Khutbah Jumat Edisi 13 Februari 2026: Ramadan, Silaturahim, dan Kepedulian Sosial di Tengah Efisiensi Anggaran
Berikut adalah naskah Khutbah Jumat berjudul: Ramadan, Silaturahim, dan Kepedulian Sosial di Tengah Efisiensi Anggaran yang bisa dijadikan

PACITAN – Berikut adalah naskah Khutbah Jumat berjudul: Ramadan, Silaturahim, dan Kepedulian Sosial di Tengah Efisiensi Anggaran yang bisa dijadikan referensi:
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Takwa adalah bekal utama menuju Ramadan. Dalam mazhab Syafi’i, sebagaimana dijelaskan dalam Fathul Mu’in karya Syekh Zainuddin al-Malibari, puasa Ramadan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga seluruh anggota badan dari maksiat.
Dalam syarahnya, I’anatut Thalibin, Syekh Abu Bakar Syatha menjelaskan bahwa kesempurnaan puasa terletak pada penjagaan lisan, hati, dan hubungan sosial. Artinya, Ramadan bukan sekadar ibadah individual, tetapi ibadah sosial.
Ma’asyiral Muslimin,
Kita hidup dalam suasana efisiensi anggaran. Banyak program dipangkas, belanja dikurangi, kebutuhan pokok meningkat. Dalam situasi seperti ini, Islam tidak mengajarkan konsumtif, tetapi juga tidak membenarkan kikir.
Dalam Ihya’ Ulumiddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa sifat dermawan adalah pertengahan antara boros (israf) dan pelit (bukhl). Allah berfirman:
وَالَّذِيْنَ إِذَا أَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا
Ramadan di tengah efisiensi justru menguji keikhlasan kita. Ketika lapang mudah berbagi. Tetapi ketika sempit, di situlah nilai takwa diuji.
Rasulullah ﷺ bersabda:
اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ (رواه البخاري)
Takutlah pada neraka walau dengan separuh kurma. Artinya, sekecil apa pun sedekah tetap bernilai.
Ma’asyiral Muslimin,
Tradisi menjelang Ramadan seperti nyadran, ruwahan, ziarah kubur, adalah bagian dari kearifan lokal yang selama tidak bertentangan dengan syariat, justru memperkuat ukhuwah dan doa kepada leluhur. Dalam Nihayatuz Zain, Syekh Nawawi al-Bantani menegaskan sampainya pahala doa dan istighfar kepada mayit.
Beliau menulis:
وَيَنْتَفِعُ الْمَيِّتُ بِدُعَاءِ الْحَيِّ وَصَدَقَتِهِ
Mayit mendapat manfaat dari doa dan sedekah orang hidup.
Karena itu, silaturahim dan doa kepada orang tua menjelang Ramadan bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki landasan fiqh yang kuat dalam mazhab Ahlussunnah wal Jamaah.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Di tengah keterbatasan ekonomi, mari kita jadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat solidaritas. Jangan sampai masjid ramai dengan takjil mewah, tetapi tetangga kita kesulitan beras. Jangan sampai acara berbuka penuh gengsi, tetapi fakir miskin terabaikan.
Dalam Hasyiyah al-Bujairimi, dijelaskan:
إِدْخَالُ السُّرُورِ عَلَى الْمُؤْمِنِ مِنْ أَعْظَمِ الْقُرُبَاتِ
Membahagiakan orang mukmin termasuk ibadah besar.
Maka jika kita tidak mampu banyak memberi, minimal jangan menyakiti. Jika tidak mampu menyumbang besar, minimal perkuat doa dan empati.
Ramadan adalah madrasah kesederhanaan. Puasa mengajarkan rasa lapar agar kita peka pada penderitaan.
Ma’asyiral Muslimin,
Marilah kita songsong Ramadan dengan:
1. Membersihkan hati dari permusuhan.
2. Memperbaiki silaturahim.
3. Menguatkan kepedulian sosial.
4. Mengatur keuangan secara bijak tanpa mematikan sedekah.
بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِي وَلَكُمْ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللّٰهُ،
إِنَّ شَهْرَ رَمَضَانَ شَهْرُ الصِّيَامِ وَالْقُرْآنِ وَالْإِحْسَانِ، فَاسْتَعِدُّوا لَهُ بِالتَّوْبَةِ النَّصُوْحِ وَإِصْلَاحِ ذَاتِ الْبَيْنِ وَمُوَاسَاةِ الْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِيْنِ.
اَللّٰهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ، وَأَعِنَّا عَلَى صِيَامِهِ وَقِيَامِهِ، وَاجْعَلْهُ شَهْرَ بَرَكَةٍ وَرَحْمَةٍ وَتَكَافُلٍ اجْتِمَاعِيٍّ فِي بِلَادِنَا.
اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالضِّيْقَ وَارْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ.
اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، وَارْزُقْهُمُ الْعَدْلَ وَالْحِكْمَةَ، وَاجْعَلْ سِيَاسَتَهُمْ فِي مَصْلَحَةِ الرَّعِيَّةِ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ
(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

