Advertisement
Gaya Hidup

Fun Race Gledekan Tretes dari Tradisi jadi Destinasi Sport Tourism

Kereta luncur atau "gledekan" pada awalnya dibuat menggunakan kerangka dan roda kayu. Dengan memanfaatkan gravitasi di jalur menurun kawasan Palembon, Tretes, permainan tradisional ini menjadi hiburan favorit warga setempat sejak puluhan tahun lalu.

TIMES Indonesia,
Fun Race Gledekan Tretes dari Tradisi jadi Destinasi Sport Tourism
Sejumlah peserta melintasi tikungan Sirkuit Palembon, Tretes, Prigen, Jawa Timur, menggunakan gledekan saat berlangsungnya Fun Race Gledekan, Minggu (31/5/2026). (Foto: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia)
A-AA+

Pasuruan Di tengah udara sejuk kawasan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, suara tawa dan semangat mewarnai jalur menurun sepanjang 500 meter setiap akhir pekan. 

Aktivitas yang dikenal dengan nama Fun Race Gledekan ini bukan sekadar olahraga pemacu adrenalin, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi masyarakat yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Advertisement

Berawal dari kegiatan sederhana untuk mengisi waktu luang menjelang sahur selama bulan Ramadan, permainan kereta luncur tanpa mesin ini terus berkembang hingga menjadi daya tarik wisata olahraga yang diminati berbagai kalangan.

Kereta luncur atau "gledekan" pada awalnya dibuat menggunakan kerangka dan roda kayu. Dengan memanfaatkan gravitasi di jalur menurun kawasan Palembon, Tretes, permainan tradisional ini menjadi hiburan favorit warga setempat sejak puluhan tahun lalu.

Fun Race Gledekan Tretes - 2

Seiring perkembangan zaman, inovasi terus dilakukan. Mulai Ramadan 2025, kereta luncur mulai menggunakan kerangka besi dan roda bearing. Kini, sebagian besar peserta telah memanfaatkan roda skateboard yang dinilai lebih stabil dan mampu meningkatkan performa saat meluncur.

Komunitas Gledekan GankZ juga mencatat momen penting pada 26 April 2026 dengan merayakan satu tahun terbentuknya kegiatan yang kini rutin digelar setiap pekan. Hingga saat ini, kegiatan reguler tersebut dilaksanakan setiap hari Minggu mulai pukul 04.00 WIB hingga 06.00 WIB.

Advertisement

Jian Cahyono, Humas komunitas Gledekan GankZ, mengatakan perkembangan Fun Race Gledekan menunjukkan bahwa olahraga tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat, terutama generasi muda.

"Awalnya hanya kegiatan sederhana yang dilakukan warga untuk mengisi waktu menjelang sahur saat Ramadan. Namun seiring waktu, antusiasme masyarakat terus meningkat hingga kini menjadi kegiatan rutin yang mampu menarik peserta dari berbagai daerah. Kami ingin menjaga tradisi ini sekaligus mengenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas," ujar Jian.

Antusiasme masyarakat terhadap olahraga unik ini terus meningkat. Setiap pekan, jumlah peserta dapat mencapai sekitar 600 orang yang datang dari berbagai daerah seperti Kabupaten Pasuruan, Sidoarjo, hingga Mojokerto.

Selain menawarkan sensasi olahraga yang menguji keberanian dan keterampilan mengendalikan kereta luncur, Fun Race Gledekan juga mengusung konsep sport ecotourism atau olahraga ramah lingkungan. Tidak ada mesin yang digunakan selama kegiatan berlangsung. Bahkan setiap peserta diwajibkan berjalan kaki kembali menuju titik start setelah menyelesaikan lintasan.

Koordinator Tim Mood Karangjati Pandaan, Rudi Mengek, menilai kegiatan ini memiliki banyak manfaat positif, terutama bagi anak-anak dan remaja. Salah satunya terlihat saat dirinya mengantar dua buah hatinya, yakni Baga Kusuma (12 tahun) dan Deanda Marisa (8 tahun), untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Menurutnya, Fun Race Gledekan dapat menjadi sarana bagi anak-anak untuk menyalurkan energi pada kegiatan positif sekaligus mengembangkan berbagai karakter penting.

"Kegiatan ini memfasilitasi keinginan anak untuk melakukan hal-hal positif. Selain itu mereka bisa mengeksplorasi kemampuan diri, belajar disiplin, meningkatkan rasa percaya diri, serta melatih keberanian," ujarnya.

Sementara itu, Sugianto salah satu Marshal dalam event Gledekan ini berharap kegiatan Fun Race Gledekan mendapat perhatian dan dukungan lebih besar dari pemerintah daerah karena memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata olahraga.

Fun Race Gledekan Tretes - 1

"Fun Race Gledekan memiliki keunikan yang tidak dimiliki daerah lain. Selain melestarikan tradisi, kegiatan ini juga mendorong gaya hidup sehat dan ramah lingkungan. Kami berharap ada dukungan dari pemerintah agar kegiatan ini bisa berkembang lebih baik dan menjadi ikon sport tourism Kabupaten Pasuruan maupun Jawa Timur," kata Sugianto.

Untuk memiliki satu unit kereta luncur, peserta perlu menyiapkan biaya sekitar Rp600 ribu hingga Rp800 ribu. Biaya tersebut bergantung pada kualitas dan merek komponen yang digunakan, mulai dari roda, stang, hingga stem atau dudukan stang. Sementara ukuran kereta dibuat menyesuaikan postur tubuh penggunanya agar lebih nyaman dan aman saat digunakan.

Melihat perkembangan yang semakin pesat, para penggiat Fun Race Gledekan berharap kegiatan ini mendapat dukungan lebih besar dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dukungan tersebut diharapkan mampu menjadikan Fun Race Gledekan sebagai salah satu ikon wisata olahraga dan olahraga ramah lingkungan yang dapat menarik wisatawan dari berbagai daerah.

Dengan memadukan unsur tradisi, olahraga, edukasi karakter, dan kepedulian lingkungan, Fun Race Gledekan Tretes kini bukan hanya menjadi hiburan warga lokal, tetapi juga berpotensi berkembang sebagai destinasi sport tourism unggulan di Jawa Timur. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Adhitya Hendra
PenulisAdhitya HendraSarjana Ilmu Komunikasi UPN "VETERAN" Jawa Timur. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak 2017. Sebagai jurnalis foto (fotografer) dan penulis berita untuk TIMES Indonesia, aktif meliput isu lingkungan, ekonomi, sosial, politik dan peristiwa penting lainnya, serta dikenal sebagai pencerita visual yang menggunakan fotografi sebagai alat komunikasi. 
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia