Advertisement
Olahraga

Arsenal ke Final Liga Champions 2026, Pertama Setelah 20 Tahun

Gol tunggal Bukayo Saka memastikan langkah Arsenal ke final Liga Champions 2026. Meriam London kini membidik gelar Eropa pertama dalam sejarah klub.

TIMES Indonesia,
Arsenal ke Final Liga Champions 2026, Pertama Setelah 20 Tahun
Pelatih Mikel Arteta merayakan keberhasilan menembus final Liga Champions usai mengalahkan Atletico Madrid 1-0 untuk memastikan kemenangan agregat 2-1. Di final, The Gunners akan menunggu pemenang antara PSG dan Bayern Munich. (foto: Arsenal)
A-AA+

JAKARTA Musim 2025/2026 menjadi saksi transformasi Arsenal di bawah arahan Mikel Arteta. Setelah penantian panjang selama dua dekade, The Gunners akhirnya menembus partai puncak Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2006.

Kepastian ini diraih setelah Arsenal menundukkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1, menyusul kemenangan tipis 1-0 pada laga leg kedua di Stadion Emirates, Selasa malam waktu setempat atau Rabu (6/5/2026) dini hari tadi.

Advertisement

Hasil ini bukan sekadar statistik, melainkan manifestasi dari kematangan taktik yang dibangun Arteta. Gol krusial Bukayo Saka pada menit ke-44 menjadi pembeda, memecah kebuntuan setelah pressing ketat yang diterapkan tim tamu sepanjang babak pertama.

Evolusi Taktik dan Kepercayaan pada Pemain Muda

Kunci keberhasilan Arsenal musim ini terletak pada kedalaman skuad dan keberanian Arteta dalam melakukan eksperimen taktis. Pada laga krusial ini, pelatih asal Spanyol tersebut menaruh kepercayaan besar pada Myles Lewis-Skelly, pemain berusia 19 tahun yang mengisi lini tengah.

Keputusan ini terbukti tepat. Lewis-Skelly mampu mengalirkan bola dengan tenang di area sempit, berkolaborasi apik dengan Declan Rice untuk menjaga ritme permainan. Di lini belakang, performa solid Gabriel dan ketajaman Ben White yang kembali ke level terbaiknya memastikan pertahanan Arsenal tetap kokoh meski terus ditekan oleh agresivitas Atletico Madrid.

Viktor Gyokeres, yang menjadi motor serangan, juga menunjukkan peran vitalnya. Meski sempat menyia-nyiakan peluang emas, pergerakannya sepanjang laga berhasil menarik fokus bek-bek Atletico, memberikan ruang bagi Saka untuk mencetak gol kemenangan.

Menembus Pertahanan Berlapis Simeone

Bagi Atletico Madrid, kekalahan ini menjadi akhir dari perjalanan yang cukup alot. Diego Simeone, dengan karakter pertahanan gerendel khasnya, hampir saja memaksakan hasil imbang melalui peluang yang didapatkan Giuliano Simeone. Namun, aksi heroik Declan Rice melalui tekel krusial di babak pertama dan disiplin lini belakang Arsenal menggagalkan setiap upaya tim tamu untuk mencetak gol balasan.

Advertisement

Arsenal terbukti mampu keluar dari tekanan laga besar. Sepanjang fase gugur Liga Champions musim ini, mereka telah menyingkirkan tim-tim raksasa seperti Bayern Munich, Inter Milan, dan Sporting CP. Kemenangan atas Atletico ini menjadi bukti bahwa Arsenal kini tidak lagi sekadar menjadi penantang, melainkan kandidat kuat juara.

Menuju Final di Budapest

Dengan tiket final di tangan, Arsenal kini hanya berjarak empat pertandingan dari kemungkinan meraih gelar ganda, trofi Liga Champions dan Premier League. Fokus kini beralih ke laga final yang akan digelar pada 30 Mei di Budapest.

Menghadapi pemenang antara Bayern Munich atau PSG di partai puncak akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi Arteta. Namun, dengan rekor tak terkalahkan di Eropa musim ini, Arsenal telah menunjukkan bahwa mereka siap untuk mengakhiri dahaga gelar kontinental yang telah bertahan selama 22 tahun. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia