Advertisement
Indonesia Positif

Polbangtan Malang dan Masyarakat Randuagung Bersinergi Petakan Potensi Desa

Pembangunan desa yang berkelanjutan harus dimulai dari pemahaman yang baik terhadap potensi, kebutuhan, dan permasalahan yang dimiliki masyarakat. Semangat itu yang membawa Polbangtan Malang bersama masyarakat Randuagung memetakan potensi desa.

TIMES Indonesia,
Polbangtan Malang dan Masyarakat Randuagung Bersinergi Petakan Potensi Desa
Suasana kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Polbangtan Malang bersama warga Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (9/6/2026). (Foto: Polbangtan Malang for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Pembangunan desa yang berkelanjutan harus dimulai dari pemahaman yang baik terhadap potensi, kebutuhan, dan permasalahan yang dimiliki masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Praktik Terintegrasi Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) di Balai Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (9/6/2026). 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Praktikum Terintegrasi Mata Kuliah Penyuluhan di semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang melibatkan 78 mahasiswa tingkat I Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB). FGD dihadiri oleh Kepala Desa Randuagung, perangkat desa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), ketua Gapoktan, kelompok tani, kelompok wanita tani (KWT), serta berbagai unsur masyarakat desa sebagai bentuk kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam merumuskan arah pembangunan berbasis potensi lokal. 

Advertisement

Kegiatan ini menjadi forum penting untuk mempresentasikan hasil identifikasi potensi wilayah yang telah dilakukan mahasiswa selama satu semester sekaligus memperoleh masukan langsung dari para pemangku kepentingan desa. Melalui proses tersebut, data dan informasi yang diperoleh dapat menjadi dasar dalam penyusunan program penyuluhan serta rekomendasi pembangunan yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 

FGD Warga Desa Randuagung bersama Polbangtan Malang
FGD Warga Desa Randuagung bersama Polbangtan Malang (Foto: Polbangtan Malang for TIMES Indonesia)

Pada kegiatan tersebut, mahasiswa memaparkan hasil integrasi mata kuliah, yaitu Pemetaan Potensi Wilayah Pedesaan, Kelembagaan Petani, Kebijakan Pertanian dan Komunikasi Penyuluhan. Hasil yang disajikan meliputi profil desa, data spasial dan nonspasial, peta potensi wilayah, perencanaan penyuluhan, pelaksanaan kegiatan penyuluhan, evaluasi komunikasi, pembinaan kelembagaan petani hingga rekomendasi program pembangunan desa. 

Dosen Program Studi Pernyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB), Budi Sawitri menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa sebagai calon penyuluh pertanian.

"Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar memahami teori di dalam kelas, tetapi juga menerapkan secara langsung kemampuan pemetaan potensi wilayah, komunikasi penyuluhan, identifikasi masalah, penumbuhan kelembagaan petani, serta penyusunan rekomendasi program pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat," ujarnya.

"FGD menjadi media validasi hasil kerja mahasiswa sekaligus sarana untuk memperoleh masukan dari berbagai pemangku kepentingan desa agar data dan rekomendasi yang dihasilkan lebih akurat dan aplikatif," sambungnya.

Advertisement

Budi Sawitri menjelaskan bahwa integrasi antara mata kuliah Pemetaan Potensi Wilayah Pedesaan, Kelembagaan Petani, Kebijakan Pembangunan Pertanian. dan Komunikasi Penyuluhan memberikan pengalaman belajar yang komprehensif bagi mahasiswa dalam memahami kondisi riil masyarakat pedesaan.

"Kami berharap pengalaman belajar di Desa Randuagung ini mampu membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga memiliki kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan memfasilitasi pemberdayaan masyarakat," terangnya. 

Dengan demikian, lanjut dia, lulusan Polbangtan Malang dapat menjadi penyuluh pertanian yang profesional serta mampu berkontribusi dalam pembangunan pertanian dan pedesaan yang berkelanjutan.

Berdasarkan hasil identifikasi, Desa Randuagung memiliki beragam potensi yang tersebar di setiap wilayah dusun dan RW. Potensi tersebut mencakup sektor pertanian, peternakan, sumber daya manusia, hingga kelembagaan masyarakat.

Namun demikian, masing-masing wilayah juga memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda sehingga diperlukan pemetaan yang akurat agar program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. 

Bagi Pemerintah Desa Randuagung, kegiatan ini memberikan manfaat nyata karena menghasilkan data dan rekomendasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan desa. Sementara bagi kelompok tani dan masyarakat, FGD menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, serta berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Randuagung, Aris Cahyono, S.P., mengapresiasi keterlibatan mahasiswa Polbangtan Malang dalam proses identifikasi potensi wilayah dan penyusunan program penyuluhan yang dilakukan bersama masyarakat.

"Kehadiran mahasiswa di tengah petani dan masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas akademik, tetapi juga menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan nyata di lapangan," ujarnya.

Dia berharap hasil identifikasi potensi wilayah dan kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan dapat menjadi masukan bagi pengembangan Desa Randuagung ke depan.

"Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk menjadi calon penyuluh pertanian yang tangguh dan siap mendukung pembangunan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan," katanya.

Apresiasi serupa disampaikan oleh Ketua Gapoktan Desa Randuagung, Abdul Aziz, yang menilai keberadaan mahasiswa telah memberikan dampak positif bagi masyarakat selama satu semester terakhir.

"Selama enam bulan terakhir, mahasiswa Polbangtan Malang telah banyak memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat, mulai dari penyuluhan pertanian, pengolahan limbah rumah tangga, hingga pemetaan potensi desa. Hasil yang dipaparkan menunjukkan bahwa potensi desa kami telah teridentifikasi dengan baik hingga tingkat RW," ujarnya. 

Abdul Azis berharap Polbangtan Malang terus mendampingi masyarakat melalui inovasi dan teknologi pertanian agar kelembagaan petani semakin kuat serta mampu mendukung terwujudnya swasembada dan ketahanan pangan di tingkat desa.

Tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, kata dia, kegiatan ini juga menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa sebagai calon penyuluh pertanian.

"Mereka belajar berkomunikasi dengan masyarakat, mengidentifikasi kebutuhan pembangunan, menganalisis potensi wilayah, serta menyusun solusi yang berbasis pada kondisi riil dan kebutuhan masyarakat setempat," ujarnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rochmat Shobirin
PenulisRochmat ShobirinPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2015. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia