Verifikasi SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, Sekolah di Jatim Dapat Kuota 200 Tiap Hari
Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) memastikan proses SPMB 2026/2027 berjalan tertib. Mengingat daya tampung SMA/SMK negeri yang terbatas, Pemprov Jatim memperkuat sinergi beasiswa dengan 2.106 sekolah swasta.
Surabaya – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Jawa Timur resmi dimulai. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim) memastikan proses verifikasi berjalan tertib, transparan, dan memberikan akses pendidikan yang seluas-luasnya bagi seluruh calon peserta didik.
Sistem verifikasi yang diterapkan telah diatur secara terjadwal untuk memastikan pelayanan berlangsung rapi dan mengantisipasi antrean panjang. Tahapan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 diawali dengan pengambilan PIN secara mandiri oleh calon murid baru mulai 28 Mei hingga 9 Juni 2026, yang dilanjutkan dengan proses verifikasi dan validasi dokumen pada 29 Mei hingga 10 Juni 2026.
Dindik Jatim juga menyediakan fasilitas latihan pendaftaran secara daring (online) pada 8-9 Juni 2026. Fasilitas ini bertujuan agar calon murid beserta orang tua dapat memahami mekanisme pendaftaran sebelum memasuki tahapan seleksi resmi.
Sementara itu, pelaksanaan pendaftaran dilakukan secara bertahap dengan rincian jadwal sebagai berikut:
-
Jalur Domisili: 11–12 Juni 2026.
-
Jalur Afirmasi, Mutasi Orang Tua/Wali, dan Prestasi Hasil Lomba: 17–18 Juni 2026.
-
Jalur Prestasi Akademik SMA: 24–25 Juni 2026.
Advertisement -
Jalur Prestasi Akademik SMK: 30 Juni–1 Juli 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa kuota verifikasi di setiap sekolah dibatasi maksimal 200 pemohon per hari. Guna memaksimalkan pelayanan, proses verifikasi tetap berjalan pada hari libur dan akhir pekan.
"Kita tidak ingin lagi masyarakat merasa bahwa mereka punya waktu cukup singkat untuk mengambil PIN. PIN ini penting untuk mereka melanjutkan ke jenjang tahapan berikutnya, baik melalui jalur domisili, afirmasi, mutasi, maupun Jalur Prestasi Akademik," ujar Aries pada Rabu (3/6/2026).
Tantangan Daya Tampung Sekolah Negeri
Di sisi lain, Aries mengakui bahwa daya tampung SMA dan SMK negeri di Jawa Timur masih terbatas jika dibandingkan dengan total kelulusan siswa tingkat SMP/MTs/sederajat setiap tahunnya.
Berdasarkan data Dindik Jatim, jumlah lulusan SMP/MTs/sederajat pada tahun 2026 mencapai 618.479 murid. Namun, total daya tampung SMA dan SMK negeri hanya tersedia untuk 244.621 murid, yang terbagi atas 121.538 kursi SMA Negeri dan 123.083 kursi SMK Negeri.
Dengan proyeksi tersebut, sekolah negeri baru mampu mengakomodasi sekitar 39,55 persen dari total lulusan. Artinya, sebanyak 373.858 murid atau sekitar 60,45 persen lainnya akan melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta maupun jalur pendidikan alternatif.
Kondisi inilah yang mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk terus memperkuat sinergi dengan sektor swasta melalui berbagai program beasiswa penuh maupun potongan biaya pendidikan.
Peningkatan Kontribusi Sekolah Swasta
Jumlah SMA dan SMK swasta di Jawa Timur yang menyediakan program beasiswa maupun potongan biaya terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 1.757 sekolah swasta berpartisipasi, dan angka tersebut melonjak menjadi 2.106 lembaga pendidikan pada tahun 2026.
Secara rinci, pada jenjang SMA swasta tahun ini, terdapat 446 sekolah yang menyediakan beasiswa penuh dan 337 sekolah memberikan potongan biaya. Sementara pada jenjang SMK swasta, terdapat 764 sekolah penyedia beasiswa penuh dan 559 sekolah memberikan potongan biaya pendidikan.
Peningkatan kuantitas lembaga ini berdampak positif pada jumlah murid penerima manfaat. Jika pada tahun 2025 terdapat 72.989 murid yang memperoleh bantuan, angka tersebut naik menjadi 79.086 murid pada tahun 2026.
Dari total penerima manfaat tahun ini, sebanyak 19.157 murid SMA swasta dialokasikan menerima beasiswa penuh dan 8.748 murid mendapatkan potongan biaya. Pada jenjang SMK swasta, sebanyak 24.956 murid memperoleh beasiswa penuh dan 26.225 murid menerima potongan biaya pendidikan.
Keberadaan sekolah swasta dinilai menjadi bagian krusial dari ekosistem pendidikan di Jawa Timur untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, serta dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Dukungan dari sektor swasta ini merupakan wujud nyata semangat gotong royong dalam membangun sumber daya manusia (SDM) Jawa Timur yang unggul dan berdaya saing. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


