"Suara Langit" dari Nusantara: 6 Maestro Tilawah Indonesia yang Menggetarkan Dunia
Qori asal Indonesia terus mengharumkan nama bangsa lewat keberhasilan juara atau mencatat prestasi saat lomba qori di panggung internasional.

JAKARTA – Indonesia kembali mengukir nama gemilang sebagai kiblat seni tilawah Al-Qur'an dunia. Baru-baru ini, Muhammad Zian Fahrezi, qori cilik asal Bima, NTB, berhasil meraih Juara 1 Kategori Anak-anak pada MTQ Internasional di Karbala, Irak.
Keberhasilannya pada usia 11 tahun menjadi bukti bahwa warisan "Suara Langit" dari Nusantara tak pernah padam. Zian kini berdiri sejajar dengan para maestro tilawah yang telah menjadikan nama Indonesia bersinar di kancah internasional.
Berukut nama-nama qori asal Indonesia yang membuat harum nama Indonesia:
1. KH. Muammar ZA: Legenda Hidup dengan Napas Terpanjang
Lahir di Pemalang, ia meraih Juara Internasional tahun 1981 di Malaysia dan prestasi lainnya pada 1979 dan 1986. Dikenal dengan napas panjang dan suara merdu yang menjadi rujukan global. Beliau mendirikan Pesantren Ummul Qura di Tangerang untuk mencetak qori berstandar internasional.
2. Hj. Maria Ulfah: Sosok Legendaris Wanita Pertama yang Meraih Gelar Internasional
Lahir di Lamongan, ia meraih Juara Internasional tahun 1980 dan 1981 di Malaysia. Namanya tercatat dalam 500 Influential Muslims dan teknik tilawahnya dipelajari hingga Timur Tengah. Beliau aktif sebagai dosen dan mendirikan pesantren untuk mengembangkan bakat qoriah.
3. KH. Mu'min Ainul Mubarak: Maestro Tasikmalaya dengan Teknik Power dan Variasi Nada
Asal Tasikmalaya, ia menjuarai MTQ Internasional di Malaysia (2008) dan Iran (2009). Dikenal dengan teknik power dan variasi nada yang luar biasa, serta viral di luar negeri. Beliau mendirikan lembaga pendidikan tilawah di Tasikmalaya.
4. H. Darwin Hasibuan: Singa Panggung Asal Sumatera Utara dengan Suara Melengking
Asal Sumatera Utara, ia meraih prestasi internasional di India (2003), Malaysia (2007), Iran (2011), dan Malaysia (2012). Suara melengkingnya membuatnya populer di India dan Pakistan. Beliau aktif sebagai pengajar dan juri dalam berbagai acara tilawah.
5. Syamsuri Firdaus: Pemuda Bima yang Diberi Selamat Langsung oleh Presiden Turki
Asal Bima, ia meraih Juara 1 MTQ Internasional di Turki (2019) dengan penghargaan yang diserahkan langsung oleh Presiden Erdogan. Beliau juga meraih Juara 1 di Kuwait (2024) dan Tanzania (2023), membawa nama Bima dan Indonesia ke kancah dunia.
6. Muhammad Zian Fahrezi: Permata Cilik dari Bima yang Lanjutkan Estafet Juara
Qori cilik asal Bima, ia meraih Juara 1 MTQ Internasional di Irak (2026) pada usia 11 tahun. Sebelumnya, ia telah tampil di Iran dan meraih peringkat keempat pada MTQ Internasional Aljazair. Prestasinya membuktikan tongkat estafet juara dari Bima terus berlanjut.
Maestro Tilawah Lainnya yang Menambah Kejayaan Indonesia
Tahun 2025: Imranul Karim (Juara 1 Jakarta & Bangladesh), Diana Abdul Jabbar (Juara 1 Jakarta), Yasin Albar (Juara 1 Jakarta), Nafisatul Millah (Juara 1 Jakarta), Jumarlin Qori (Juara 2 Kroasia), Ahmad Fadhil (Juara 2 Maroko).
Tahun 2024: Farhan Muhammadi (Juara 1 Maroko), Wahyu Andi Saputra (Juara 3 Malaysia), Nuriah Jurian Arga (Juara 3 Iran), Fatwa Hadi Maulana (Juara 4 Dubai).
Tahun 2019: Ihsan Ramadan (Juara 1 Qatar), Salman Amrillah (Juara 1 Iran), Syah Roni (Juara 1 Bahrain), Miftah Farid (Juara 1 Maroko), Qadar Asmadi (Juara 2 Kuwait), Wardah (Juara 2 Malaysia), Rifki Hawari (Juara 3 Iran), Siddiq Mulyana (Juara 3 Tafsir Iran).
Di era digital, seni tilawah Indonesia terus berkembang dengan inovasi seperti Akademi Waqtar yang menggunakan pembelajaran berbasis digital dan Kementerian Agama yang memperlombakan kaligrafi digital.
Kisah keberhasilan para maestro menjadi motivasi bagi generasi muda bahwa dedikasi dan cinta terhadap Al-Qur'an dapat membawa prestasi gemilang sekaligus menyebarkan syiar Islam. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


