Pendidikan

Program SMA Double Track di Jatim Tawarkan Up-skilling bagi Alumni

Jumat, 19 November 2021 - 16:16 | 95.19k
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Wahid Wahyudi, M.T (tengah) dalam peluncuran buku ketiga SMA Double Track dan pameran inovasi up skilling. (FOTO: Ammar Ramzi/Times Indonesia)
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Wahid Wahyudi, M.T (tengah) dalam peluncuran buku ketiga SMA Double Track dan pameran inovasi up skilling. (FOTO: Ammar Ramzi/Times Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Program SMA Double Track (DT) yang digagas Dinas Pendidikan Jawa Timur dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sejak tahun 2018 memfasiliatsi up-skilling (peningkatan skill) bagi lulusan atau alumni SMADT yang berminat.

Program up-skilling diluncurkan dalam acara Pameran dan Simposium Inovasi Pelayanan Publik Jawa Timur yang berlangsung di Grand City, Surabaya, 18-21 November 2021.

Advertisement

Up skilling didefinisikan sebagai proses meningkatkan keterampilan dan pengetahuan baru yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk mencari peluang dalam bekerja maupun menjadi wirausahawan muda.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Wahid Wahyudi, M.T  menyatakan, situs yang selama ini dikembangkan bersama tim ITS berisi kelas-kelas pelatihan keterampilan offline dan online.

"Kami meyakini apa yang sudah ada itu adalah yang terbaik untuk meningkatkan technical dan soft skill di berbagi bidang keterampilan," kata Wahid.

Peluncuran fasilitasi up skilling ini menyusul suksesnya program SMA DT dalam mengantarkan siswa SMA di beberapa kabupaten di Jatim dalam berwirausaaha dan mengisi lapangan pekerjaan.

Ada beberapa keterampilan yang ditawarkan dan kini sudah tersedia baik di kanal youtube maupun pembelajaran jarak jauh melalui zoom.

"Kami ingin apa yang sudah berhasil ini dapat lebih besar lagi manfaatnya bagi alumni SMA, toh apa yang kami siapkan selama ini melalui situs pelatihan online untuk program SMA DT sudah tersedia tinggal dimanfaatkan," jelasnya.

Lebih dari itu up skilling SMA DT tidak hanya mentrasfer ilmu secara online tanpa praktik, namun siswa juga diajak praktik melalui jejaring sekolah yang sudah terbentuk melalui program SMA DT yang tersebar di lebih 158 sekolah di Jatim.

"Jadi tidak hanya sekadar belajar teori melalui online, tapi bisa sekaligus praktik bersama di SMA DT. Ini yang membedakan dengan up skilling online lainnya," tegasnya.

Buku Ketiga Diluncurkan

Dalam peluncuran fasilitasi up skilling, Dinas Pendidikan Jatim bersama ITS juga mengenalkan buku ketiga dari program SMA DT. Buku ketiga ini tentu berbeda dengan dua buku sebelumnya.

Buku ketiga ini ditulis saat pandemi Covid-19 memasuki gelombang kedua dan diberlakukannya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), sehingga sekolah pun tidak melakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

Buku ini fokus pada bagaimana pihak sekolah membuat dan menjalankan Kelompok Usaha Siswa (KUS), sebagai cara melakukan pembelajaran keterampilan yang dilakukan secara kelompok. Jika sebelumnya siswa bekerja secara individual dalam praktik keterampilannya, pada KUS siswa dikelompokkan.

Dalam sambutan pada buku ketiga ini, Wahid menyatakan bahwa dirinya merasa bersyukur karena program DT telah memberikan gambaran utuh sekaligus dapat menginspirasi Dinas Pendidikan Jatim dalam penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM).

Pihaknya mengaku banyak mengambil pelajaran dari apa yang telah dilakukan oleh beberapa sekolah penyelenggara program SMA DT. Selama pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM, program DT telah menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ), baik teori, praktik, maupun ujian dan monitoring evaluasi.

"Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami bahwa PJJ yang telah dijalankan program DT bukanlah sesuatu yang mustahil semakin diintensifkan di masa mendatang," pintanya.

Buku ini, lanjut Wahid, merupakan buku ketiga dari penyelenggaraan program SMA DT. Jika dirunut dan memerhatikan catatan-catatan di dalamnya, maka dapat disimpulkan, penyelenggaraan program DT telah sesuai dengan tujuan awal digagasnya program ini.

Kisah yang tertuang dalam buku tersebut dan dua buku sebelumnya, telah memberikan gambaran bahwa DT sudah berhasil menjadi salah satu cara dalam upaya mengurangi angka pengangguran terdidik setelah kelak siswa menyelesaikan studinya di jenjang SMA.

"Bukan hanya itu, program DT juga telah memotivasi siswa tentang masa depan mereka untuk bisa mandiri, berbekal keterampilan yang diperolehnya," terangnya.

Sementara itu di kesempatan lain, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dra. Ety Prawesti, M.Si. mengatakan, fasilitasi up skilling yang ditawarkan ini sebelumnya telah dijalankan oleh beberapa SMA DT di kabupaten yang terpilih.

"Kini SMA Double Track mencoba menawarkan kepada lulusan SMA di Jatim yang berminat. Kami menyediakan program beberapa keterampilan yang bisa diikuti secara online," ucapnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES