Advertisement
Sosok

Eman Suherman Membangun Majalengka yang Langkung SAE

Program ini menggerakkan ribuan warga—mulai dari perangkat daerah, komunitas, hingga pelajar—untuk menjaga kebersihan dan merawat ruang hijau secara kolektif.

TIMES Indonesia,
Eman Suherman  Membangun Majalengka yang Langkung SAE
Drs. H. Eman Suherman, M.M
A-AA+

MAJALENGKA Nama Drs. H. Eman Suherman, M.M semakin identik dengan perubahan besar yang terjadi di Kabupaten Majalengka dalam beberapa tahun terakhir. Di bawah kepemimpinannya, Majalengka bergerak menuju daerah yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan. Gaya kepemimpinan Eman terkenal konsisten menggabungkan pendekatan pembangunan berbasis lingkungan, ekonomi kerakyatan, serta penguatan nilai-nilai sosial dan spiritual.

Pemimpin yang Menjadikan Gerakan Lingkungan sebagai Pilar Pembangunan

Advertisement

Salah satu ciri kuat kepemimpinan Eman adalah perhatian besarnya terhadap pelestarian lingkungan. Inisiatif Gerakan Bersih Jumat (Geber Jumat) lahir dari keyakinannya bahwa kemajuan daerah harus dimulai dari lingkungan yang sehat dan masyarakat yang sadar kebersihan.

Program ini menggerakkan ribuan warga—mulai dari perangkat daerah, komunitas, hingga pelajar—untuk menjaga kebersihan dan merawat ruang hijau secara kolektif. Dalam praktiknya, Geber Jumat tak sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi gerakan budaya yang memperkuat kesadaran ekologis sekaligus membangun rasa memiliki terhadap Majalengka.

Hasilnya terlihat jelas: wajah kota dan desa semakin rapi, ruang terbuka hijau meningkat, dan pola pikir masyarakat berubah menuju perilaku yang lebih peduli lingkungan.

Arsitek Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Eman dikenal sebagai pemimpin yang pragmatis dan visioner, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Strateginya sederhana namun efektif: membuka akses investasi, memperkuat UMKM, dan mendorong berkembangnya industri kreatif serta sektor-sektor potensial lainnya.

Advertisement

Majalengka tercatat berhasil menembus realisasi investasi lebih dari Rp 2 triliun pada Januari–September 2025. Dari jumlah itu, Rp 1,17 triliun berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Rp 921,58 miliar dari Penanaman Modal Asing (PMA).

Eman menegaskan bahwa investasi bukan sekadar angka, tetapi harus memberikan efek berganda pada masyarakat.

“Kami ingin setiap investasi yang masuk benar-benar memberi peluang kerja dan menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.

Untuk memastikan itu, pemerintah daerah mempercepat layanan perizinan dan memperkuat iklim usaha. Sektor manufaktur, pertanian modern, hingga pariwisata kini menjadi motor penggerak daya saing Majalengka.

Pendekatan Inklusif dalam Ketenagakerjaan

Kepemimpinan Eman juga ditandai dengan keberpihakannya pada masyarakat kecil dan kelompok rentan. Program Masyarakat Cepat Kerja Hadirkan Kebahagiaan Kuatkan Inklusi (Mata Hati) menjadi salah satu terobosan yang mencerminkan visi tersebut.

Program ini menggunakan sistem rekrutmen yang jujur dan transparan demi memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang sama. Lebih dari 4.000 warga, termasuk penyandang disabilitas, telah tersalurkan ke 26 perusahaan melalui program ini. Dampaknya nyata: tingkat pengangguran menurun, angka kemiskinan mulai terkoreksi, dan akses terhadap pekerjaan menjadi lebih setara.

Mata Hati tidak hanya menyelesaikan masalah ketenagakerjaan, tetapi juga memperkuat rasa keadilan sosial dalam masyarakat Majalengka.

Pembangunan Spiritual dan Sosial sebagai Fondasi Karakter Daerah

Satu hal yang sering disorot dari kepemimpinan Eman adalah keberanian memasukkan nilai-nilai spiritual dalam agenda pembangunan. Ia menginisiasi Gerakan Ngantor Berdhuha dan Subuh Akbar Berjamaah di berbagai kecamatan.

Program ini bukan sekadar simbol religiusitas, tetapi cara Eman membangun karakter aparatur dan masyarakat: disiplin, harmonis, dan saling menghormati.

Ruang-ruang kebersamaan seperti inilah yang menjadi fondasi stabilitas sosial Majalengka. Masyarakat lebih kompak, tingkat ketegangan sosial menurun, dan nilai kemanusiaan menjadi bagian dari kultur pemerintahan.

Visi Majalengka Langkung SAE

Dalam setiap kebijakannya, Eman menegaskan visi “Majalengka Langkung SAE”—sebuah konsep yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan. Baginya, kemajuan bukan hanya soal infrastruktur atau angka statistik, melainkan bagaimana manfaat pembangunan bisa dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

Integrasi antara nilai religius, pertumbuhan ekonomi, penguatan sosial, dan perhatian terhadap lingkungan menjadikan gaya kepemimpinan Eman sebagai model kepemimpinan daerah yang seimbang dan berorientasi masa depan.

Majalengka kini berada dalam fase transformasi—dan di balik proses itu, terdapat karakter kepemimpinan yang tegas, inklusif, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Jaja Sumarja
PenulisJaja SumarjaSMA. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum dan kriminal, pemerintahan, pendidikan, seni, budaya serta isu lainnya
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia