Advertisement
Pendidikan

Rektor UB Soroti Pentingnya Keterlibatan Masyarakat dalam Wujudkan Swasembada Pangan

Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Widodo menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat, termasuk mahasiswa, menjadi penting dalam mendukung program pemerintah, terkhusus dalam bidang ketahanan pangan.

TIMES Indonesia,
Rektor UB Soroti Pentingnya Keterlibatan Masyarakat dalam Wujudkan Swasembada Pangan
Kegiatan diskusi KSP bersama sivitas akademika UB. (FOTO: Miranda/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Widodo menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat, termasuk mahasiswa, menjadi penting dalam mendukung program pemerintah, terkhusus dalam bidang ketahanan pangan.

Menurutnya, aspirasi masyarakat akan memudahkan dalam hal monitoring, dan program akan berjalan dengan tepat serta dapat memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang baik, terutama dalam hal kesejahteraan sosial. 

Advertisement

“Pada prinsipnya, semakin banyak elemen masyarakat yang terlibat dalam program pemerintah maka semakin baik,” ujarnya saat ditemui usai kunjungan KSP, Jumat (12/5/2026) di Guest House UB.

Dalam kunjungan tersebut mahasiswa menyoroti program pemerintah dalam hal swasembada pangan. Menurutnya, perjuangan sebagai bangsa yang besar bergantung pada dua hal penting, yaitu energi dan ketahanan pangan. 

Prof. Widodo melanjutkan bahwa untuk membangun swasembada pangan, maka dibutuhkan pembangunan yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan, termasuk pertanian tidak harus mengorbankan hutan dalam pelaksanaannya. 

“Dengan konsep tidak membuka hutan atau agroforestry, pertanian tetap bisa dilaksanakan sembari melestarikan hutan,” tambahnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan terkait adanya youngpreneur di kalangan generasi muda, terkhusus dalam bidang pertanian. Menurutnya, minat generasi muda terhadap pertanian meningkat, tidak hanya di Indonesia tetapi secara global. Sehingga dibutuhkan konsep pertanian modern yang memanfaatkan teknologi termasuk penggunaan artificial intelligence (AI)  untuk dapat memudahkan langkah generasi muda dalam bidang pertanian.

Advertisement

“Perlu adanya konsep pertanian modern, dengan sentuhan teknologi hingga AI, supaya anak muda sekarang senang untuk terjun di bidang pertanian,” imbuhnya. 

Lebih lanjut, melalui kegiatan tersebut, Prof. Widodo juga menekankan bahwa kampus sebagai institusi pendidikan tidak hanya bertanggung jawab terhadap akademik, tetapi juga pengabdian masyarakat. 

“Perguruan Tinggi memiliki impact langsung ke masyarakat untuk melakukan kajian-kajian, melakukan monitoring untuk setiap aktivitas yang ada di Republik ini, baik program pemerintah maupun program-program masyarakat yang lain,” jelasnya. 

Ia juga mengapresiasi atas langkah KSP dalam mengumpulkan aspirasi semua kalangan, baik dari dosen hingga mahasiswa. Menurutnya, keterbukaan pemerintah seperti ini menunjukkan komitmen serius dalam memperbaiki program kerja dengan melibatkan masyarakat.

“Saya mengapresiasi KSP karena sudah peduli dan mau menyerap aspirasi semua kalangan, ini menunjukkan bahwa pemerintah serius untuk memperbaiki program kerja dengan melibatkan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Miranda Lailatul Fitria
PenulisMiranda Lailatul FitriaSarjana Hukum Universitas Brawijaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk pendidikan, hukum, dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia