Prakerin SMK Bumi Moro di KM Holly Mary Cetak Generasi Pelaut Siap Tempur
Prakerin di KM Holly Mary jadi jembatan antara bangku sekolah dan kerasnya industri pelayaran nasional.
MOROTAI – Praktik Kerja Industri (prakerin) jadi mata rantai wajib Kurikulum SMK. Untuk Program Keahlian Pelayaran SMK Bumi Moro Morotai, geladak kapal bukan lagi ruang imajinasi.
Siswa kelas XI turun langsung ke kapal, menimba ilmu di kapal niaga milik PT Agra Marsya Lines KM Holly Mary.
Inilah 5 pejuang geladak KM Holy Mary angkatan tahun 2026: Jufando Taijri asal Pilowo. Julfan Kadir dari Darpan. Rasmini Idi putri Juanga. Cahyani Balaha juga dari Juanga dan Dinda Enjelita Kasene perwakilan Bere-Bere Kecil. Lima nama, dua kecamatan, satu misi.
Kebijakan ini tegas, siswa tidak boleh kaku saat lulus. Mereka harus paham teori di ruang kelas, sekaligus lihai di lapangan kerja. Prakerin di KM Holly Mary jadi jembatan antara bangku sekolah dan kerasnya industri pelayaran nasional.
Kepala SMK Bumi Moro, Yatman Taba, Selasa (9/6/2026), kepada TIMES Indonesia mengatakan tujuan prakerin sederhana tapi penting.
Menambah wawasan dan mengasah kompetensi Nautika Kapal Niaga. Bekal ini yang akan dipakai siswa saat menuntaskan pendidikan dan melangkah ke dunia kerja.
"Lulus SMK Bumi Moro artinya siap kerja dan siap ditempatkan di perusahaan pelayaran di seluruh Indonesia, khususnya Maluku Utara," katanya.
Menurut Yatman, prakerin ini lebih dari sekadar program. Ini penegasan filosofis. Generasi Morotai lahir dari debur ombak dan angin laut.
Kini mereka menjawab tantangan global dari atas kapal. Morotai tidak ingin hanya jadi penonton di lautnya sendiri.
"Pulau Morotai punya tiga kartu truf: kawasan maritim strategis, destinasi wisata sejarah Perang Dunia II, dan panorama alam yang memukau dunia. Tapi semua potensi itu butuh satu kunci: generasi cerdas, terampil, dan bermental baja," tegasnya.
Kehadiran sekolah ini menjadi jawaban atas tuntutan lapangan kerja. Bukan hanya di sektor kemaritiman, tapi juga teknologi dan informasi. Sekolah ini menyiapkan siswa untuk mengisi peluang, bukan menunggu peluang.
Selain itu, kembali ditegaskan orang nomor satu di SMK Bumi Moro ini, bahwa tahun ajaran baru, SMK Bumi Morotai naik kelas.
Sekolah ini akan membuka tiga program keahlian baru: Otomotif, Elektronika, dan Kelistrikan. Artinya, siswa Morotai punya pilihan lebih luas. Mau jadi pelaut, montir, teknisi, atau ahli listrik - semua bisa.
Visi SMK Bumi Morotai jelas: mencetak lulusan yang tidak hanya bisa bekerja di industri, tapi juga mampu menciptakan lapangan kerja. Kompetensi yang diasah harus bisa dipakai untuk melamar kerja dan untuk membuka usaha sendiri sesuai bidangnya.
Semua langkah ini bernafas pada satu motto: 'SMK Bisa, SMK Hebat'. Prakerin di kapal, pembukaan jurusan baru, dan target lulusan wirausaha adalah bukti nyata motto itu hidup di Bumi Morotai.
Dari ruang kelas ke ruang mesin kapal, dari simulasi ke ombak nyata. Prakerin di KM Holy Mary adalah titik start. Titik di mana anak-anak Morotai membuktikan mereka layak memimpin, bukan sekadar mengikuti. Dan dari titik inilah, masa depan maritim Morotai mulai ditulis. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


