Advertisement
Peristiwa Daerah

Bika Ambon Ci Mehong Tuai Sorotan di Palangka Raya, Penjual Jelaskan Soal Rasa Asam

Bika Ambon Ci Mehong disebut basi oleh influencer Zhezhe Galuh, namun pihak stan membantah dan menyebut rasa asam berasal dari fermentasi. Polemik ini justru membuat pembeli makin penasaran.

TIMES Indonesia,
Bika Ambon Ci Mehong Tuai Sorotan di Palangka Raya, Penjual Jelaskan Soal Rasa Asam
Pengunjung membeli Bika Ambon di stan Ci Mehong dalam event Go Market Kuliner Viral di Lippo Plaza Palangka Raya, Kamis (18/6/2026). (Foto: Zailani/TIMES Indonesia)
A-AA+

PALANGKA RAYA Bika Ambon milik konten kreator kuliner sekaligus pemilik PIK Baking House, Ci Mehong, yang disebut basi oleh influencer lokal Zhezhe Galuh masih menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

‎Keributan itu bermula setelah Zhezhe Galuh mengunggah ulasan usai membeli Bika Ambon di stan Ci Mehong yang sedang berjualan dalam event Go Market betajuk Kuliner Viral dari Jakarta, yang diselengarakan di Lippo Plaza Mall Kota Palangka Raya.

Advertisement

‎Dalam ulasan nya, Zhezhe menyebut kue yang dibelinya memiliki rasa yang mengarah ke makanan basi. Konten itu kemudian viral dan memicu perdebatan di kalangan warganet.

‎Sebagian netizen menilai, penilaian terhadap makanan sangat bergantung pada selera masing-masing. Namun tak sedikit pula yang mendukung ulasan tersebut sebagai bentuk kritik sebagai konsumen.

‎Di tengah ramainya perdebatan itu, TIMES Indonesia melakukan pengecekan langsung ke stan Ci Mehong di lantai 3 Lippo Plaza Palangka Raya, Kamis (18/6/2026) siang. 

‎Salah seorang pegawai stan Ci Mehong bernama Feni membantah anggapan bahwa Bika Ambon yang dijual dalam kondisi basi.

‎Menurut dia, rasa sedikit asam yang menjadi sorotan justru merupakan karakter khas produk tersebut karena menggunakan bahan fermentasi.

Advertisement

Bika Ambon

‎"Memang ada sedikit rasa asam. Itu ciri khasnya, bukan karena basi," terang Feni.

‎Ia juga menjelaskan, produk yang sudah tidak layak konsumsi biasanya menunjukkan perubahan fisik seperti tekstur yang berlendir atau muncul jamur.

‎Feni juga menilai perbedaan persepsi rasa pada lidah seseorang bisa saja terjadi. karena masyarakat Kalimantan umumnya lebih mengenal bika dengan cita rasa manis.

‎"Kalau Bika Ambon memang berbeda. Rasanya tidak semanis bika yang biasa ditemukan di Kalimantan," Jelas dia.

‎Selain itu, ia memastikan bahwa seluruh produk yang dijual di Palangka Raya di datangkan langsung dari Jakarta dan disimpan dalam freezer untuk menjaga kualitas.

‎Menurut dia, produk yang masih tersimpan di freezer dapat bertahan hingga tujuh hari, sedangkan setelah dipanaskan melalui oven sebaiknya dikonsumsi dalam satu hingga dua hari.

‎Disisi lain, meski sedang diterpa isu miring, stan Ci Mehong terlihat tetap ramai dikunjungi pembeli.

‎Salah satunya Salfa, pengunjung yang mengaku penasaran setelah melihat ramainya perbincangan di media sosial.

‎Ia mengatakan sengaja membeli Bika Ambon tersebut untuk mencicipi langsung dan menilai sendiri rasanya.

‎"Saya belum pernah coba sebelumnya. Karena lagi ramai dibahas, jadi penasaran ingin coba sendiri," kata dia.

‎Menurut Salfa, perbedaan selera makanan sangat mungkin terjadi. Ia menilai masyarakat Kalimantan yang terbiasa mengonsumsi makanan manis bisa saja memiliki persepsi berbeda ketika mencoba Bika Ambon yang memiliki cita rasa khas fermentasi.

‎"Saya rasa kembali ke selera masing-masing. Setiap daerah juga punya karakter makanan yang berbeda," tutup Salfa. 

‎Kini polemik antara Zhezhe Galuh dan Ci Mehong masih terus menjadi perbincangan oleh warganet. 

‎Di lokasi penjualan, pengunjung terlihat semakin ramai berdatangan untuk membeli dan mencicipi langsung produk yang sedang viral tersebut.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M
PenulisMuhammad Zailani Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia