Peristiwa Daerah

Selama Ramadan Okupansi Hotel di Kota Tasikmalaya Turun 45 Persen

Rabu, 26 Maret 2025 - 17:23 | 22.17k
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kota Tasikmalaya, Hj. Susi Susanti, SE, MM, saat memberikan keterangan kepada TIMES Indonesia, Rabu (26/3/2025). (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kota Tasikmalaya, Hj. Susi Susanti, SE, MM, saat memberikan keterangan kepada TIMES Indonesia, Rabu (26/3/2025). (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, TASIKMALAYA – Tingkat okupansi hotel di Kota Tasikmalaya mengalami penurunan drastis hingga 45% selama bulan Ramadan tahun ini dibandingkan dengan hari-hari biasa. 

Namun, berbeda dengan tren masyarakat yang justru meningkat dalam hal makan atau buka bersama di restoran maupun hotel, yang naik hampir 50%.

Advertisement

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tasikmalaya, Hj. Susi Susanti, SE, MM, mengungkapkan hal tersebut saat kegiatan PHRI Berbagi di depan Sekretariat PHRI Kota Tasikmalaya, Komplek Alun-Alun Dadaha, Cihideung, Kota Tasikmalaya.

Selama-Ramadan-Okupansi-Hotel.jpgSejumlah Pengurus PHRI saat membagikan paket takjil dan nasi box kepada warga di Sekretariat PHRI, Kota Tasikmalaya, Rabu (26/3/2025). (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia) 

"Ya, di saat Ramadan, orang jarang bepergian dan tidak juga menginap di hotel untuk sekadar berlibur. Jadi, tingkat keterisian hotel akan kembali meningkat menjelang akhir Ramadan dan sepanjang libur Lebaran, Barusan saja okupansi di wilayah Bandung menurut PHRI Jabar hanya 23,65 persen," ujar Susi, Rabu (26/3/2025). 

Menurut Susi, tren ini merupakan fenomena tahunan yang kerap terjadi saat Ramadan. Kebiasaan masyarakat yang lebih fokus pada ibadah dan mengurangi perjalanan wisata berimbas pada rendahnya tingkat hunian hotel. 

Namun, berbeda dengan sektor kuliner dan restoran, yang justru mengalami lonjakan pengunjung akibat tingginya permintaan untuk acara buka puasa bersama.

"Restoran dan hotel yang menyediakan paket berbuka puasa mengalami lonjakan hingga 50%. Ini menjadi tren tahunan di mana masyarakat lebih memilih untuk berkumpul dengan keluarga, teman, atau rekan kerja di tempat makan yang nyaman," tambahnya.

Susi juga menyoroti perkembangan pesat industri perhotelan dan restoran di Kota Tasikmalaya. Saat ini, terdapat 17 hotel berbintang dan 32 hotel non-bintang yang tergabung dalam PHRI. 

Jumlah tersebut belum termasuk hotel dan restoran yang belum terdata atau bergabung dalam organisasi tersebut.

"Semakin banyak hotel dan restoran berdiri di Kota Tasikmalaya, ini menunjukkan adanya perkembangan positif di sektor pariwisata dan ekonomi daerah," jelasnya.

Keberadaan Badan Pengurus Cabang (BPC) PHRI Kota Tasikmalaya bukan hanya sebatas wadah bagi pelaku industri hotel dan restoran, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah. 

Salah satu bentuk sinergitas yang telah terjalin adalah dukungan PHRI terhadap program "Bakul Tasikmalaya", yang berfokus pada permasalahan stunting—sebuah isu yang kini menjadi perhatian utama setelah permasalahan sampah di Kota Tasikmalaya.

"Alhamdulillah, kita terus bersinergi dengan pemerintah. Salah satunya, kami mendukung program Bakul Tasik. Sejak November 2023, kami sudah menyalurkan 1.800 paket bantuan bagi keluarga miskin di Kota Tasikmalaya," ungkap Susi.

Meskipun tingkat hunian hotel menurun selama Ramadan, Susi optimistis bahwa okupansi akan kembali meningkat menjelang akhir Ramadan dan libur Lebaran.

 Pergerakan wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah, biasanya meningkat tajam saat libur Idulfitri, sehingga sektor perhotelan akan kembali bergairah.

"Momentum libur Lebaran selalu menjadi puncak bagi industri perhotelan. Kami berharap tingkat okupansi hotel bisa kembali pulih dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah," terangnya.

Ramadan tahun ini membawa dampak negatif bagi okupansi hotel di Kota Tasikmalaya dengan penurunan hingga 45%, sektor kuliner justru mengalami lonjakan hingga 50%. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih memilih untuk berkumpul dan berbuka puasa bersama dibandingkan melakukan perjalanan atau menginap di hotel.

Di sisi lain, PHRI Kota Tasikmalaya terus berperan aktif dalam mendukung program sosial seperti penanganan stunting dan membantu keluarga kurang mampu melalui Program Bakul Tasikmalaya. 

"Dengan adanya sinergi yang kuat antara PHRI dan pemerintah, dan masyarakat diharapkan sektor perhotelan dan restoran di Kota Tasikmalaya semakin berkembang dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat, termasuk kepedulian sosial PHRI dalam pembagian takjil dan buka bersama sebanyak 750 paket," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES