Kementrans Revitalisasi 45 Kawasan Transmigrasi Prioritas, Poso dan Merauke Jadi Unggulan
Kementerian Transmigrasi memfokuskan revitalisasi pada 45 kawasan prioritas tahun ini, termasuk Poso dan Merauke. Program ini bertujuan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru dan mengurangi ketimpangan antarwilayah sesuai arahan Presiden Prabowo
JAKARTA – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) memfokuskan program revitalisasi kawasan transmigrasi tahun ini pada 45 daerah terpilih. Langkah strategis ini diambil karena wilayah-wilayah tersebut dinilai mampu memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional serta menekan angka ketimpangan antarwilayah.
Menteri Transmigrasi (Mentrans), M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengungkapkan bahwa penentuan wilayah prioritas ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, kebijakan ini merujuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang disusun oleh Bappenas.
“Contohnya seperti kawasan transmigrasi di Poso dan Merauke yang menjadi prioritas nasional karena memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pangan, hortikultura, hilirisasi komoditas unggulan, serta penciptaan pusat pertumbuhan ekonomi baru,” kata M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Iftitah menjelaskan, sebenarnya terdapat arahan khusus dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), untuk memperkuat seluruh wilayah transmigrasi yang kini berjumlah 154 kawasan di Indonesia. Hal ini didasari pandangan bahwa setiap daerah memiliki peran strategis dalam pemerataan ekonomi nasional.
Namun, untuk tahun anggaran ini, Kementrans memilih untuk mengonsentrasikan program revitalisasi pada 45 kawasan prioritas terlebih dahulu sebelum nantinya diperluas ke wilayah lainnya.
Menurut Iftitah, cakupan revitalisasi ini tidak hanya terbatas pada perbaikan infrastruktur fisik. Program tersebut juga menyentuh aspek penguatan ekonomi kawasan, penyelesaian sengketa lahan, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), hingga pembangunan konektivitas dengan pasar nasional maupun global.
Pemerintah berkomitmen mendorong pembangunan kawasan transmigrasi yang modern, produktif, dan berkelanjutan. Target utamanya adalah melahirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menyerap lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
“Transmigrasi hari ini bukan lagi soal perpindahan penduduk, tetapi bagaimana mengintegrasikan potensi kawasan dengan investasi untuk menciptakan kebangkitan ekonomi lokal,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


