Advertisement
Peristiwa Daerah

Jelang Idul Adha, Pengawasan Hewan Kurban di Bondowoso Ditingkatkan

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bondowoso meningkatkan pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban.

TIMES Indonesia,
Jelang Idul Adha, Pengawasan Hewan Kurban di Bondowoso Ditingkatkan
Ilustrasi pengawasan hewan ternak oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bondowoso menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

BONDOWOSO Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bondowoso meningkatkan pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban. 

Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), serta Peste des Petits Ruminants (PPR) yang masih menjadi perhatian.

Advertisement

Pengawasan dilakukan secara menyeluruh melalui pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medik dan paramedik veteriner di sejumlah lapak penjualan hewan kurban hingga menjelang proses penyembelihan. 

Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan hewan yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso, Hendri Widotono menegaskan bahwa seluruh hewan kurban wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

“Pemeriksaan dilakukan sejak di lapak hingga sebelum pemotongan untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat dan tidak terjangkit penyakit menular,” ujarnya.

Menurutnya, pengawasan ketat ini menjadi bagian dari upaya pencegahan agar penyakit menular pada ternak tidak meluas dan menimbulkan kerugian bagi peternak maupun masyarakat. 

Advertisement

Selain pemeriksaan administrasi dan kesehatan kata dia, petugas juga diterjunkan langsung untuk memantau aktivitas perdagangan hewan kurban di berbagai titik penjualan.

Hendri juga mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam memilih hewan kurban. Ia menyarankan agar hewan yang dibeli memiliki kondisi fisik sehat, cukup umur, tidak cacat, serta lebih diutamakan berjenis kelamin jantan.

" Upaya ini diharapkan dapat menjaga keamanan pangan sekaligus menekan risiko penyebaran penyakit hewan di Bondowoso, " pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia