Religi

Ekspedisi Batin (31): Hidup yang Kamu Keluhkan Mungkin Sedang Diimpikan Orang Lain

Jumat, 07 Juni 2024 - 07:54 | 12.61k
Foto Ilustrasi. (Foto: Akademi AI Indonesia)
Foto Ilustrasi. (Foto: Akademi AI Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Saat long weekend akhir pekan lalu di Jakarta, sopir sewaan yang penulis tumpangi merasa sangat enjoy. Betapa tidak. Waktu tempuh yang biasanya ia jalani dua jam dengan segala kemacetannya, kala itu cukup 17 menit. 

Ia pun berkata kalau tiap pagi, tamu yang menggunakan jasanya selalu saja mengeluh dengan kemacetan itu. Apalagi ia orang baru di ibu kota. 

Itulah hidup. Ada yang mengeluh tentang rutinitas yang membosankan, pekerjaan yang tak menantang, dan jalanan yang selalu macet. Seperti Abang tadi yang terjebak dalam siklus tanpa akhir ini, sering kali merasa hidupnya kurang berarti. Namun, apa yang dia anggap beban, bagi orang lain mungkin adalah sebuah impian yang selalu diidam-idamkan.

Bayangkan seseorang di desa terpencil, yang setiap hari bekerja keras di ladang di bawah terik matahari. Seseorang ini bermimpi bisa merasakan kenyamanan hidup di kota, dengan segala kemudahan dan peluang yang ditawarkannya. Baginya, gedung-gedung tinggi dan keramaian kota adalah simbol kesuksesan dan harapan akan masa depan yang lebih baik. Dia berharap bisa memiliki pekerjaan tetap, meski itu berarti terjebak dalam kemacetan setiap pagi.

Di sinilah perbedaan perspektif memainkan perannya. Apa yang tampak seperti beban bagi satu orang, bisa menjadi impian bagi yang lain. Oleh karena itu, bersyukur adalah kunci utama untuk melihat hidup dari sudut pandang yang lebih cerah. Rasa syukur membuka mata dan hati, menyadarkan kita bahwa setiap detik adalah anugerah yang patut dihargai.

Ketika merasa bosan dengan rutinitas, cobalah ingat bahwa di luar sana banyak orang yang berharap bisa memiliki pekerjaan yang sama. Mereka yang tidak seberuntung kita, yang berjuang untuk mendapatkan penghasilan tetap, akan melihat posisi kita sebagai sesuatu yang sangat diinginkan. 

Kesulitan yang kita hadapi di jalanan kota mungkin adalah tanda bahwa kita memiliki kendaraan untuk ditumpangi, sesuatu yang mungkin tak dimiliki oleh banyak orang.

Rasa syukur juga bukan hanya tentang menerima apa yang ada. Tapi juga tentang memanfaatkan apa yang dimiliki untuk tumbuh dan berkembang. Kesulitan dan tantangan bukanlah penghalang, melainkan batu loncatan menuju kesuksesan yang lebih besar. 

Dengan bersyukur, kita belajar melihat peluang di balik setiap rintangan. Seperti pepatah, "Kesulitan adalah guru terbaik," syukur mengajarkan kita untuk menemukan pelajaran berharga dalam setiap cobaan.

Dalam Al-Quran, Allah berfirman, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu." (QS. Ibrahim: 7). Rasa syukur membawa keberkahan dan kelimpahan. Ketika kita menghargai apa yang dimiliki, kita membuka pintu bagi lebih banyak nikmat untuk datang.

Bersyukurlah dalam segala hal, karena di balik setiap detik kehidupan, ada keajaiban yang tersembunyi. Ini mengingatkan bahwa hidup penuh dengan keajaiban kecil yang sering kali terabaikan karena fokus pada hal-hal negatif. Dengan mengubah perspektif dan mengisi hati dengan rasa syukur, kita bisa melihat kehidupan dengan mata yang berbeda.

Jika si Abang di Jakarta itu bisa melihat dunia melalui mata seseorang di desa, mungkin dia akan menemukan bahwa hidupnya penuh dengan hal-hal yang patut disyukuri. Keluhan akan berubah menjadi syukur, kesulitan menjadi pelajaran, dan setiap hari menjadi kesempatan untuk berkembang.

Hidup adalah perjalanan yang penuh warna. Dan syukur adalah kunci untuk menikmati setiap momennya. 

Ketika kita bersyukur, kita menciptakan energi positif yang mendorong kita untuk maju dan berkembang. Tidak ada ruang untuk keluhan, hanya semangat untuk terus berusaha dan meraih mimpi.

Jadi, ketika merasa hidup ini berat, ingatlah bahwa di luar sana ada yang bermimpi memiliki kehidupan seperti yang kita miliki. Bersyukurlah, hargai setiap momen, dan gunakan setiap kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Karena hidup yang kamu keluhkan mungkin adalah impian orang lain. Teruslah maju, dengan rasa syukur yang mendalam, dan lihatlah betapa indahnya dunia ini dari perspektif yang berbeda. (*)

* Penulis adalah Khoirul Anwar, pengurus LTN PBNU.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES