Advertisement
Wisata

Meriahnya Festival Layang-Layang Internasional 2026 di Bantul, Wisatawan Padati Pantai Parangkusumo

Agenda wisata internasional ini sukses menarik ribuan wisatawan untuk menikmati perpaduan atraksi budaya, kreativitas, dan hiburan keluarga.

TIMES Indonesia,
Meriahnya Festival Layang-Layang Internasional 2026 di Bantul, Wisatawan Padati Pantai Parangkusumo
Suasana festival layang-layang di Pantai Parangkusumo Yogyakarta. (FOTO: A Riyadi/TIMES Indonesia)
A-AA+

Yogyakarta Langit Pantai Parangkusumo, Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta kembali dihiasi aneka layang-layang raksasa dari berbagai penjuru dunia dalam gelaran Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026.

 Festival yang telah menjadi agenda wisata internasional ini sukses menarik ribuan wisatawan untuk menikmati perpaduan atraksi budaya, kreativitas, dan hiburan keluarga.

Advertisement

Rangkaian Jogja International Kite Festival 2026 dimulai sejak awal Juli, dengan puncak penyelenggaraan berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 11–12 Juli 2026 di Pantai Parangkusumo.

Sebanyak 17 negara ambil bagian dalam festival ini dengan menampilkan beragam layang-layang tradisional maupun kreasi tiga dimensi yang unik dan spektakuler.

Ketua Panitia JIKF 2026, Anang Sarjiyanto, mengatakan festival tahun ini tidak hanya menghadirkan atraksi layang-layang berskala internasional, tetapi juga menjadi ruang edukasi, pelestarian budaya, sekaligus destinasi wisata keluarga.

Mengusung tema 'Kite for Peace, Friendship and Unity', festival tersebut mempertemukan komunitas pelayang dari berbagai negara untuk menyampaikan pesan perdamaian, persahabatan, dan persatuan melalui karya seni yang menghiasi langit selatan Yogyakarta.

Selain menjadi tontonan menarik, festival ini turut memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Advertisement

Kehadiran ribuan wisatawan diharapkan mampu meningkatkan omzet pelaku UMKM, sektor kuliner, penginapan, hingga jasa transportasi di kawasan Bantul.

Salah seorang pengunjung, Putri, wisatawan asal Jakarta yang datang bersama suami dan dua anaknya, mengaku sengaja menghabiskan libur sekolah di Yogyakarta agar dapat menyaksikan festival tersebut secara langsung.

“Kami baru pertama kali melihat festival layang-layang internasional sebesar ini. Anak-anak sangat senang karena bisa melihat layang-layang raksasa dari berbagai negaraujar Putri.

"Suasananya meriah, pantainya indah, dan acaranya sangat cocok untuk liburan keluarga,” imbuhnya .

Ia berharap festival seperti ini terus diselenggarakan setiap tahun karena menjadi daya tarik wisata yang berbeda dibandingkan destinasi lain.

“Selain menikmati pantai, kami juga mendapat pengalaman baru dan mengenal budaya dari berbagai negara. Ini menjadi momen yang menyenangkan untuk keluarga,” tambahnya.

Hanya, festival layang-layang ini ternodai dengan perilaku nakal oknum petugas parkir yang ada di seputaran Pantai Parangkusumo dan Pantai Parangtritis.

 Wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi mobil ditarik biaya penitipan atau parkir Rp 20 ribu, padahal nilai pada karcis sebesar Rp 10 ribu.

“Kalau hari biasa Rp 10 ribu, ini kan ada event,” celetuk seorang oknum juru parkir menjawab pertanyaan seorang wisatawan. 

Pada akhirnya wisatawan tetap memberikan uang senilai Rp 20 ribu sesuai permintaan petugas parkir atau penitipan.

Jogja International Kite Festival selama ini dikenal sebagai salah satu agenda wisata unggulan Daerah Istimewa Yogyakarta yang mampu menggabungkan olahraga rekreasi, seni, budaya, serta promosi pariwisata dalam satu kemasan.

Tahun ini, keikutsertaan delegasi dari 17 negara semakin memperkuat posisi Yogyakarta sebagai tuan rumah festival layang-layang bertaraf internasional. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

A Riyadi
PenulisA RiyadiSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (2004) dan Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (2016). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018. Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia