Banjir Luapan Kali Lamong dan Bengawan Solo Rendam Wilayah Gresik

TIMESINDONESIA, GRESIK – Hujan deras yang mengguyur wilayah Gresik dalam beberapa hari terakhir menyebabkan luapan air dari Kali Lamong dan Bengawan Solo.
Akibatnya, sejumlah desa di beberapa kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 70 cm.
Advertisement
Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Gresik, banjir terjadi di Kecamatan Cerme, Menganti, Bungah, Dukun, dan Manyar.
"Kami meminta kepada warga untuk waspada, apalagi jika terjadi banjir susulan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Sukardi kepada TIMES Indonesia, Jumat (28/2/2025).
Di Kecamatan Cerme, beberapa desa seperti Morowudi, Guranganyar, Dungus, Sukoanyar, dan Pandu mengalami genangan di jalan raya, permukiman, serta area persawahan dan tambak. Desa Morowudi menjadi salah satu yang paling terdampak dengan sekitar 70 rumah terendam banjir.
Di Kecamatan Bungah, Dusun Nongkokerep, Bungah, Kaliwot, Dukuh, dan Karangpoh juga terdampak banjir dengan ketinggian mencapai 70 cm. Beberapa fasilitas umum seperti masjid, sekolahan, dan pondok pesantren turut terendam.
"Banjir juga merendam sejumlah rumah dan jalan lingkungan di Kecamatan Dukun dan Manyar. Beberapa warga di Desa Sembayat, Manyar, bahkan membuat tanggul penahan air untuk mencegah banjir semakin meluas," terangnya.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik Driatmiko Herlambang menambahkan ia telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, BPBD Jawa Timur, serta pemerintah desa terdampak untuk melakukan langkah-langkah penanganan.
"Personel, peralatan, serta logistik telah dikerahkan ke lokasi banjir untuk membantu warga terdampak," ujarnya.
Selain itu, evakuasi warga ke tempat yang lebih aman juga dilakukan di beberapa titik dengan risiko tinggi. Tim gabungan terus melakukan monitoring dan pendataan di lokasi banjir guna memastikan keselamatan warga serta menyiapkan langkah-langkah penanganan lebih lanjut.
"Hingga laporan terakhir, ketinggian air di beberapa wilayah mengalami penurunan secara perlahan. Namun, BPBD tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memperparah kondisi banjir," tutupnya. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Deasy Mayasari |
Publisher | : Rizal Dani |