Advertisement
Peristiwa Daerah

Pemkab Lamongan Jadikan Carnival Fashion Fest Wadah Pengembangan Ekonomi Kreatif

Pemkab Lamongan menggelar Lamongan Carnival Fashion Fest Competition 2026 sebagai bagian dari Lamongan Exportiva Season III.

TIMES Indonesia,
Pemkab Lamongan Jadikan Carnival Fashion Fest Wadah Pengembangan Ekonomi Kreatif
Peserta Carnival Fashion Fest berpose di Sport Center Lamongan, Sabtu, (13/6/2026). (Foto: Moch. Nuril Huda/TIMES Indonesia)
A-AA+

LAMONGAN Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui pengembangan talenta muda dan penguatan identitas budaya lokal.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggelar Lamongan Carnival Fashion Fest Competition 2026, ajang kompetisi fesyen karnaval yang menjadi bagian dari rangkaian Lamongan Exportiva Season III di Sport Center Lamongan, Sabtu (13/6/2026).

Advertisement

Kegiatan yang diikuti 29 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas, inovasi, serta karya berbasis budaya lokal yang dikemas secara modern. Di saat yang sama, ajang tersebut juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang selama ini menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lamongan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Moh. Nalikan, menegaskan bahwa kompetisi ini dirancang khusus sebagai ruang produktif bagi generasi muda. Melalui ajang ini, talenta-talenta lokal ditantang untuk menampilkan kreativitas terbaik sekaligus mengembangkan potensi ekonomi berbasis karya visual.

Fokus pada Pembangunan SDM dan Karakter Lokal

Di hadapan 29 peserta yang datang dari berbagai daerah, seperti Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, hingga Malang serta ribuan pasang mata penonton, Nalikan memaparkan arah strategis pembangunan Lamongan. Menurutnya, kemajuan daerah tidak boleh hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur fisik, melainkan wajib beriringan dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Carnival Fashion Fest 2

"Lamongan Carnival Fashion Fest Competition ini saya harap menjadi wadah untuk menunjukkan potensi, inovasi, dan kepercayaan diri generasi muda Lamongan dalam menghadapi persaingan di era ekonomi kreatif," ujar Nalikan, Sabtu (13/6/2026). 

Nalikan juga menambahkan edukasi penting mengenai esensi kompetisi di era modern. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan zaman yang melesat cepat, daerah yang maju bukanlah daerah yang sekadar mengekor tren luar. Sebaliknya, daerah yang memenangi persaingan adalah daerah yang mampu menonjolkan karakter, akar budaya, dan keunikannya sendiri.

"Oleh karena itu, saya berharap kegiatan ini menjadi sarana untuk mengangkat kekayaan budaya, tradisi, dan potensi lokal Lamongan dalam balutan karya yang modern dan inovatif," katanya. 

Ekonomi Kreatif Sokong Pertumbuhan Ekonomi Lamongan

Secara makro, sektor ekonomi kreatif kini telah menjelma sebagai pilar penting yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun regional. Sektor ini terbukti efektif dalam menciptakan lapangan kerja baru, merangsang jiwa kewirausahaan, serta melejitkan daya saing daerah.

Guna mendukung hal tersebut, Pemkab Lamongan terus konsisten membangun ekosistem ekonomi kreatif yang sehat. Berbagai program distimulus demi lahirnya kreator-kreator baru di bidang fesyen, desain, kerajinan tangan, hingga seni pertunjukan.

Carnival Fashion Fest 3

Langkah strategis ini berdampak langsung pada performa ekonomi daerah. Berdasarkan data makro, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lamongan terus menunjukkan tren positif yang signifikan. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Lamongan melesat di angka 5,40 persen, naik tajam dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di angka 4,81 persen. Indikator penguatan ekonomi yang kokoh ini salah satunya disokong kuat oleh geliat industri kreatif di tingkat akar rumput.

Ajang Unjuk Karya dan Estetika

Dalam kompetisi malam itu, para desainer dan peraga busana menampilkan mahakarya terbaik mereka. Busana-busana karnaval megah nan eksotik yang sarat akan pesan filosofis lokal dipamerkan secara teatrikal di atas panggung utama, 

Ketajaman visual dan performa para peserta dinilai secara ketat oleh dewan juri profesional berdasarkan tiga aspek utama, yaitu kualitas riasan (make up), keselarasan gerakan (koreografi), dan keaslian serta keindahan desain kostum (design costume).

Kompetisi yang kompetitif namun sportif ini memperebutkan lima gelar kehormatan, meliputi Juara I, Juara II, Juara III, Harapan I, hingga Harapan II. Momentum penyerahan apresiasi kepada para pemenang yang berhasil membawa pulang trofi dan hadiah uang pembinaan berlangsung penuh haru dan kebanggaan. 

Melalui kesuksesan penyelenggaraan perdana Lamongan Carnival Fashion Fest Competition di ajang Lamongan Exportiva Seaso III ini, Pemkab Lamongan menaruh harapan besar. Event ini diharapkan tidak berhenti sebagai tontonan musiman, melainkan menjadi pemantik lahirnya lebih banyak insan kreatif yang mampu mengangkat marwah identitas daerah ke kancah nasional, sekaligus memperkokoh ketahanan ekonomi masyarakat Lamongan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moch Nuril Huda
PenulisMoch Nuril HudaPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2020. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia