SMAN 1 Morotai Buka 252 Kursi, Simak Jalur dan Kuotanya
SMAN 1 Pulau Morotai buka pendaftaran murid baru 2026 secara daring. Semua sesuai juknis provinsi, sekolah sediakan layanan bantuan langsung bagi orang tua yang kesulitan daftar online.
MOROTAI – Pendaftaran murid baru SMAN 1 Pulau Morotai 2026 resmi dibuka daring. Ketua Panitia SPMB 2026 Sherly Lina Kosegera menegaskan seluruh mekanisme sudah sesuai juknis dari Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara. Pihak sekolah juga membuka layanan bantuan langsung bagi orang tua yang terkendala.
"Untuk mekanisme pendaftaran penerimaan siswa baru di SMA Negeri 1 Morotai secara spesifik nanti disampaikan ketua panitianya," ungkap Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Morotai, Magdalena, saat menerima TIMES Indonesia di ruang kerjanya, Kamis (4/6/2026).
Sherly Lina Kosegera selaku Ketua Panitia Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 saat mendampingi kepala sekolah menjelaskan, SMA Negeri 1 Pulau Morotai termasuk sekolah dengan sistem pendaftaran daring. Ketentuan itu sudah tertuang dalam juknis SPMB yang disampaikan dari Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara. Semua sekolah penerima sudah dibagi jalur daring dan luring.
Namun, menurut Sherly, menyikapi kendala di lapangan, pihak sekolah membuka layanan setiap hari kerja. Orang tua yang kurang memahami cara daftar bisa langsung datang ke SMA Negeri 1. Panitia siap mendampingi hingga proses pendaftaran selesai, termasuk membantu upload berkas.
Guru wanita asal Manado Sulawesi Utara ini membenarkan pernyataan Ibu Gubernur terkait daerah tertentu yang terkendala jaringan. Untuk Morotai, jika ada calon pendaftar kesulitan akses internet, mereka dipersilakan datang ke sekolah. “Kami siap bantu sampai tuntas,” tegasnya.
Ia menambabkan seluruh persyaratan pendaftaran SMA Negeri 1 Morotai sudah diposting di akun resmi sekolah di Facebook dan Instagram. Panitia sengaja menyederhanakan isi juknis agar mudah dipahami orang tua, terutama yang belum terbiasa dengan sistem digital.
"Persyaratan dasar pendaftaran tetap sama: akte kelahiran, Kartu Keluarga, surat keterangan lulus, raport. Untuk jalur masuk ada 4 kategori: domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi. Pembagian ini mengikuti juknis provinsi agar seleksi lebih adil dan transparan," tegas Ketua Panitia.
Sherly kembali menegaskan bahwa pendaftaran jalur domisili untuk siswa yang alamatnya di sekitar sekolah seperti Darame, Daruba, dan Yayasan. Jalur prestasi bagi siswa berprestasi akademik, olahraga, dan seni dengan melampirkan sertifikat. Jalur afirmasi untuk siswa kurang mampu, dan jalur mutasi untuk anak ASN/TNI/Polri yang orang tuanya pindah tugas dengan SK Mutasi.
"SMA Negeri 1 Morotai mendapat kuota 7 rombongan belajar atau 252 siswa. Pembagiannya: jalur domisili 30 persen = 76 siswa, prestasi 35 persen = 88 siswa, afirmasi 30 persen = 76 siswa, dan mutasi 5 persen = 12 siswa. Pembulatan dilakukan ke atas agar kuota terpenuhi,' terangnya.
Sherly menegaskan syarat pendaftaran bukan ditentukan sekolah. Semua berkas yang di-upload akan diverifikasi tim dari Dinas Pendidikan Maluku Utara. Tim verifikasi tahun ini belum ditunjuk provinsi, tapi sekolah akan terus berkoordinasi terkait kendala lapangan.
Sementara presentase dan kuota 252 siswa sudah ditetapkan provinsi sesuai juknis dan kapasitas sekolah. Jumlah ini disesuaikan jumlah lulusan kelas XII tahun lalu yang juga 7 rombel, serta ketersediaan ruang belajar dan guru.
Bukan hanya itu kata Sherly, panitia juga menyediakan ruangan pengaduan khusus. Komputer juga disiapkan untuk membantu upload. Siswa cukup membawa data yang sudah di-scan seperti raport, lalu panitia bantu proses upload. Data tetap menjadi tanggung jawab siswa/orang tua.
"Hingga hari pertama, belum ada berkas yang di-upload. Pendaftar baru sebatas aktivasi akun dan konsultasi. Banyak yang datang bertanya padahal informasi sudah diunggah di medsos sekolah. Ini menunjukkan masih rendahnya literasi digital sebagian masyarakat," paparnya.
Belajar dari pengalaman dua tahun terakhir, Sherly yang juga Waka Kesiswaan berencana mensosialisasikan SPMB langsung ke SMP/MTs sederajat tahun depan. Tujuannya agar calon siswa dan orang tua paham alur, syarat, dan persiapan sejak awal. “Sebenarnya tidak ribet, hanya pemahamannya yang kurang,” tutupnya.(*).
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


