Advertisement
Peristiwa Daerah

Berbobot 1 Ton, Presiden Prabowo Subianto Pilih Dua Sapi Kurban Asal Bantul

Presiden Prabowo Subianto membeli dua ekor sapi untuk hewan kurban dari peternak di Bantul.

TIMES Indonesia,
Berbobot 1 Ton, Presiden Prabowo Subianto Pilih Dua Sapi Kurban Asal Bantul
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo (foto: Times Indonesia)
A-AA+

BANTUL Dua ekor sapi milik peternak asal Kabupaten Bantul terpilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, mengatakan terpilihnya sapi asal Bantul tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi para peternak di Bumi Projotamansari.

Advertisement

“Alhamdulillah, setiap tahun pada perayaan Iduladha Presiden RI memilih sejumlah sapi dari Bantul. Tahun ini ada dua ekor sapi yang sudah resmi dipilih,” katanya, Minggu (10/5/2026).

Dua sapi tersebut masing-masing milik peternak M. Gilang Kurniawan, warga Jati, Wonokromo, Pleret, dan Sambodo, warga Salakan, Bangunjiwo, Kasihan.

Sapi milik M. Gilang Kurniawan berjenis Peranakan Ongole (PO) dengan bobot mencapai satu ton dan ditaksir seharga Rp 90 juta. Sementara sapi milik Sambodo juga memiliki bobot sekitar satu ton dengan harga mencapai Rp110 juta.

Joko Waluyo menyebut sapi-sapi pilihan Presiden memiliki kualitas yang sangat baik, terbukti dari bobotnya yang mencapai lebih dari satu ton.

“Ini berarti peternaknya bagus-bagus, pertumbuhan sapinya juga sangat baik karena yang dipilih bobotnya di atas satu ton,” ujarnya.

Advertisement

Menurutnya, terpilihnya sapi asal Bantul sebagai hewan kurban Presiden menjadi kebanggaan tersendiri bagi para peternak lokal serta diharapkan mampu memotivasi petani dan peternak untuk terus meningkatkan kualitas ternak mereka. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Soni Haryono
PenulisSoni HaryonoSarjana Ekonomi UPN Veteran Yogyakarta (1993). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia