Advertisement
Religi

Khutbah Jumat 10 April 2026: Makna Islam sebagai Agama Damai

Khutbah Jumat 10 April 2026 mengangkat tema Islam sebagai agama damai, mengajak umat menebar kasih sayang, menjaga ukhuwah, serta mengedepankan musyawarah dan toleransi.

TIMES Indonesia,
Khutbah Jumat 10 April 2026: Makna Islam sebagai Agama Damai
Ilustrasi Islam Damai. (FOTO: Gemini AI)
A-AA+

PACITAN Berikut teks khutbah Jumat edisi 10 April 2026 yang bisa dijadikan referensi khatib.

KHUTBAH I

Advertisement

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ السَّلَامَ شِعَارًا لِدِينِهِ، وَجَعَلَ الْإِسْلَامَ دِينًا قَائِمًا عَلَى الرَّحْمَةِ وَالْوِئَامِ. نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَشْكُرُهُ، وَنَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Islam adalah agama yang sejak awal membawa misi besar mewujudkan kedamaian di muka bumi. Bukan sekadar damai tanpa konflik, tetapi damai yang lahir dari hati yang tunduk kepada Allah, damai dalam hubungan antar manusia, dan damai dalam memperlakukan alam semesta.

Allah SWT berfirman:

Advertisement

وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ
(QS. Al-Anfal: 61)

Ayat ini menegaskan bahwa Islam selalu membuka pintu perdamaian. Bahkan ketika ada peluang damai, kita diperintahkan untuk condong kepadanya.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin menjelaskan bahwa inti agama adalah menjaga kemaslahatan dan menolak kerusakan (جلب المصالح ودرء المفاسد). Tidak mungkin kemaslahatan terwujud tanpa adanya kedamaian.

Kata “Islam” sendiri berasal dari akar kata salima yang bermakna selamat dan damai. Dalam kitab Tafsir Al-Qurthubi, dijelaskan bahwa Islam adalah jalan keselamatan yang menghantarkan manusia pada kehidupan yang penuh ketenteraman lahir dan batin.

Karena itu, seorang Muslim sejati adalah yang menghadirkan rasa aman bagi orang lain. Rasulullah SAW bersabda:

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
(HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya, Muslim sejati adalah yang orang lain selamat dari lisan dan tangannya.

Hadirin rahimakumullah,

Islam mengajarkan hubungan sosial yang penuh kasih sayang. Dalam hadis disebutkan:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
(HR. Bukhari-Muslim)

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadis ini adalah fondasi ukhuwah Islamiyah. Tidak cukup seseorang hanya beribadah secara personal, tetapi harus menghadirkan cinta kasih dalam kehidupan sosial.

Karena itu, dalam kehidupan sehari-hari kita harus menghindari permusuhan, perbanyak memaafkan, dan biasakan untuk tolong-menolong.

Dalam kitab Bidayatul Hidayah, Imam Al-Ghazali menekankan pentingnya menjaga hati dari kebencian, karena kebencian adalah sumber rusaknya kedamaian.

Islam tidak menutup mata terhadap konflik. Perbedaan pasti terjadi. Namun Islam memberi jalan penyelesaian yang bermartabat.

Allah SWT berfirman:

فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ
(QS. Al-Hujurat: 10)

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa mendamaikan pihak yang berselisih adalah amal besar yang nilainya lebih tinggi dari sekadar ibadah sunnah.

Tradisi pesantren juga mengajarkan pentingnya islah (rekonsiliasi), bukan memperkeruh keadaan. Maka dalam menghadapi konflik kita harus mendahulukan musyawarah, menghindari emosi, dan cari titik temu, bukan kemenangan.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Islam juga mengajarkan hidup berdampingan secara damai dengan umat lain. Dalam sejarah, Rasulullah SAW membangun masyarakat Madinah dengan Piagam Madinah yang menjamin hak semua kelompok.

Dalam kitab Sirah Ibnu Hisyam, disebutkan bahwa Nabi memberi ruang hidup damai bagi semua golongan selama tidak saling mengganggu.

Allah berfirman:

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
(QS. Al-Kafirun: 6)

Ini adalah prinsip toleransi dalam Islam.

Keempat: Kedamaian dengan Alam

Islam tidak hanya bicara hubungan manusia, tetapi juga dengan alam.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ
(HR. Muslim)

Dalam kitab Fathul Bari, dijelaskan bahwa manusia adalah khalifah yang bertugas menjaga bumi, bukan merusaknya.

Merusak lingkungan berarti merusak keseimbangan yang Allah ciptakan.

Mengapa Kedamaian Itu Penting?

Kedamaian bukan hanya ketiadaan konflik, tetapi kondisi hati yang bersih.

Dalam Ihya’ Ulumiddin, Imam Al-Ghazali menyebutkan bahwa hati yang tenang adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat.

Rasulullah SAW adalah teladan utama. Bahkan kepada musuh, beliau lebih memilih jalan damai selama memungkinkan.

Hadirin rahimakumullah,

Mari kita wujudkan ajaran ini dalam kehidupan:

  1. Menghindari konflik dan kekerasan

  2. Menebar kasih sayang

  3. Menjaga lingkungan

  4. Mengedepankan musyawarah

Jangan sampai kita mengaku Muslim, tetapi justru menjadi sumber kegelisahan bagi orang lain.

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ السَّلَامَ وَأَهْلَهُ

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Islam adalah agama rahmat. Kedamaian adalah wajahnya. Maka tugas kita adalah menghadirkan kedamaian itu dalam kehidupan sehari-hari.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH II 

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ . اللَّهُمَّ إِنِّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَ مِن سَيِّئِ الأَسْقَامِ. إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

 (*)عِبَادَ اللهِ إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Oleh: Yusuf Arifai, Dosen Ma'had Aly At-Tarmasi Pacitan (*)

Naskah lengkap teks khutbah shalat jumat bisa diunduh di sini

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia