Ronaldo Bertekad Bangkit, Kane Bidik Sejarah saat Portugal dan Inggris Kembali Beraksi
Cristiano Ronaldo berupaya bangkit bersama Portugal, sementara Harry Kane memburu rekor baru saat laga-laga krusial Grup K dan Grup L Piala Dunia 2026 digelar.
JAKARTA – Fokus penggemar Piala Dunia 2026 tak hanya tertuju pada rekor-rekor yang terus diukir para bintang besar, tetapi juga pada performa yang belum sesuai harapan. Jika Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Erling Haaland tampil gemilang di awal turnamen, situasi berbeda justru dialami Cristiano Ronaldo.
Kapten Portugal yang kini berusia 41 tahun itu datang ke Amerika Utara dengan ambisi mencetak sejarah sebagai pemain pertama yang mampu mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia secara beruntun. Namun, laga pembuka Grup K berakhir mengecewakan. Ronaldo gagal memanfaatkan beberapa peluang emas saat Portugal hanya bermain imbang 1-1 melawan Kongo.
Kesempatan untuk bangkit akan datang saat Portugal menghadapi Uzbekistan pada Rabu (24/6/2026) pukul 00.00 WIB di Houston. Kemenangan menjadi target penting bagi Portugal yang masuk dalam daftar favorit juara sebelum turnamen dimulai.
Hasil positif dibutuhkan untuk menjaga persaingan di Grup K setelah Kolombia meraih kemenangan pada laga pembuka, sementara Kongo mencuri perhatian lewat hasil imbang melawan Portugal dalam penampilan Piala Dunia pertama mereka setelah absen selama 52 tahun.
Di pertandingan lain, Kolombia akan menghadapi Kongo di Guadalajara, Meksiko. Sementara itu, Timnas Inggris yang diperkuat Harry Kane akan berhadapan dengan Ghana pada Rabu pukul 03.00 dini hari WIB.
Harry Kane Kejar Rekor Baru
Kane menjadi salah satu pemain yang sedang memburu catatan bersejarah di Piala Dunia 2026. Dua gol yang dicetaknya saat Inggris menaklukkan Kroasia 4-2 pada laga perdana membuat koleksi golnya di Piala Dunia mencapai 10 gol.
Jumlah tersebut menyamai rekor pencetak gol terbanyak Inggris di Piala Dunia yang sebelumnya dipegang legenda Inggris, Gary Lineker.
Kini Kane berpeluang melampaui rekor tersebut ketika Inggris menghadapi Ghana di Foxborough, Massachusetts. Jika kembali mencetak gol, ia akan menyamai catatan milik dua legenda sepak bola dunia, Jürgen Klinsmann dan Sándor Kocsis.
Kemenangan juga akan memastikan Inggris melaju ke fase gugur untuk tiga edisi Piala Dunia secara beruntun.
Namun Ghana tidak bisa dianggap remeh. Tim asal Afrika itu saat ini memiliki poin yang sama dengan Inggris setelah menang dramatis 1-0 atas Panama berkat gol Brandon Thomas-Asante pada masa injury time. Ghana juga bertekad mengulang pencapaian terbaik mereka ketika mencapai perempat final Piala Dunia 2010.
Menariknya, Inggris belum pernah kalah menghadapi wakil Afrika di ajang Piala Dunia dengan catatan lima kemenangan dan tiga hasil imbang.
Panama dan Kroasia Jalani Laga Hidup-Mati
Pertandingan Grup L antara Panama dan Kroasia di Toronto pada Rabu pukul 06.00 pagi diprediksi berlangsung sengit. Kedua tim sama-sama menelan kekalahan pada laga pembuka sehingga kemenangan menjadi harga mati untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.
Panama sebenarnya hampir meraih poin pertama mereka di Piala Dunia 2026 sebelum kebobolan pada menit-menit akhir saat menghadapi Ghana.
Di sisi lain, Kroasia yang finis ketiga pada Piala Dunia 2022 di Qatar dan menjadi runner-up pada edisi 2018 di Rusia berada dalam tekanan setelah kalah 2-4 dari Inggris.
Kolombia Berpeluang Kunci Tiket 16 Besar
Kolombia menjadi tim yang berpeluang lebih cepat mengamankan tempat di fase gugur. Kemenangan atas Kongo, pada laga yang digelar Rabu pukul 09.00 akan memastikan Los Cafeteros lolos ke babak 16 besar.
Langkah itu akan terasa istimewa mengingat Kolombia bahkan gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2022 di Qatar.
Pada laga pembuka, Luis Díaz tampil impresif dengan mencatat satu gol dan satu assist saat Kolombia mengalahkan Uzbekistan 3-1.
Meski demikian, Kongo diperkirakan kembali menjadi lawan yang sulit ditaklukkan. Tim tersebut menunjukkan organisasi permainan yang disiplin ketika menahan Portugal.
Salah satu pemain yang patut diwaspadai adalah Yoane Wissa. Penyerang Newcastle United itu mencetak gol pertama Kongo di Piala Dunia melalui sundulan pada masa injury time babak pertama saat menghadapi Portugal. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


