Advertisement
Sosok

Semangat Najib Bangun Usaha Street Coffe di Tayu Pati: Sepi dan Ramai Itu Seni

Mantan barista Jepara, Najib, bangun street coffee “Movement” di Tayu, Pati. Usung konsep simpel, murah, cepat, ia buktikan konsistensi dan keberanian jadi kunci sukses usaha mandiri.

TIMES Indonesia,
Semangat Najib Bangun Usaha Street Coffe di Tayu Pati: Sepi dan Ramai Itu Seni
Najib, jebolan barista yang kini membangun usaha Street Coffe di jalan Pati-Tayu. (Foto: Rengga/TIMES Indonesia)
A-AA+

PATI Seorang mantan barista asal Jepara, Najib (30), membuktikan bahwa pengalaman kerja bisa menjadi pijakan kuat untuk membangun usaha sendiri.

Selama lima tahun, ia mengasah kemampuannya meracik kopi di sebuah coffee shop di Jepara.

Advertisement

Dari rutinitas itulah muncul keberanian untuk melangkah lebih jauh: membuka bisnis mandiri.

Keputusan besar itu akhirnya ia ambil setelah Lebaran 2025. Najib mendirikan sebuah street coffee bernama Movement di kawasan Tayu, Pati, sebuah lokasi yang dikenal ramai oleh lalu lintas, bahkan didominasi kendaraan berat.

Di tengah deretan coffe shop yang berdiri di Tayu, Pati, ia tetap yakin dengan konsep yang dibawanya.

“Aku nyerangnya orang-orang yang pengen beli kopi yang simpel, murah, dan cepat. Jadi beli kopi nggak perlu ribet,” ungkapnya.

Dengan konsep praktis tersebut, Movement hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin menikmati kopi tanpa harus menunggu lama.

Advertisement

Street Coffe di jalan Pati-Tayu

Najib membuka lapaknya setiap hari, mulai pukul 16.00 hingga tengah malam, menyesuaikan dengan waktu ramai aktivitas warga dan para pengguna jalan.

Meski memilih lokasi yang penuh tantangan, Najib tidak gentar. Baginya, berdagang bukan hanya soal ramai atau sepi, tetapi soal konsistensi dan ketahanan mental.

“Kita harus konsisten sih. Sepi atau rame itu seni dalam berdagang. Jangan menyerah, pokoknya,” katanya.

Semangat itulah yang membuat Najib tetap bertahan dan terus menjalankan usahanya. Di tengah persaingan dan kondisi jalan yang tidak selalu ideal, ia melihat setiap hari sebagai peluang untuk berkembang.

"Tidak semua yang berarti perlu banyak mata, cukup sampai ke hati yang tepat saja," katanya.

Kisah Najib menjadi gambaran nyata bahwa keberanian mengambil risiko, ditambah konsistensi, dapat membuka jalan menuju kesuksesan.

Dari seorang barista hingga menjadi pemilik usaha, ia menunjukkan bahwa langkah kecil yang dilakukan dengan tekun bisa membawa perubahan besar. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Rengga Wahana Putra [MG-301]
PenulisAhmad Rengga Wahana Putra [MG-301]Sarjana Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Semarang (2024). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, pendidikan, karya, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia