Advertisement
Religi

Dr Ahmad Fauzi: Khusyuk Jadi Kunci Kedekatan Hamba dengan Allah

Kajian Subuh Ramadan di Masjid Al-Musthofa Bakung Udanawu Blitar membahas pentingnya khusyuk dan kesungguhan dalam ibadah yang disampaikan Dr Ahmad Fauzi.

TIMES Indonesia,
Dr Ahmad Fauzi: Khusyuk Jadi Kunci Kedekatan Hamba dengan Allah
Kajian Subuh Ramadan di Masjid Al-Musthofa Bakung dengan pemateri Dr. H. Ahmad Fauzi, Wakil Rektor Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri.
A-AA+

BLITAR Kajian Subuh Ramadan di Masjid Al-Musthofa Bakung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Minggu (8/3/2026), membahas pentingnya khusyuk dan kesungguhan dalam menjalankan ibadah. Materi tersebut disampaikan oleh Dr. H. Ahmad Fauzi di hadapan jamaah yang mengikuti kajian pagi hari tersebut.

Dalam kajian itu, Ahmad Fauzi menjelaskan bahwa ibadah tidak hanya dimaknai sebagai rutinitas lahiriah, tetapi juga sebagai komunikasi batin antara hamba dengan Allah SWT. Ia mengacu pada kitab Risalah al-Mu'awanah wal Mudzaharah wal Muazarah karya Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad yang menekankan pentingnya kesungguhan dalam mendekatkan diri kepada Tuhan.

Advertisement

Menurut Ahmad Fauzi, bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah. Pada bulan suci ini, kata dia, hati manusia cenderung lebih mudah menerima nasihat dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Ia menjelaskan, khusyuk merupakan kondisi hati yang fokus, tenang, dan penuh perhatian saat menjalankan ibadah. Sementara kesungguhan adalah komitmen dan ketekunan dalam menjalankan perintah agama tanpa diliputi rasa malas.

“Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad menegaskan bahwa khusyuk tidak dapat dicapai secara instan. Ia harus dilatih melalui proses perbaikan hati dan pembiasaan yang terus-menerus,” kata Ahmad Fauzi yang juga menjabat Wakil Rektor Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri.

Dalam kajian tersebut, ia juga mengutip sejumlah ayat Al-Qur’an yang menekankan pentingnya kekhusyukan dalam ibadah. Salah satunya dalam Surat Al-An’am ayat 162 yang menegaskan bahwa seluruh ibadah dilakukan hanya untuk Allah SWT.

Selain itu, ia juga menyinggung ajaran dalam Surat Al-Mu’minun tentang pentingnya ketenangan hati dalam mengingat Allah. Menurutnya, Al-Qur’an secara jelas memberikan tuntunan agar umat Islam menjalankan ibadah dengan kesadaran dan ketundukan hati.

Advertisement

Ahmad Fauzi juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan bahwa kekhusyukan dalam ibadah dapat membawa cahaya spiritual bagi seorang hamba serta menjadi jalan penghapus dosa.

Lebih lanjut ia menjelaskan, ibadah wajib seperti shalat, puasa Ramadan, zakat, dan haji perlu dijalankan dengan kesadaran penuh terhadap makna setiap amalan. Sementara ibadah sunnah seperti shalat tahajud, puasa Senin-Kamis, membaca Al-Qur’an, dan dzikir dapat memperkuat kualitas ibadah wajib.

“Ibadah sunnah dapat membantu menjaga kekhusyukan dalam ibadah wajib serta menambah pahala bagi seorang muslim,” ujarnya.

Kajian Subuh Ramadan tersebut diakhiri dengan ajakan kepada jamaah untuk memanfaatkan bulan suci Ramadan sebagai momentum memperbaiki kualitas ibadah dan meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imam Kusnin Ahmad
PenulisImam Kusnin AhmadPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2000. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia