Advertisement
Indonesia Positif

Mahasantri Internasional Nigeria Gaungkan Perdamaian Dunia di UIN KHAS Jember

Ma’had Al Jami’ah UIN KHAS Jember menggelar Haflah Akhirussanah ke-10 dengan mengusung tema “Lentera” pada Minggu (7/6/2026). Kegiatan tahunan tersebut tidak hanya menjadi ajang pelepasan dan apresiasi mahasantri.

TIMES Indonesia,
Mahasantri Internasional Nigeria Gaungkan Perdamaian Dunia di UIN KHAS Jember
Pembacaan deklarasi oleh mahasantri internasional asal Nigeria, Jamilu Hasan, di UIN KHAS Jember (FOTO: Humas)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BONDOWOSO Ma’had Al Jami’ah UIN KHAS Jember menggelar Haflah Akhirussanah ke-10 dengan mengusung tema “Lentera” pada Minggu (7/6/2026). Kegiatan tahunan tersebut tidak hanya menjadi ajang pelepasan dan apresiasi mahasantri, tetapi juga momentum untuk menegaskan komitmen terhadap perdamaian dunia serta transformasi sistem pendidikan pesantren kampus.

Suara perdamaian menggema dalam acara tersebut melalui deklarasi yang dibacakan mahasantri internasional asal Nigeria, Jamilu Hasan. Dalam deklarasinya, ia menyerukan penghentian perang dan genosida di Palestina serta mengajak masyarakat dunia membangun kehidupan yang damai, toleran, harmonis, dan sejahtera.

Advertisement

Deklarasi tersebut menjadi simbol keterlibatan Ma’had Al Jami’ah UIN KHAS Jember dalam menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan dan pentingnya menciptakan perdamaian global di tengah berbagai konflik yang masih terjadi di sejumlah negara.

Ketua Panitia Haflah Akhirussanah, Zecky Najmuddin, menjelaskan bahwa tema “Lentera” dipilih sebagai representasi perubahan besar yang sedang berlangsung di lingkungan ma’had. 

“Selama tahun akademik 2025–2026, berbagai transformasi dilakukan, mulai dari aspek pengelolaan, kurikulum, hingga penguatan sistem kesantrian,” katanya. 

Menurutnya, sejumlah program baru telah dijalankan untuk meningkatkan kapasitas mahasantri. Program tersebut meliputi ujian akhir Madrasah Diniyah, hafalan nadzam Imrithi dan Alfiyah, program tahfidz Al-Qur’an, pemberian penghargaan bagi mahasantri berprestasi, hingga kelas pengembangan bakat dan minat yang bertujuan meningkatkan keterampilan serta kreativitas mahasiswa.

“Lentera menggambarkan harapan agar para mahasantri menjadi generasi yang cerdas, tangguh, berakhlakul karimah, dan mampu menjadi penerang di tengah masyarakat,” ujarnya.

Advertisement

Penguatan karakter mahasiswa juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Mauidhoh hasanah disampaikan oleh Muhammad Darwis, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara keimanan, penguasaan ilmu pengetahuan, serta keterampilan dan kreativitas sebagai bekal menuju kesuksesan.

Sementara itu, Wakil Rektor I UIN KHAS Jember, M. Khusna Amal mengapresiasi penyelenggaraan haflah yang dinilainya menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter mahasiswa. 

Ia menegaskan bahwa mahasiswa ideal tidak hanya belajar di ruang kuliah, tetapi juga memanfaatkan lingkungan pesantren untuk memperdalam kompetensi keagamaan dan memperkuat karakter diri.

“Menjadi mahasiswa sekaligus mahasantri merupakan pilihan strategis untuk membangun keseimbangan antara penguasaan ilmu akademik dan nilai-nilai keislaman,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hepni, menegaskan pentingnya Ma’had Al Jami’ah menunjukkan eksistensi dan kontribusi nyata kepada masyarakat. 

Menurutnya, berbagai persepsi yang kurang tepat tentang pesantren harus dijawab melalui prestasi, inovasi, dan kualitas pendidikan yang diberikan.

Adapun Mudir Ma’had Al Jami’ah UIN KHAS Jember, Amin Fadlillah, menyampaikan bahwa lembaga yang dipimpinnya tengah menjalani proses transformasi kelembagaan agar semakin kompetitif dan relevan dengan perkembangan zaman. 

Salah satu perubahan yang dilakukan adalah memberikan kesempatan bagi mahasantri untuk tetap melanjutkan pembinaan di ma’had pada tahun akademik berikutnya.

“Saya mengapresiasi kehadiran mahasantri internasional dari Nigeria dan Bangladesh yang aktif mengikuti berbagai program pembinaan di lingkungan ma’had,” pungkasnya. 

Haflah Akhirussanah ke-10 ini dihadiri jajaran pimpinan kampus, para kiai, pengasuh pesantren, tenaga pengajar, serta seluruh mahasantri Ma’had Al Jami’ah UIN KHAS Jember. 

Selain menjadi ajang evaluasi dan apresiasi, kegiatan tersebut menandai langkah baru ma’had dalam memperkuat kualitas pendidikan berbasis pesantren sekaligus memperluas kontribusinya dalam membangun masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan menjunjung tinggi perdamaian. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia