Khutbah Jumat Edisi 20 Maret 2026: Meluruskan Pemahaman Salat Kaffarah di Jumat Terakhir Ramadan
Salah satu amalan yang dikenal sebagai shalat kaffarah, yakni shalat pada Jumat terakhir bulan Ramadan, sebanyak 17 rakaat, dengan niat mengganti seluruh shalat fardhu yang pernah ditinggalkan.
Khutbah I
JAKARTA – إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ،
وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا،
مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Di penghujung bulan Ramadan seperti sekarang, kita sering menjumpai berbagai amalan yang beredar di tengah masyarakat. Ada yang benar, ada pula yang perlu diluruskan.
Salah satunya adalah amalan yang dikenal sebagai shalat kaffarah, yakni shalat pada Jumat terakhir bulan Ramadan, sebanyak 17 rakaat, dengan niat mengganti seluruh shalat fardhu yang pernah ditinggalkan.
Amalan ini, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para ulama mu’tabar, tidak memiliki dasar yang sah dalam syariat.
Bahkan, lebih dari sekadar tidak berdasar, keyakinan bahwa salat tersebut bisa menggugurkan kewajiban qadha, adalah pemahaman yang keliru.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Dalam ajaran Islam yang lurus, salat wajib yang ditinggalkan tidak gugur begitu saja. Ia tetap menjadi tanggungan yang harus diqadha satu per satu.
Tidak ada satu amalan pun yang bisa “menyapu bersih” seluruh utang shalat, kecuali dengan qadha yang sesuai jumlahnya dan dilakukan semampunya.
Para ulama telah mengingatkan dengan tegas.
Sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnu Hajar Al-Haitami dalam Tuhfatul Muhtaj:
وَأَقْبَحُ مِنْ ذَلِكَ مَا اُعْتِيدَ فِي بَعْضِ الْبِلَادِ مِنْ صَلَاةِ الْخَمْسِ فِي هَذِهِ الْجُمُعَةِ عَقِبَ صَلَاتِهَا زَاعِمِينَ أَنَّهَا تُكَفِّرُ صَلَوَاتِ الْعَامِ أَوْ الْعُمْرِ الْمَتْرُوكَةِ وَذَلِكَ حَرَامٌ أَوْ كُفْرٌ لِوُجُوهٍ لَا تَخْفَى
Artinya:
“Dan yang lebih buruk daripada itu adalah kebiasaan sebagian masyarakat melaksanakan salat lima waktu pada Jumat ini setelah salat Jumat, dengan anggapan dapat menghapus salat yang ditinggalkan selama setahun atau seumur hidup. Hal itu adalah haram, bahkan bisa sampai kufur, karena berbagai alasan yang jelas.” (Tuhfatul Muhtaj, juz 2, hlm. 457)
Jamaah sekalian,
Mengapa sampai disebut demikian keras?
Penjelasannya disampaikan oleh Syaikh Asy-Syarwani:
قَوْلُهُ: لِوُجُوهٍ إلَخْ...مِنْهَا إسْقَاطُ الْقَضَاءِ وَهُوَ مُخَالِفٌ لِلْمَذَاهِبِ كُلِّهَا
Artinya:
“Di antara alasannya adalah karena amalan itu menggugurkan kewajiban qadha, padahal hal tersebut bertentangan dengan seluruh mazhab.” (Hasyiyah Asy-Syarwani, juz 2, hlm. 457)
Jamaah yang dirahmati Allah,
Bahkan dalam kitab-kitab yang akrab di pesantren, hal ini sudah disebut sebagai bid’ah yang tercela.
Dalam I’anatut Thalibin, mengutip dari Irsyadul ‘Ibad, disebutkan:
قال المؤلف في إرشاد العباد:
ومن البدع المذمومة التي يأثم فاعلها ويجب على ولاة الأمر منع فاعلها:
صلاة الرغائب... وصلاة ليلة نصف شعبان...
وصلاة آخر جمعة من رمضان سبعة عشر ركعة، بنية قضاء الصلوات الخمس التي لم يقضها.
Artinya:
“Termasuk bid’ah tercela yang pelakunya berdosa dan wajib dicegah oleh penguasa adalah... salat pada Jumat terakhir Ramadan sebanyak 17 rakaat dengan niat mengganti salat wajib yang belum diqadha.” (I’anatut Thalibin, juz 1, hlm. 312)
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Di sinilah pentingnya kita berhati-hati dalam beragama. Tidak semua yang “ramai diamalkan” itu benar. Tidak semua yang “terasa baik” itu sesuai syariat.
Justru ukuran kita adalah dalil dan penjelasan ulama yang mu’tabar.
Kalau kita punya utang shalat, maka jalan satu-satunya adalah bertaubat dengan sungguh-sungguh, mengqadha shalat satu per satu dan menjaga salat ke depan agar tidak terulang.
Inilah jalan yang diajarkan oleh para ulama Ahlussunnah wal Jamaah.
Jamaah sekalian,
Ramadan hampir berakhir. Jangan sampai kita menutupnya dengan amalan yang keliru.
Mari kita tutup Ramadan ini dengan taubat yang jujur, ibadah yang benar dan ilmu yang lurus.
Semoga Allah menerima amal ibadah kita.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Khutbah II
الحمد لله رب العالمين، حمداً كثيراً طيباً مباركاً فيه كما يحب ربنا ويرضى.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له،
وأشهد أن سيدنا محمداً عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.
أوصيكم عباد الله ونفسي بتقوى الله، فاتقوا الله حق تقاته، ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون.
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات.
اللهم تقبل صيامنا وقيامنا، واجعلنا من عتقائك من النار في هذا الشهر الكريم.
اللهم أعنا على قضاء ما علينا من الصلوات، وتب علينا توبة نصوحاً.
اللهم ارزقنا علماً نافعاً، وعملاً صالحاً، وقلباً خاشعاً.
ربنا آتنا في الدنيا حسنة، وفي الآخرة حسنة، وقنا عذاب النار.
عباد الله، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى،
وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم،
ولذكر الله أكبر. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

