Ini Komentar Lionel Messi Usai Cetak Hattrick dan Samai Rekor Klose
Lionel Messi menyebut seluruh pencapaiannya sebagai bonus setelah mencetak hattrick ke gawang Aljazair dan menyamai rekor 16 gol Miroslav Klose di Piala Dunia.
JAKARTA – Kapten Lionel Messi kembali menorehkan sejarah di panggung sepak bola dunia. Tiga gol yang dicetaknya saat membawa Argentina mengalahkan Algeria 3-0 pada laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026 membuatnya menyamai rekor gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen tersebut.
Hattrick yang tercipta di Stadion Kansas City, Rabu (17/6/2026) pagi WIB, membuat koleksi gol Messi di Piala Dunia mencapai 16 gol, setara dengan torehan legenda Jerman, Miroslav Klose. Menariknya, itu juga menjadi hattrick pertama Messi sepanjang kariernya di ajang Piala Dunia.
Meski kembali mencatatkan pencapaian luar biasa, Messi justru memilih meresponsnya dengan rendah hati. Pemain yang akan berusia 39 tahun pekan depan itu menyebut seluruh keberhasilan yang diraihnya saat ini sebagai bonus dalam perjalanan hidupnya.
"Semua yang saya alami sekarang adalah bonus. Saya beruntung bisa mencapai semua impian saya, bahkan lebih dari yang pernah saya bayangkan, baik secara profesional maupun pribadi," kata Messi seperti dikutip FIFA.
Mantan bintang Barcelona dan Paris Saint-Germain itu mengaku kini lebih fokus menikmati setiap momen yang masih bisa dijalaninya bersama tim nasional Argentina.
"Sekarang saya hanya menikmati ini, menjadi bagian dari tim yang luar biasa, merasa baik, dan bisa menikmatinya di lapangan. Ini jauh melebihi apa yang saya bayangkan saat masih kecil," lanjutnya.
Pada pertandingan melawan Aljazair, Messi sebenarnya sudah menjebol gawang lawan saat laga baru berjalan lima menit. Namun gol tersebut dianulir wasit karena posisi offside. Aljazair kemudian sempat membalas melalui Fares Chaibi, tetapi gol itu juga dibatalkan VAR dengan alasan yang sama.
Argentina akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-17. Berawal dari umpan Rodrigo De Paul, Messi melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi kiper Aljazair. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.
Dominasi La Albiceleste berlanjut pada babak kedua. Messi mencetak gol keduanya pada menit ke-60 setelah memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Alexis Mac Allister yang tidak sempurna diamankan penjaga gawang lawan.
Puncaknya terjadi pada menit ke-76 ketika Messi kembali mencatatkan namanya di papan skor dan melengkapi hattrick bersejarah yang sekaligus memastikan kemenangan 3-0 Argentina.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, mengaku kehabisan kata-kata untuk menggambarkan kontribusi sang kapten yang terus menjadi pembeda bahkan setelah dua dekade berkarier di level tertinggi.
"Saya tidak punya kata-kata untuk menggambarkan Messi. Selama 20 tahun, dia membuat kami terbiasa melihat hal-hal seperti ini, dan dia menginspirasi semua orang yang menontonnya bermain," ujar Scaloni.
Kemenangan tersebut menjadi awal yang ideal bagi Argentina dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia. Selanjutnya, tim asuhan Scaloni akan menghadapi Austria pada laga kedua Grup J sebelum menutup fase grup melawan Jordan.
Dengan performa yang masih impresif dan rekor yang terus bertambah, Messi kembali menunjukkan bahwa usia hanyalah angka. Namun bagi sang megabintang, kebahagiaan terbesar bukan lagi soal statistik atau trofi, melainkan kesempatan untuk terus menikmati permainan yang telah membesarkan namanya selama lebih dari dua dekade. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


