Advertisement
Religi

Diawasi Ketat, Jemaah Haji Nonprosedural Tahun Ini Nihil

Jangan mudah tergiur dengan harga yang terlalu murah karena berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari.

TIMES Indonesia,
Diawasi Ketat, Jemaah Haji Nonprosedural Tahun Ini Nihil
Kasubdit Pengawasan Haji Khusus Kementerian Haji dan Umrah RI, dr. Dani Pramudya. (Foto: Dok. MCH 2026)
A-AA+

JAKARTA Pelaksanaan ibadah haji khusus tahun 2026 di Arab Saudi berjalan lancar. Berkat pengawasan super ketat yang diterapkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, praktik penggunaan visa nonprosedural atau ilegal yang biasanya marak pada musim haji kali ini berhasil ditekan hingga tidak ditemukan sama sekali.

​Kasubdit Pengawasan Haji Khusus Kementerian Haji dan Umrah RI, dr. Dani Pramudya, memastikan bahwa seluruh data jemaah haji khusus yang berangkat tahun ini benar-benar valid dan cocok dengan data resmi yang terdaftar di pemerintah.

Advertisement

​"Alhamdulillah pelaksanaan haji khusus di Tanah Suci berjalan lancar. Data-data yang kami dapatkan juga benar-benar sesuai dengan jemaah yang berangkat. Jadi tidak ada lagi jemaah yang berangkat melalui jalur tidak resmi atau nonprosedural seperti menggunakan visa ziarah maupun visa amil," ujar Dani saat memberikan keterangan di Jeddah,  Selasa (16/6/2026). 

​Menurut Dani, kesuksesan ini merupakan buah dari pemeriksaan ketat yang sudah dilakukan sejak jemaah tiba di pintu masuk Arab Saudi, terutama di area bandara. Petugas secara jeli menyaring setiap dokumen kedatangan untuk mengantisipasi adanya visa rawan penyalahgunaan.

​"Kami melakukan pengawasan ketat terhadap calon jemaah yang dicurigai menggunakan visa tidak resmi. Karena itu, potensi pelanggaran bisa ditekan sejak awal," tambahnya.

​Bukan hanya memeriksa dokumen perjalanan jemaah, tim pengawas juga turun ke lapangan untuk memantau langsung kualitas pelayanan yang diberikan oleh tiap agen travel haji khusus. Pemeriksaan ini mencakup semua fasilitas yang dinikmati jemaah selama puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), seperti kondisi hotel, makanan, hingga armada transportasi.

​"Kami mengawasi apakah pelayanan yang diberikan sesuai dengan yang didaftarkan kepada Kementerian Haji. Mulai dari hotel, akomodasi, transportasi, hingga layanan di Armuzna. Alhamdulillah, dari hasil pengawasan yang kami lakukan, layanan yang diberikan sesuai dengan paket yang ditawarkan kepada jemaah," jelas Dani.

Advertisement

​Meski pelaksanaan tahun ini terbilang sukses tanpa kendala berarti, Dani tetap mewanti-wanti masyarakat di Indonesia yang punya rencana mendaftar haji khusus atau umrah agar tidak ceroboh dalam memilih biro perjalanan. Ia menyarankan calon jemaah untuk memeriksa ulang legalitas resmi serta rekam jejak travel tersebut ke instansi pemerintah terkait.

​"Calon jemaah harus memastikan travel yang dipilih benar-benar amanah. Mereka bisa mengecek ke kantor wilayah haji di provinsi maupun kantor haji di kabupaten dan kota untuk mengetahui status biro perjalanan tersebut," imbaunya.

​Dani menambahkan, kementeriannya memegang data lengkap mengenai biro-biro perjalanan yang bermasalah. Informasi ini sangat terbuka untuk diakses masyarakat agar mereka terhindar dari modus penipuan berkedok ibadah.

​"Kami memiliki data biro perjalanan yang ditutup atau diblokir. Dari situ masyarakat bisa melakukan evaluasi dan memastikan apakah travel tersebut layak dipercaya atau tidak," katanya.

​Di akhir penjelasannya, Dani meminta masyarakat untuk bersikap logis dan tidak gampang tergiur dengan iming-iming paket haji atau umrah berbiaya murah yang tidak masuk akal.

​"Standar biaya perjalanan ibadah itu ada perhitungannya. Jadi jangan mudah tergiur dengan harga yang terlalu murah karena berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari," tandas Dani. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia