Religi

Takbir Menggema di Malam Idul Fitri, Raih Pahala Berlipat Ganda

Selasa, 09 April 2024 - 18:03 | 32.88k
Pawai obor Takbir Idul Fitri. (FOTO: Dok TIMES Indonesia)
Pawai obor Takbir Idul Fitri. (FOTO: Dok TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTAMalam Idul Fitri bukan sekadar perayaan kemenangan, tapi juga momen istimewa untuk meraih pahala berlimpah. Salah satu kuncinya adalah dengan menghidupkan malam ini dengan takbir, dzikir, dan doa.

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam Idul Fitri dan Idul Adha. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَتَي الْعِيدَيْنِ مُحْتَسِبًا لِللَّهِ لَمْ يَمْتَ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ الْقُلُوبُ

Artinya: "Barangsiapa menghidupkan dua malam hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) ikhlas karena Allah maka hatinya tidak akan mati pada hari banyak hati yang mati." (HR. Ibnu Majah)

Dalil Takbiran Malam Idul Fitri

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا الله عَلى مَا هَديكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ - ١٨٥ 

"Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah: 185)

Mengenai ayat ini, Syaikh Nawawi al-Bantani menjelaskan dalam Tafsir Marahu Labid, berkata Sayyidina Abdullah bin Abbas, wajib bagi umat Islam jika telah melihat hilal Syawal untuk bertakbir".

Begitu juga Imam Syafii mengatakan, "Aku suka menggemakan takbir pada dua hari raya; idul fitri dan idul adha". (Marahu Labid)

Begitu juga dijelaskan Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur'an al-'Azhim, berdasar ayat tersebut (Al-Baqarah: 185) para ulama menganjurkan umat Islam bertakbir (mengagungkan Allah) ketika malam hari raya; Idul Fitri dan Idul Adha. (Tafsir Ibnu Katsir, 1/371).

Makna Takbir

Takbir, yang berarti membesarkan Allah SWT, merupakan amalan utama di malam Idul Fitri. Takbir diucapkan dengan lafal "Allahu Akbar" yang mengandung makna pengagungan dan rasa syukur atas segala limpahan rahmat Allah SWT.

Waktu Takbir

Waktu takbir Idul Fitri dimulai sejak terbenamnya matahari pada malam Idul Fitri hingga sebelum shalat Idul Fitri. Para ulama berbeda pendapat mengenai waktu terbaik untuk takbir.

Lafaz Takbir

Terdapat berbagai lafaz takbir yang dapat diucapkan, di antaranya:

 

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.

"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi-Nya."

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا.

"Allah Maha Besar, Segala puji yang banyak bagi Allah, Maha suci Allah pagi dan sore."

Marilah kita manfaatkan malam Idul Fitri ini dengan penuh makna. Menggemakan takbir, zikir, dan doa, serta mempererat tali silaturahmi dengan keluarga dan sahabat. Semoga malam ini menjadi malam yang bercahaya, penuh rahmat dan pahala dari Allah SWT. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES