Nilam Onasis Perjuangkan Pendidikan dan Kesehatan Mental Anak Bangsa
Nilam Onasis, mahasiswi Unpad, sukses tempuh double degree di Swiss sambil bekerja mandiri dan mendirikan NasiBaju Foundation untuk pemberdayaan anak yatim.
JAKARTA – Nilam Onasis Sahputri (22) merupakan sosok perempuan muda yang membawa semangat juang besar dalam menempuh pendidikan serta pengabdian masyarakat.
Lahir dari orang tua yang merantau dari Kalimantan Utara ke Jakarta, Nilam membuktikan bahwa latar belakang keluarga perantau tidak menghalanginya untuk meraih mimpi hingga ke mancanegara.
Saat ini, ia tercatat sebagai mahasiswi Ilmu Ekonomi Universitas Padjadjaran (Unpad) dan telah menyelesaikan program gelar ganda (double degree) di IMI Luzern, Swiss.
Perjalanan akademiknya di Eropa terbilang menonjol. Ia meraih nilai A pada seluruh mata kuliah saat mengikuti program pertukaran pelajar di Inggris, sebelum melanjutkan studi ke Swiss.
Selama menetap di Swiss, Nilam menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal komunikasi yang menuntut penguasaan bahasa Jerman dan Prancis. Selain itu, ia juga harus beradaptasi dengan budaya kerja yang disiplin.
“Saya harus menyesuaikan diri dengan budaya kerja di Swiss yang sangat menjunjung ketepatan waktu saat menjalani magang,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, Selasa (17/3/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Nilam menjalani berbagai pekerjaan, mulai dari pelayan restoran, petugas bar, bagian kebersihan, hingga penyambut tamu. Penghasilan dari pekerjaan tersebut ia gunakan secara mandiri untuk membiayai tempat tinggal selama di luar negeri.
Pengalaman tersebut membentuk karakter Nilam menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi dinamika dunia kerja internasional.
Tak hanya berfokus pada akademik, Nilam juga aktif dalam kegiatan sosial. Ia mendirikan NasiBaju Foundation, sebuah organisasi yang bergerak dalam penyaluran pakaian, sepatu, dan buku bagi anak yatim piatu, sekaligus mengusung misi pengurangan limbah mode (fashion waste).
“Organisasi ini berfokus pada kegiatan amal sekaligus mengurangi limbah pakaian,” ungkapnya.
Melalui yayasan tersebut, Nilam tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga edukasi kepada anak-anak panti asuhan, mencakup perencanaan karier, kesehatan mental, hingga pengembangan diri.
Ke depan, ia berkomitmen memperluas jangkauan NasiBaju Foundation secara nasional untuk mendorong penguatan nilai diri dan kecerdasan emosional generasi muda.
Menurutnya, kesadaran akan nilai diri menjadi penting di tengah derasnya arus media sosial. Ia menyoroti fenomena anak muda yang mudah terpengaruh tren negatif karena dorongan untuk tidak tertinggal (fear of missing out/FOMO).
Nilam berharap generasi muda mampu membangun ketahanan diri sehingga tidak mudah terbawa arus.
“Dengan kecerdasan emosional, anak muda diharapkan bisa berdiri tegak dan tidak mudah terbawa arus,” ujarnya.
Dengan pengalaman akademik dan sosial yang dimiliki, Nilam berupaya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk meraih cita-cita tanpa kehilangan jati diri di tengah perubahan zaman. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


