Pria Asli Malang Okky Akbar Sukses Menangkan Kejuaraan Tinju Tingkat Asia
Petinju asal Kabupaten Malang, Okky Akbar Dela Hoya, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan merebut gelar juara World Boxing Council (WBC) Asia kelas bantam.
MALANG – Petinju asal Kabupaten Malang, Okky Akbar Dela Hoya, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan merebut gelar juara World Boxing Council (WBC) Asia kelas bantam.
Dia menang KO di ronde ke 5 saat melawan atlet asal Thailand pada 11 April 2026 di Surabaya. Kemenangan ini menjadi tonggak penting dalam karier profesionalnya.
Jalan panjang menuju panggung tinju profesional Okky dimulai dari kemauan untuk mengubah kebiasaan yang kurang baik menjadi kegiatan yang positif. Dari suka berkelahi atau berantem, menjadi atlet tinju yang disiplin dan konsisten melakukan latihan.
Pria asal Kecamata Kepanjen itu mengaku mulai serius menekuni tinju pada usia 20 tahun. Lingkungan keluarga menjadi pintu masuknya ke dunia olahraga keras tersebut.
“Awalnya ya karena suka berantem. Terus kebetulan paman saya pelatih tinju, jadi saya ikut,” ujarnya.
Debut profesionalnya terjadi pada 2021 di Jakarta, dalam sebuah partai tambahan pada ajang kejuaraan dunia World Boxing Council (WBC). Meski hanya menjadi undercard, pengalaman itu menjadi titik awal kariernya di level profesional.
Sejak debutnya, atlet tinju dari Sasana Santana Kepanjen Kabupaten Malang itu telah mencatatkan 12 kemenangan dari total pertarungan yang dijalaninya. Ia mengakui pernah mengalami kekalahan KO satu kali, pengalaman yang justru membentuk mentalnya di atas ring.
“Pernah kalah KO satu kali, dan jangan lagi. Itu jadi pelajaran. Setelah itu saya berusaha lebih disiplin,” katanya.
"Kalau menang KO sebanyak 5 kali," lanjut Okky.
Dalam dunia tinju profesional, konsistensi dan daya tahan mental memang menjadi kunci. Okky memahami betul bahwa setiap pertandingan bukan sekadar adu pukulan, tetapi juga soal strategi dan ketahanan fisik.
Kemenangan di ajang WBC Asia bukan diraih secara instan. Okky menjalani pemusatan latihan selama tiga bulan, termasuk dua bulan intensif di Bali.
Latihan tetap berjalan bahkan di tengah bulan Ramadan. Ia menyebut disiplin sebagai faktor paling menentukan.
“Persiapannya keras. Bulan puasa juga tetap latihan. Yang penting konsisten dan disiplin,” ungkapnya.
Selain latihan teknik, tantangan terbesar justru datang dari proses penurunan berat badan menjelang pertandingan.
“Yang paling berat itu menurunkan berat badan sebelum tanding,” tambahnya.
Dukungan Keluarga
Di balik kerasnya dunia tinju, ada sosok ibu yang selalu mendukung meski diliputi rasa khawatir.
“Kalau ibu ya khawatir, tapi tetap mendukung. Yang penting kegiatan positif,” kata Okky.
Dukungan tersebut menjadi energi tambahan bagi Okky untuk terus bertahan dan berkembang di dunia tinju profesional.
Kemenangan Okky di ajang WBC Asia menempatkannya sebagai juara di level regional Asia, sebuah tahap penting dalam hierarki tinju profesional internasional.
Gelar ini bukan sekadar simbol, tetapi juga pintu masuk menuju persaingan yang lebih tinggi, termasuk peluang menembus peringkat dunia di bawah naungan World Boxing Council.
Dengan jumlah peserta mencapai sekitar 20 petinju dalam ajang tersebut, kemenangan Okky menunjukkan kapasitasnya bersaing di level internasional.
Alih-alih berpuas diri, Okky sudah memasang target berikutnya: mempertahankan sabuk WBC Asia yang baru saja diraihnya.
“Selanjutnya mungkin mempertahankan gelar ini, dan ke kejuaraan yang lebih tinggi” ujarnya.
Langkah tersebut menjadi krusial untuk menjaga momentum sekaligus membuka jalan menuju level yang lebih tinggi dalam kariernya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


