Persiapkan Ruhani Sebelum Wukuf di Arafah; Pesan KH. Dr. Abdul Adzim Irsad, Pembimbing Haji ESQ Tours Travel
Pembimbing haji ESQ Tours Travel berharap setiap jemaah dapat memanfaatkan wukuf di Arafah secara maksimal sebagai momen taubat dan kembali kepada Allah SWT
MAKKAH – Wukuf di Arafah adalah puncak ibadah haji sekaligus momentum paling mustajab untuk memohon ampunan Allah SWT. Namun sebelum sampai di sana, jemaah perlu mempersiapkan ruhani agar tidak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut.
Hal ini disampaikan KH. Dr. Abdul Adzim Irsad, Pembimbing Haji ESQ Tours Travel, dari Makkah, Senin (18/5/2026).
Dalam keterangannya, ia mengutip Imam Al-Ghazali di kitab Ihya Ulumuddin yang menyebut salah satu dosa besar adalah ketika seseorang wukuf di Arafah, namun ia menyangka Allah SWT tidak akan mengampuni dosa-dosanya.
“Siapa pun yang diberi kesempatan bisa wukuf di Arafah, dia harus berbahagia atas anugerah ini. Allah SWT Maha Pengampun, Maha Pemaaf. Sebesar apa pun dosa manusia, jika menyadari kesalahannya, Allah SWT pasti memaafkan,” ujar KH. Abdul Adzim.
Segera Bertaubat Sebelum Berangkat ke Arafah
Ia mengingatkan, sebelum berangkat wukuf, jemaah hendaknya memohon ampunan atas segala dosa, baik kecil maupun besar, sengaja maupun tidak disengaja.
“Manusia tempat salah dan dosa. Namun sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang mengakui kesalahan dan kekurangannya,” katanya.
Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang bertobat atas dosanya ibarat tidak berdosa sama sekali. Orang yang bertobat juga sangat dicintai Allah SWT, sehingga tidak mungkin Allah menyiksa kekasih-Nya.
“Sebelum berangkat harus bahagia. Dari sekian juta manusia, terpilih menjadi tamu Allah SWT,” imbuhnya.
Minta Restu Orang Tua dan Perbanyak Sedekah
Bagi jemaah yang masih memiliki orang tua, KH. Abdul Adzim berpesan untuk meminta restu sebelum berangkat haji. Sebab, ridha Allah SWT terletak pada ridha orang tua.
Ia juga mengutip pesan Imam Al-Ghazali agar jemaah bersikap dermawan sebelum pergi haji. Misalnya dengan bersedekah dan memastikan hewan tunggangan atau kendaraan yang disewa kuat, layak, dan disepakati pengemudinya.

“Hendaknya memiliki cukup uang halal untuk menutupi pengeluaran tanpa menjadi kikir. Lebih baik lagi jika bisa membawa bekal lebih dan berbuat baik kepada orang lemah serta fakir,” jelas pembimbing haji ESQ Tours Travel ini.
Pilih Teman yang Saleh Selama Perjalanan Haji
Selama di Makkah hingga perjalanan menuju Arafah, jemaah dianjurkan berkawan dengan orang-orang saleh, baik, dan murah hati. Teman yang baik akan mengingatkan saat lupa, membantu saat butuh, menguatkan saat lemah, dan menghibur saat hati berat.
“Janganlah engkau menjadikan sahabat orang yang tidak membangkitkan semangat kepada Allah dan perkataannya tidak memimpin ke jalan Allah SWT,” ujar KH. Abdul Adzim mengutip Ibn Athaillah.
Ia menegaskan, teman yang baik akan selalu mengajak pada kebaikan, apalagi saat menjalankan rangkaian ritual haji.
Dengan persiapan ruhani yang matang, KH. Abdul Adzim, pembimbing haji ESQ Tours Travel berharap setiap jemaah dapat memanfaatkan wukuf di Arafah secara maksimal sebagai momen taubat dan kembali kepada Allah SWT. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


