Advertisement
Peristiwa Internasional

Israel Terus Menyerang Lebanon, Donald Trump Tidak Suka

Zionis Israel dan Iran saling serang  dengan rudal, Minggu tadi malam dan itu membuat Presiden Amerika Serikat,  Donald Trump tidak suka karena ia sudah beberapa kali menegur Benjamin Netanyahu untuk tidak menyerang Lebanon.

TIMES Indonesia,
Israel Terus Menyerang Lebanon, Donald Trump Tidak Suka
Rudal Kheibar Shekan digunakan dalam peluncuran rudal Iran terhadap posisi militer rezim Zionis pada Minggu malam.(FOTO : Euronews)
A-AA+

JAKARTA Zionis Israel dan Iran saling serang  dengan rudal, Minggu tadi malam dan itu membuat Presiden Amerika Serikat,  Donald Trump tidak suka karena ia sudah beberapa kali menegur Benjamin Netanyahu untuk tidak menyerang Lebanon.

Angkatan bersenjata Iran telah melancarkan pembalasan dengan serangan rudal terhadap posisi rezim Zionis dengan menggunakan Rudal Kheibar Shekan untuk membalas  pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Israel yang terus menerus menyerang  Lebanon.

Advertisement

Rudal Kheibar Shekan adalah rudal berbahan bakar padat serbaguna dengan daya jangkau 1.450 km dan bisa diluncurkan dari kendaraan komersial.

Rudal berbahan bakar padat generasi ketiga ini panjangnya 11,4 meter dan diperkenalkan pada tahun 2022 dengan jangkauan 1.450 kilometer.

Rudal ini dianggap sebagai salah satu pengembangan teknis paling menonjol dari program rudal Iran, yang menawarkan tingkat akurasi tinggi berkat sistem panduan satelit, disamping hulu ledak yang dapat bermanuver.

Hal ini sangat menonjol karena keserbagunaannya berkat ukurannya yang relatif kecil dan fakta bahwa ia bisa ditembakkan dari berbagai peluncur, termasuk kendaraan sipil.

Menurut laporan terbaru, tadi malam Iran melancarkan dua gelombang serangan rudal terhadap posisi militer utama rezim Zionis  sebagai tanggapan atas pelanggaran gencatan senjata yang berulang kali dilakukan oleh rezim Zionis itu.

Advertisement

Media lokal Iran mengutip sumber militer, bahwa puluhan rudal ditembakkan ke arah posisi militer utama rezim Zionis sehingga memicu bunyi sirene di Haifa, Galilea, dan wilayah tengah di tanah yang didudukinya.

Sumber-sumber yang terpercaya mengatakan bahwa rudal-rudal tersebut telah mengenai sasaran dengan tepat.

Pelanggaran gencatan senjata terus menerus dan berulang kali dilakukan Israel dan Amerika Serikat tahu itu.

Iran menegaskan, pelanggaran gencatan senjata oleh Israel itu telah melemahkan upaya mediasi Pakistan. 

Iran kukuh menekankan, bahwa kelanjutan agresi terhadap Lebanon itu akan memicu respons yang lebih keras dari Iran dan Poros Perlawanan pada waktunya.

IRGC menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan rudal tadi malam hanyalah peringatan kepada rezim Zionis Israel.

Media lokal Iran melaporkan bahwa rudal itu ditembakkan dari Kermanshah di barat, Tabriz di barat laut, Isfahan dan Kashan di Iran tengah. 

IRGC menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Pangkalan Udara Ramat David di Israel menjadi sasaran rudal balistik.

Sementara itu, Jenderal Abdollahi, komandan Markas Besar IRGC Khatam al-Anbia, mengatakan bahwa peluncuran rudal tersebut merupakan reaksi terhadap agresi rezim Zionis terhadap Lebanon yang disetujui AS.

Baik Abdollahi maupun IRGC telah menyatakan bahwa jika agresi terhadap Lebanon berlanjut dan rezim Zionis menanggapi serangan rudal Iran, akan ada tanggapan yang lebih keras dari angkatan bersenjata Iran

Trump Tidak Suka.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah memberi peringatan keras kepada Israel untuk tidak membalas terhadap Iran.

"Saya akan menelepon Bibi (Netanyahu) sekarang juga dan mengatakan kepadanya untuk tidak membalas," kata Trump seperti dikutip oleh jurnalis Axios, Barak Ravid, dalam sebuah wawancara telepon, kemarin.

"Jika Bibi membalas, ini akan terus berlanjut seperti 47 tahun terakhir, atau 3.000 tahun terakhir," tambahnya. 

Trump memerintahkan kedua belah pihak untuk menghentikan pertempuran setelah serangan Israel akhir pekan ini di Beirut dan serangan Iran di Israel Utara pada hari Minggu.  

"Masing-masing dari mereka sudah bersenang-senang. Israel sudah melakukan serangannya dan Iran juga sudah melakukan serangannya. Kita tidak butuh serangan lain," kata Trump.

Trump bersikeras untuk mencapai kesepakatan damai dengan Iran.

Dalam unggahan yang sangat singkat di platform Truth Social miliknya, Donald Trump menuntut Israel dan Iran untuk "segera menghentikan penembakan".

Trump telah menekan Israel untuk menghentikan serangannya terhadap Lebanon guna membuka jalan bagi kesepakatan untuk mengakhiri perang yang lebih luas dengan Iran.

Namun Israel tak mempedulikannya dan terus melancarkan serangan di pinggiran selatan Beirut kemarin. Israel tampaknya mengabaikan peringatan presiden AS untuk tidak melakukannya.

Benjamin Netanyahu sedang menghadapi tekanan politik domestiknya untuk melanjutkan perangnya di Lebanon, khususnya dari elemen sayap kanan dalam koalisi rapuhnya. Netanyahu memilih menggagalkan perundingan perdamaian tetapi lolos dari teguran serius apa pun dari Washington atas tindakannya tersebut.

"Masing-masing dari mereka sudah bersenang-senang. Israel sudah melakukan serangannya dan Iran juga sudah melakukan serangannya. Kami tidak butuh serangan lain," kata Trump dengan nada tidak suka. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Widodo Irianto
PenulisWidodo IriantoPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia