Peristiwa Daerah

Padukan Garuda dan Motif Khas Kediri, Ini Jawara Kediri Fashion Festival 2022

Kamis, 17 November 2022 - 14:15 | 92.01k
Busana karya Adi Wahyono dibawakan oleh model (FOTO: Yobby/TIMES Indonesia)
Busana karya Adi Wahyono dibawakan oleh model (FOTO: Yobby/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Perpaduan dua hal khas dari Kabupaten Kediri yakni Garuda Mukha dan motif khas Kediri, Gringsing dan Lidah Api (Dahanapura), mengantarkan perajin batik Kediri Adi Wahyono menjadi yang terbaik di ajang Kediri Fashion Festival 2022. 

Seperti diketahui festival yang digelar Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri bersama Dekrasnasda Kabupaten Kediri ini bertujuan menguatkan identitas motif batik khas Gringsing dan Lidah Api. 

Advertisement

Kediri Fashion Festival pekan ini memasuki tahapan penjurian. Kurang lebih 54 peserta mengikuti proses penjurian yang berlangsung selama dua hari 14-15 November kemarin. Dari puluhan peserta, dewan juri awalnya memilih 15 peserta terbaik, yang kemudian diseleksi kembali menjadi 10 besar terbaik. 

Kediri-Fashion-Festival-2.jpgAdi Wahyono bersama model yang membawakan busana karyanya (FOTO: Yobby/TIMES Indonesia)

Berdasarkan hasil penjurian, dengan menilai originalitas, kreativitas, komposisi busana, serta peforma, para juri menetapkan Adi Wahyono sebagai juara 1 dengan nilai 478 poin, diikuti Nuzul Kurniawan sebagai juara 2 dengan 449 poin, lalu juara 3 Winarti Kristiorini dengan 437 poin. 

Selain para juri yang terdiri dari desainer Jawa Timur dan Kediri raya, pakar busana, pengrajin batik serta MUA profesional turut menetapkan 3 Juara Harapan, 4 Nominator terbaik. 

Menurut Ketua dewan juri Embran Nawawi, karya Adi Wahyono dengan segala filosofinya ada pada posisi yang tepat, sehingga bahkan ada beberapa juri yang memberikan nilai sempurna. 

"Penempatan Gringsing sebagai pelindung atau perisai di depan. Penempatan lidah api sebagai kekuatan di belakang sangat sempurna sebagai konsep," kata Embran. 

Selain itu, total look dari busana karya Adi Wahyono, menurut Embran merupakan representasi dari wanita zaman sekarang yang memiliki keimanan dan kontribusi pada kehidupan sosial pada lingkungan tempat tinggalnya. 

"Jadi menjaga aurat menjaga bentuk tubuh itu kesempurnaan yang hampir tidak dimiliki pengrajin atau peserta yang lainnya," kata Embran.

Adi Wahyono sendiri menyebut karyanya sebagai Elegan dan Bersahaja Dalam Spirit Dahanapura, di mana tampilan busana sekilas sederhana tapi tetap elegan dan bernuansa Dahanapura. "Busana wanita yang anggun tapi tetap elegan dan berwibawa tidak berlebihan," tuturnya. 

Sebelumnya, mengusung desain batik bertajuk Gringsing Panji Dahanapura, Adi Wahyono meraih gelar juara ketiga dalam Lomba Desain Batik Khas Kabupaten Kediri 2021. 

Kali ini, Gringsing dan Dahanapura dipadukan dengan motif Garuda Mukha. Sebagai catatan, tokoh Garuda Mukha yang merupakan kendaraan dewa Wisnu ini pernah menjadi logo atau lencana kerajaan Kediri,  termasuk pada masa kepemimpinan Sri Aji Jayabaya.

Kediri-Fashion-Festival-3.jpg

Sosok raja yang berhasil mengalahkan Janggala dan mempersatukannya kembali menjadi bagian dari Kerajaan Kediri itu menjadi salah inspirasi bagi Adi Wahyono, yang bertempat tinggal di Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Di wilayah tersebut memang terdapat petilasan Sri Aji Joyoboyo. 

Sebelum menjadikan Garuda Mukha sebagai motif, Adi juga sempat menelusuri jejak sejarahnya dari para budayawan dan juga arkeolog. "Seorang teladan serta inspirasi. Bahwa dalam fashion tetaplah memahami kesejarahan dan harus ada yang diteladani," jelas Adi. 

Adi mengungkapkan busana karyanya memakan waktu satu bulan untuk diciptakan. Jika pencarian ide berlangsung cepat, waktu yang lebih lama dibutuhkan untuk menyempurnakan. "Perjalanan menyempurnakannya yang agak lama sekitar 2 minggu," imbuhnya. 

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih, melalui Kepala Bidang Perindustrian Rosana Tri Kusumastuti menuturkan melalui Kediri Fashion Festival, batik kabupaten Kediri bisa memberikan warna baru baik untuk dunia batik Provinsi Jawa Timur ataupun Nasional. 

Selain itu, juga bisa memberikan pasar yang bagus bagi pembatik Kabupaten Kediri. "Dari sana bisa meningkatkan ekonomi. Dibuat model apapun, batik akan lebih hidup. Juga menginspirasi teman-teman pembatik lebih berkreasi," kata Rosana. 

Gelaran yang sama, menurut Rosana, akan kembali digelar dengan konsep yang berbeda. Jika tahun ini masih untuk busana casual ready to wear dan deluxe, tahun depan akan lebih dikembangkan lagi. 

"Agar batik khas kita dikenal oleh masyarakat Kabupaten Kediri dulu, jadk bisa dilihat ini ciri khas batik kabupaten Kediri," ucapnya.

Sepuluh besar Kediri Fashion Festival sendiri akan tampil dalam malam gebyar, yang dijadwalkan berlangsung 8 Desember 2022. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES