Tekuk Australia 2-0, Amerika Serikat Jadi Tim Pertama Grup D yang Lolos ke 32 Besar
Amerika Serikat memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Australia 2-0. Pelatih Tony Popovic mengakui Socceroos kehilangan fokus pada babak pertama.
JAKARTA – Amerika Serikat menjadi tim pertama dari Grup D yang memastikan tempat di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Kepastian itu diperoleh setelah The Yanks menundukkan Australia dengan skor 2-0 pada laga kedua grup yang berlangsung di Stadion Lumen, Seattle, Jumat waktu setempat.
Dua kemenangan beruntun membuat skuad asuhan Mauricio Pochettino mengoleksi enam poin dan kokoh di puncak klasemen sementara Grup D. Sebaliknya, Australia harus puas berada di posisi kedua dengan tiga poin dan masih harus berjuang pada laga terakhir untuk menjaga asa lolos ke fase gugur.
Gol Bunuh Diri Buka Jalan Kemenangan AS
Amerika Serikat langsung mengambil inisiatif menyerang sejak awal pertandingan. Upaya mereka membuahkan hasil ketika bek Australia Cameron Burgess melakukan gol bunuh diri pada menit ke-11.
Keunggulan tersebut membuat tim tuan rumah semakin percaya diri dalam menguasai permainan. Sementara Australia yang berusaha bangkit melalui Nishan Velupillay belum mampu menembus pertahanan lawan.
Menjelang turun minum, Amerika Serikat menggandakan keunggulan melalui sundulan Alex Freeman pada menit ke-45 yang mengubah skor menjadi 2-0.
Memasuki babak kedua, pasukan Mauricio Pochettino tetap tampil agresif. Folarin Balogun sempat mengancam, namun peluangnya masih mampu digagalkan lini belakang Australia.
Di sisi lain, Socceroos berusaha memperkecil ketertinggalan melalui Cristian Volpato. Namun, peluang yang didapat belum mampu mengubah keadaan hingga peluit panjang dibunyikan.
Pochettino Puas dengan Permainan Timnya
Pelatih Amerika Serikat Mauricio Pochettino mengaku puas dengan performa anak asuhnya. Menurut pelatih asal Argentina itu, timnya mampu mendominasi pertandingan, terutama pada babak pertama.
"Saya pikir ini adalah pertandingan hebat, terutama babak pertama yang sangat bagus. Kami mendominasi pertandingan," ujar Pochettino seperti dikutip dari laman resmi FIFA.
Mantan pelatih Paris Saint-Germain dan Chelsea tersebut mengaku sempat memprediksi Grup D akan menghadirkan tantangan berat sejak hasil undian dilakukan pada Desember lalu.
Namun, kemenangan atas Paraguay 4-1 pada laga pembuka dan keberhasilan menundukkan Australia membuatnya optimistis dengan perjalanan timnya di turnamen ini.
"Ketika pengundian dilakukan pada Desember, saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Saya turut senang untuk para suporter," katanya.
Australia Kehilangan Fokus
Sementara itu, pelatih Australia Tony Popovic mengakui timnya gagal tampil sesuai harapan pada babak pertama. Ia menilai para pemainnya terlihat kehilangan energi dan tidak mampu memenangkan duel-duel penting.
"Saya tidak tahu apakah itu karena suasana pertandingan, tetapi kami terlihat lesu, kaki terasa berat. Mereka lebih kuat dan memenangkan setiap bola. Kemudian kami kebobolan dua gol ceroboh," kata Popovic.
Meski demikian, ia memberikan apresiasi terhadap respons para pemainnya pada babak kedua yang dinilai menunjukkan karakter dan semangat juang yang lebih baik.
"Reaksi di babak kedua luar biasa dan para pemain menunjukkan betapa bagusnya mereka. Tetapi di babak pertama, secara mental dan fisik, itu sangat berat," ujarnya.
Laga Hidup Mati Australia
Kemenangan ini memastikan Amerika Serikat melangkah ke babak 32 besar dengan status pemuncak sementara Grup D.
Pada pertandingan terakhir fase grup, Christian Pulisic dan kolega dijadwalkan menghadapi Turki pada Jumat (26/6) pukul 09.00 WIB.
Sementara Australia akan menjalani laga penentuan melawan Paraguay pada hari yang sama. Duel tersebut menjadi pertandingan hidup mati bagi Socceroos untuk menjaga peluang melangkah ke fase berikutnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


