Advertisement
Pendidikan

Dorong Transformasi Digital, Mahasiswa Polbangtan Malang Kembangkan “Kandang Tani”

Inovasi digital kembali lahir dari mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang dalam bentuk aplikasi Kandang Tani.

TIMES Indonesia,
Dorong Transformasi Digital, Mahasiswa  Polbangtan Malang Kembangkan “Kandang Tani”
Mahasiswa Polbangtan Malang mengembangkan Aplikasi “Kandang Tani” (Foto: Polbangtan Malang for TIMES Indonesia)
A-AA+

Malang Inovasi digital kembali lahir dari mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang. Adhe Adriansyah Lasprika, mahasiswa Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH), berhasil mengembangkan aplikasi penyuluhan berbasis smartphone bernama “Kandang Tani” yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas pelatihan dan penyebaran informasi pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bumiaji, Kota Batu.

Inovasi tersebut dipresentasikan dalam Ujian Komprehensif yang dilaksanakan pada 29 Mei 2026 sebagai salah satu tahapan akhir penyelesaian studi. Penelitian yang diangkat berjudul “Pengembangan Media Penyuluhan Digital Berbasis Smartphone untuk Meningkatkan Efektivitas Pelatihan BPP Bumiaji”.  

Advertisement

Aplikasi Kandang Tani hadir sebagai solusi atas tantangan penyuluhan pertanian yang masih didominasi media konvensional seperti leaflet, poster, dan pertemuan tatap muka. Melalui pemanfaatan teknologi digital, informasi pertanian dapat diakses lebih cepat, fleksibel, dan berkelanjutan oleh petani maupun penyuluh.  

Polbangtan

Penelitian dilaksanakan menggunakan metode Research, Development and Diffusion (RD&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, aplikasi Kandang Tani dikembangkan dengan berbagai fitur, mulai dari dashboard informasi, materi penyuluhan, profil BPP Bumiaji, Info Tani, hingga fitur review dan rating yang memungkinkan interaksi lebih aktif antara pengguna dan penyedia layanan.  

Hasil pengujian menunjukkan seluruh fitur aplikasi berjalan sesuai rancangan dengan tingkat keberhasilan mencapai 100 persen. Selain itu, hasil evaluasi membuktikan bahwa penggunaan aplikasi memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan adaptasi peserta pelatihan. Secara keseluruhan, efektivitas pelatihan mencapai 93,8 persen dan masuk dalam kategori sangat efektif.  

Adhe menjelaskan bahwa aplikasi Kandang Tani dirancang agar penyuluh dan petani dapat mengakses informasi kapan saja dan di mana saja melalui perangkat smartphone yang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Advertisement

“Kami berharap aplikasi ini dapat menjadi alternatif media penyuluhan digital yang efektif sekaligus mendukung percepatan transformasi digital pertanian di tingkat kecamatan,” ujarnya.  

Ketua Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH) Polbangtan Malang, Kartika Budi Utami, mengapresiasi inovasi yang dikembangkan mahasiswa sebagai bentuk implementasi pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan lapangan.

“Kandang Tani menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengidentifikasi permasalahan nyata yang dihadapi petani dan penyuluh, kemudian menghadirkan solusi berbasis teknologi yang aplikatif. Ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga inovator muda yang mampu berkontribusi dalam transformasi sektor pertanian,” ujarnya.

Menurut Kartika, Polbangtan Malang sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) pendidikan vokasi di bawah Kementerian Pertanian terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan inovasi yang mendukung modernisasi pertanian, digitalisasi layanan, serta penguatan agribisnis dan agroindustri.

“Kami berkomitmen menyiapkan generasi muda pertanian yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan inovasi, mengembangkan hilirisasi pangan, dan membangun agroindustri modern yang memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian Indonesia,” tambahnya.

Melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik, proyek riil di lapangan, dan penguatan kompetensi teknologi, Polbangtan Malang terus membekali mahasiswa dengan kemampuan yang relevan terhadap perkembangan pertanian modern. Inovasi Kandang Tani menjadi salah satu contoh nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung percepatan digitalisasi penyuluhan sekaligus memperkuat pembangunan pertanian berbasis teknologi.

Ke depan, aplikasi Kandang Tani diharapkan dapat menjadi alternatif media penyuluhan digital yang efektif, memperluas akses informasi bagi petani, serta mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian menuju pertanian yang maju, mandiri, dan modern. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia