Advertisement
Kopi TIMES

Pelajaran dari Vosco Kafe Malang dan HIPMI

Jalan bisnis tidak dimulai dari panggung besar. Ia justru dimulai dari secangkir kopi, satu meja kecil, dan obrolan yang dijalani dengan niat baik.

TIMES Indonesia,
nalang saputra
nalang saputra - Kopi Times
Pelajaran dari Vosco Kafe Malang dan HIPMI
Nalang Saputra, Praktisi Bisnis, Strateg Bisnis, serta Konsultan Bisnis & Industri Perbukuan.
A-AA+

Ruang Menulis untuk Indonesia

Kopi TIMES adalah ruang kolaboratif bagi siapa saja yang ingin menyuarakan ide, pengalaman, dan pemikiran kepada publik luas. Di sini, tulisan lahir dari beragam latar belakang: akademisi, mahasiswa, guru, santri, profesional, pelaku UMKM, pegiat komunitas, aktivis, birokrat, politisi, seniman, hingga warga biasa yang peduli pada isu di sekitarnya.

MALANG Di Malang, kopi tidak hanya hadir sebagai minuman. Ia sudah menjadi bagian dari cara orang bertemu, berbicara, dan membangun hubungan. Dari meja kafe, banyak obrolan yang awalnya ringan bisa pelan-pelan berubah menjadi peluang. Kadang membahas kabar usaha, kadang saling mengenalkan teman, kadang juga sekadar berbagi keresahan sebagai sesama pelaku bisnis.

Saya merasakan hal itu ketika berada dalam suasana kafe seperti Vosco di Kota Malang. Tempat seperti ini bukan hanya menyediakan kopi, makanan, dan ruang yang nyaman. Lebih dari itu, ia menjadi ruang sosial. Orang datang tidak selalu hanya untuk minum kopi. Ada yang bertemu klien, berdiskusi dengan tim, menyelesaikan pekerjaan, atau sekadar mencari suasana baru agar pikiran tidak buntu.

Advertisement

Dalam dunia bisnis, ruang seperti ini punya nilai yang sering tidak terlihat di laporan keuangan. Kafe bisa menjadi titik temu. Di sana, percakapan terasa lebih cair dibandingkan ruang rapat. Orang bisa berbicara lebih santai, tetapi tetap serius. Ide bisa muncul tanpa harus diawali dengan presentasi panjang. Bahkan, kepercayaan sering kali tumbuh bukan dari kalimat promosi, melainkan dari cara seseorang membawa diri dalam percakapan sederhana.

Pengalaman bersama lingkungan HIPMI juga mengajarkan hal serupa. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia bukan hanya tempat berkumpul para pelaku usaha muda. Di dalamnya ada proses saling belajar, saling menguatkan, dan saling membuka jalan. Bagi saya, jejaring bisnis bukan sekadar menambah kontak di telepon genggam. Jejaring bisnis adalah tentang membangun kepercayaan, menjaga nama baik, dan hadir dengan nilai yang jelas.

Banyak orang ingin punya jaringan luas, tetapi lupa bahwa jaringan tidak cukup dibangun dengan kartu nama. Relasi bisnis tumbuh dari konsistensi. Datang ketika dibutuhkan. Menjawab pesan dengan baik. Tidak mudah ingkar janji. Berani jujur ketika belum mampu. Tidak berlebihan saat menawarkan diri. Hal-hal sederhana seperti ini sering kali menjadi ukuran pertama sebelum orang percaya untuk bekerja sama.

Di lingkungan HIPMI, saya melihat bahwa pengusaha tidak bisa berjalan sendirian. Sekuat apa pun modal, sebagus apa pun produk, tetap ada saat ketika kita membutuhkan sudut pandang orang lain. Ada masalah yang lebih ringan ketika dibahas bersama. Ada peluang yang baru terlihat setelah bertemu orang yang tepat. Ada strategi yang menjadi lebih matang karena diuji dalam obrolan dengan sesama pelaku usaha.

Kopi dan kafe kemudian menjadi jembatan yang menarik. Ia mempertemukan suasana santai dengan tujuan yang serius. Di meja kopi, orang bisa membahas harga, pasar, kerja sama, pemasaran, sampai tantangan mengelola tim. Namun, karena suasananya tidak terlalu kaku, percakapan bisnis terasa lebih manusiawi.

Advertisement

Tentu, tidak semua obrolan di kafe akan langsung menjadi transaksi. Tidak semua pertemuan akan berubah menjadi kerja sama. Namun, setiap pertemuan yang dijaga dengan baik bisa menjadi investasi sosial. Dalam bisnis, kadang hasilnya tidak datang hari ini. Bisa jadi datang beberapa bulan kemudian, ketika seseorang mengingat kita sebagai orang yang bisa dipercaya.

Dari Vosco, HIPMI, dan banyak meja kopi lain di Malang, saya belajar satu hal: bisnis bukan hanya soal produk dan keuntungan. Bisnis juga soal hubungan. Orang membeli karena butuh, tetapi orang bekerja sama karena percaya.

Maka, bagi pengusaha muda, jangan meremehkan obrolan sederhana. Jangan menyepelekan pertemuan kecil. Jangan pula hadir hanya ketika butuh. Rawatlah hubungan sebelum meminta peluang. Sebab, dalam dunia usaha, jejaring yang kuat sering lahir dari sikap yang sederhana: mau mendengar, mau belajar, dan mau menjaga kepercayaan.

***

*) Oleh : Nalang Saputra, Praktisi Bisnis, Strateg Bisnis, serta Konsultan Bisnis & Industri Perbukuan.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

*) Kopi TIMES atau rubik opini di TIMES Indonesia  untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. 

*) Sertakan nama penulis, profesi beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke https://kopi.times.co.id/

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia