Satu Langkah Menuju UKOM: Mengintip Ketatnya Ujian Praktik OSCE dan OSPE di Akafarma Sunan Giri Ponorogo
Akafarma Sunan Giri Ponorogo sukses menyelenggarakan rangkaian ujian praktik komprehensif bagi para mahasiswanya.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
PONOROGO – Akafarma Sunan Giri Ponorogo sukses menyelenggarakan rangkaian ujian praktik komprehensif bagi para mahasiswanya. Kegiatan ini dibagi menjadi dua tahap krusial, yaitu Objective Structured Clinical Examination (OSCE) bagi mahasiswa Program Studi Farmasi pada Sabtu (6/6/2026), disusul oleh Objective Structured Practical Examination (OSPE) bagi mahasiswa Program Studi Analis Farmasi dan Makanan (Anafarma) pada Senin (8/6/2026).
Sebagai kampus vokasi yang berorientasi pada kesiapan kerja, pelaksanaan ujian dengan metode terstruktur ini menjadi tolok ukur utama dalam menguji kesiapan nyata para calon tenaga medis dan analis di lapangan. Wakil Direktur Bidang Akademik Akafarma Sunan Giri Ponorogo, Yaya Sulthon Aziz, menegaskan bahwa metode OSCE dan OSPE memiliki peran yang sangat vital bagi institusi pendidikan vokasi. Ujian ini dirancang khusus untuk menguji tiga aspek utama mahasiswa secara objektif: keterampilan praktik, kemampuan komunikasi, dan kesiapan mental.
"Metode ini memastikan bahwa lulusan kami tidak hanya kuat dan menguasai teori di dalam kelas, tetapi juga mampu mengeksekusi tindakan nyata di lapangan kerja sesuai dengan standar industri yang berlaku," ujar Yaya Sulthon Aziz saat ditemui di sela-sela memantau jalannya kegiatan. Beliau juga menambahkan bahwa ujian OSCE dan OSPE ini bersifat wajib, karena menjadi salah satu syarat mutlak bagi mahasiswa untuk dapat mengikuti Ujian Kompetensi (UKOM) nasional.

Secara keseluruhan, pelaksanaan OSCE dan OSPE di kampus Akafarma Sunan Giri Ponorogo berjalan dengan tertib, kondusif, dan sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang ketat. Seluruh penguji dan panitia memastikan setiap stase ujian berjalan adil dan transparan. Dari total seluruh mahasiswa yang wajib menempuh ujian, dilaporkan hanya ada satu mahasiswa yang berhalangan hadir dikarenakan kondisi kesehatan.
Dengan suksesnya agenda ini, Akafarma Sunan Giri Ponorogo kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan tenaga teknis kefarmasian dan analis yang kompeten, siap pakai, dan memiliki daya saing tinggi di dunia industri maupun layanan kesehatan.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

