Advertisement
Religi

Keutamaan Jumat Terakhir Bulan Rajab, Amalan Khusus dan Berkah Melimpah di Balik Mimbar

Momen ini dianggap istimewa karena menyimpan fadhilah (keutamaan) besar, terutama terkait dengan kelapangan rezeki sepanjang tahun.

TIMES Indonesia,
Keutamaan Jumat Terakhir Bulan Rajab, Amalan Khusus dan Berkah Melimpah di Balik Mimbar
Imam masjid tegalsari KH Syamsuddin dan masjid Tegalsari Ponorogo sebagai pusat spritual bersejarah turut menjaga tradisi Jumat terakhir bulan Rajab. (Foto: Marhaban/TIMES Indonesia)
A-AA+

PONOROGO Memasuki penghujung bulan Rajab 1447 H, umat Muslim di seluruh dunia bersiap menyambut salah satu momen yang diyakini penuh keberkahan, yakni Jumat terakhir bulan Rajab, Jumat (16/1/2026) besok.

Momen ini dianggap istimewa karena menyimpan fadhilah (keutamaan) besar, terutama terkait dengan kelapangan rezeki sepanjang tahun.

Advertisement

​Salah satu amalan yang sangat masyhur dan dijaga secara turun-temurun oleh para ulama salaf adalah membaca doa khusus saat khatib sedang duduk di antara dua khutbah.

​Adapun bacaan tersebut adalah:

​"Ahmad Rasulullah Muhammad Rasulullah" (sebanyak 35 kali).

​Amalan ini disandarkan pada keterangan para ulama, salah satunya Syekh Ali al-Ajhuriy, yang menyebutkan bahwa siapa saja yang membaca kalimat tersebut saat khatib duduk di antara dua khutbah pada Jumat terakhir bulan Rajab, maka tangannya tidak akan sepi dari uang (rezeki) di sepanjang tahun tersebut.

masjid-Tegalsari-Ponorogo-2.jpg

​Masjid Tegalsari di Ponorogo, yang dikenal sebagai pusat spiritual bersejarah, turut menjadi tempat di mana tradisi ini dijaga. KH Syamsuddin, selaku Imam Masjid Tegalsari, memberikan pandangannya mengenai urgensi momen ini bagi umat.

​"Jumat terakhir di bulan Rajab, besok 16 Januari 2025 adalah gerbang penutup sebelum kita memasuki bulan Sya'ban dan puncaknya di Ramadan. Amalan membaca Ahmad Rasulullah Muhammad Rasulullah ini adalah bentuk tawasul dan pengakuan kita sebagai umat Baginda Rasulullah SAW," ujar KH Syamsuddin saat ditemui di kompleks Masjid Tegalsari, Rabu (14/1/2026).

KH Syamsuddin menekankan bahwa amalan ini bukan sekadar ritual mencari materi, melainkan bentuk optimisme hamba kepada Sang Pencipta Allah SWT.

​"Intinya adalah roja' atau berharap kepada Allah. Kita meminta agar di tahun ini kita diberikan kecukupan sehingga ibadah kita bisa lebih tenang dan fokus. Namun, yang paling utama adalah menjaga hati agar tetap terhubung dengan Rasulullah SAW.

​Fadhilah yang didapat ​selain kelapangan rezeki, terdapat beberapa keutamaan lain yang bisa diraih umat Muslim pada hari tersebut," tukas KH Syamsuddin.

Selain ​waktu mustajab, Hari Jumat sendiri adalah Sayyidul Ayyam, dan Rajab adalah Asyahurul Hurum (bulan mulia). Pertemuan keduanya menciptakan waktu yang sangat mustajab untuk berdoa sekaligus ​menjadi sarana pembersihan diri dan pemantapan niat sebelum memasuki bulan Ramadan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M. Marhaban
PenulisM. MarhabanSekolah Tinggi Publisistik (STP) Jakarta, KLW PWI Jawa Timur 1999. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019, meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Olahraga, Budaya, dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia