamis, menyeimbangkan antara tuntutan profesional dan kegemarannya mengeksplorasi tempat-tempat baru.

Menyelaraskan Idealisme dan Inovasi Modern

Menerima tongkat estafet bisnis keluarga mengharuskan Putri untuk berhadapan langsung dengan cepatnya perubahan teknologi dan pergeseran perilaku konsumen yang semakin kritis. 

Advertisement

Ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat pertama kali menjabat adalah bagaimana melakukan adaptasi tanpa menghilangkan jati diri perusahaan yang sudah dibangun puluhan tahun. 

"Langkah yang saya ambil adalah melakukan transformasi digital secara menyeluruh untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih modern," ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Lebih lanjut Putri menjelaskan bahwa cara terbaik untuk menyeimbangkan idealisme orang tua dengan inovasi baru adalah dengan memahami nilai-nilai inti perusahaan sebagai fondasi utama. 

Menurut pandangannya, inovasi tidak harus mengubah nilai dasar, melainkan bisa diimplementasikan pada pengembangan produk yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. 

Dia juga menekankan perihal pentingnya menjaga komunikasi dua arah dengan orang tua guna menjelaskan setiap langkah pembaruan agar visi besar keluarga tetap selaras dan mendapatkan dukungan penuh.

Menjangkau Generasi Muda Tanpa Melupakan Tradisi

Di bawah kepemimpinannya, strategi modernisasi diarahkan untuk menjangkau pasar milenial dan Gen Z melalui pemasaran konten yang menarik dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan digital. 

Atas dasar itu Putri berpandangan bahwa rebranding atau memberikan sentuhan segar pada identitas merek sangat krusial agar perusahaan tetap terlihat relevan di mata demografi generasi muda. 

Meski demikian, ia tetap mempertahankan standar kualitas yang selama ini menjadi alasan pelanggan setia dari era orang tuanya untuk tetap bertahan dan tidak berpaling ke kompetitor.

Selain urusan pasar, tantangan internal berupa hubungan antar-generasi dengan karyawan senior menjadi perhatian khusus bagi Putri. Ia memilih pendekatan yang humanis dengan menghargai pengalaman serta kontribusi para karyawan lama melalui komunikasi yang terbuka dan jujur. 

"Saya sering kali melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan penting atau memberikan peran sebagai mentor bagi karyawan yang lebih muda agar tercipta ekosistem kerja yang solid dan saling menghormati," tuturnya.

Kepemimpinan Perempuan dan Rahasia Keberlanjutan

Sebagai seorang pemimpin perempuan, Putri membawa warna baru melalui gaya kepemimpinan yang lebih kolaboratif dan empati tinggi terhadap kesejahteraan karyawan. 

Dirinya yakin dan percaya bahwa kemampuan multitasking serta fleksibilitas dalam beradaptasi adalah kekuatan utama perempuan dalam mengelola bisnis yang kompleks. 

"Bagi saya menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung pertumbuhan individu adalah kunci untuk mempertahankan loyalitas tim di tengah persaingan industri yang semakin ketat," ungkap dia menjabarkan.

Menutup perbincangan, Putri memberikan pesan mendalam bagi perempuan muda lainnya yang tengah bersiap melanjutkan bisnis keluarga agar tidak merasa terbebani oleh bayang-bayang kesuksesan orang tua. 

Lebih jauh ia menegaskan bahwa setiap individu harus fokus pada perjalanan dan jejaknya sendiri tanpa perlu membandingkan diri dengan pencapaian generasi sebelumnya. 

"Dengan perencanaan suksesi yang jelas, pemisahan urusan keluarga dan profesional, serta kultur perusahaan yang kuat, sebuah bisnis keluarga diyakini tidak hanya akan bertahan tetapi justru akan berkembang jauh lebih besar," tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wandi Ruswannur
PenulisWandi RuswannurSarjana Hukum STAI Al-Azhary Cianjur Bergabung bersama TIMES Indonesia sejak 2024. Meliput berbagai topik, termasuk pemerintahan, politik, hukum, olahraga, life style, seni-budaya, pendidikan dan lingkungan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia